SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Wamenkes Sebut Ada Sejumlah Obat Sedang Diinvestigasi, 15 dari 18 Obat Mengandung Etilen Glikol

724 dante
Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono.(Dok/Antara/Zubi Mahrofi)

SUDAH 99 anak di Indonesia meninggal karena gagal ginjal misterius. Wamenkes Dante Saksono Herbuwono menyebut ada sejumlah obat yang saat ini diinvestigasi dan dicurigai.

“Kita terus melakukan investigasi dan melakukan beberapa hal untuk identifikasi kelainan ginjal akut pada anak tersebut salah satunya adalah penyebab infeksi karena obat-obatan,” kata Dante kepada wartawan, Rabu (19/10).

Ia menambahkan, obat-obatan tersebut sudah diperiksa di laboratorium pusat forensik. Kemenkes bersama BPOM sedang mengidentifikasi lagi obat mana saja yang bisa menyebabkan kelainan ginjal tersebut.

Baca JugaKemana Ganjar Pranowo di Panggung Forum G20? Tanggapi Pidato Jokowi, RGP2024: Anggota G20 Harus Bersikap AdilUsai Kapolri Bentuk Timsus, Ferdy Sambo Perintahkan Anak Buahnya Hapus Rekaman CCTV, Begini Kronologinya

“Jadi bukan parasetamol yang tidak boleh, yang tidak boleh adalah karena beberapa obat tersebut mengandung Etilen Glikol (EG),” tutur Dante.

Berapa banyak sirop yang sedang dalam investigasi?

“Sedang diidentifikasi 15 dari 18 obat yang diuji mengandung (etilen glikol),” kata Dante.

Baca JugaMomen JPU Sebut Acay Tim CCTV Kasus KM50 di Sidang Pembunuhan Berencana Brigadir JLedakan di Jembatan Krimea Terjadi Usai Putin Rayakan Ulang Tahun ke-70

Dari belasan obat sirop untuk anak itu, semuanya mengandung EG dan selama ini dijual bebas di pasaran.

Untuk menghindari bahaya obat sirop ini, Dante mengimbau masyarakat membawa anaknya yang sakit ke dokter dan tidak membeli obat bebas.

“Masyarakat diimbau untuk pergi ke dokter karena dokter akan memberikan obat racikan dan parasetamol tetap aman,” jelas

Baca JugaTersangka Kasus Korupsi, Mantan Artis Sinetron Jin dan Jun Ditangkap Lalu HisterisPolisi Periksa 34 CCTV di Stadion Kanjuruhan

“Bukan parasetamol yang tidak aman, tetapi ada parasetamol yang mengandung EG,” tutupnya.

Sayangnya Dante tidak merinci merek obat sirop yang dimaksud. kumparan juga sudah menanyakan hal ini kepada BPOM, tetapi belum ada jawaban.

Bahaya Etilen

Dikutip dari laman Centers for Disease Control and Prevention (CDC), adalah bahan tidak berbau dan tidak berwarna yang digunakan untuk bahan industri seperti anti beku, rem hidrolik, tinta stempel, pelarut, cat, hingga kosmetik.

Baca JugaJadi Capres Partai Nasdem, Anies Baswedan: Bismillah Kami Terima, Kita Siapkan Ikhtiar Ini Sebagai Ibadah‘Penjual Dawet’ di Stadion Kanjuruhan Berikan Keterangan Palsu Soal Tragedi yang Tewas Minta Maaf, Ternyata Mantan Pengurus PSI

Di laman CDC tersebut dijelaskan, meski punya rasa yang manis, etilen glikol tidak seharusnya ditelan. Ketika masuk ke tubuh, etilen glikol terurai menjadi senyawa racun dan menyerang sistem syaraf pusat, jantung, dan akhirnya ginjal.

Sementara dietilen glikol, seperti namanya, adalah dua senyawa etilen disambung menjadi satu senyawa dengan satu atom oksigen di tengah-tengahnya. Dietilen punya deskripsi yang sama dengan etilen glikol dan juga sering digunakan sebagai pelarut.

CDC menjelaskan, ketika tertelan atau masuk ke tubuh, etilen glikol akan berubah menjadi senyawa beracun. Tahap 1, yang menyerang neurologis, berlangsung dari 30 menit hingga 12 jam setelah masuk.

Baca JugaApa Hubungan Hasil Penjualan Mobil dengan Kasus Sekeluarga Tewas di Kalideres?Terseret Kasus Ferdy Sambo, Robert Priantono Bonosusatya Disebut IPW, Siapa Sebenarnya RBT Ini?

Tahap 2 adalah kardiopulmoner yang berlangsung 12 hinga 24 setelah masuk. Tahap 3 adalah tahap ginjal yang terjadi pada 24 hingga 72 jam setelah senyawa masuk tubuh. (*)

Kirim Komentar