SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

WSJ: Ajudan Biden Jalin Percakapan Rahasia dengan Staf Kremlin-Sekretaris Dewan Keamanan Rusia

jake sullivan nikolai patrushev reuters
Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Rusia Nikolai Patrushev (kanan) dan NSA AS Jake Sullivan (kiri) telah membahas bagaimana menghindari meningkatnya perang di Ukraina (Gambar: Reuters)

PENASIHAT Keamanan Nasional Gedung Putih Jake Sullivan dikabarkan telah mengadakan pembicaraan rahasia dengan para pejabat tinggi Rusia. Tujuan dari komunikasi tu disebut untuk mengurangi risiko perang di Ukraina yang makin meluas atau meningkat menjadi konflik nuklir.

Seperti dilansir Reuters, surat kabar Wall Street Journal pada Ahad, 6 November 2022, mengutip pejabat Amerika dan sekutunya, melaporkan bahwa Sullivan, ajudan utama Presiden Joe Biden, mengadakan percakapan rahasia dalam beberapa bulan terakhir dengan staf Kremlin Yuri Ushakov dan sekretaris Dewan Keamanan Rusia Nikolai Patrushev.

Gedung Putih menolak mengomentari laporan itu. Kantor Biden hanya menanggapi pertanyaan mengenai cerita itu dengan menyebut orang-orang mengklaim banyak hal. Para pejabat tidak memberikan tanggal atau jumlah panggilan.

Baca JugaKuasa Hukum AKBP Doddy Prawiranegara Ungkap Adanya Bukti WA ‘Pisahkan Seperempat’ Irjen Teddy MinahasaElon Musk Bekukan Layanan Berbayar, Twitter Blue

Kremlin pada Senin, 7 November 2022, menolak berkomentar atas laporan Wall Street Journal mengenai komunikasi Washington dan Moskow untuk meredakan perang di Ukraina. “Kami tidak punya apa-apa untuk dikatakan tentang publikasi ini,” kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov kepada wartawan.

Peskov juga menolak mengomentari Washington Post yang mewartakan Amerika Serikat telah mendorong Ukraina memberi sinyal terbuka untuk pembicaraan dengan Rusia, setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengesampingkan negosiasi dengan Kremlin selama Putin berkuasa.

Baca JugaPengungkapan Kasus Sekeluarga Tewas di Kalideres RumitKasus Bak Puzzle Belum Ada Kesimpulan, Misteri Penghuni Rumah Kalideres

“Ya, kami tidak tahu apakah itu masalahnya atau tidak. Sekali lagi saya ulangi bahwa ada beberapa laporan yang benar, tetapi sebagian besar ada laporan yang murni spekulasi,” kata Peskov.

Dalam beberapa bulan terakhir, hanya ada sedikit kontak tingkat tinggi antara pejabat Amerika dan Rusia. Sebab, Washington berkukuh bahwa setiap pembicaraan untuk mengakhiri perang di Ukraina diadakan antara Moskow dan Kyiv.

Percakapan yang dilaporkan terjadi ketika Barat menuduh Moskow meningkatkan retorika nuklir. Rusia berulang kali menuduh Kyiv berencana menggunakan “bom kotor” radioaktif, tanpa memberikan bukti.

Baca JugaFerdy Sambo-Putri Candrawathi Titip Anak kepada ART hingga SekuritiTaeyong dan Doyoung Sempat Ingatkan Penggemar Tidak Berdesak-desakan di Area Depan Panggung, Dyandra Global Edutainment Minta Maaf

Kyiv membantah tuduhan tersebut. Sementara negara-negara seperti Amerika Serikat dan sekutu menyalahkan Kremlin. (*)

Kirim Komentar