SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Viral Video Pengakuan Ismail Bolong Soal Bisnis Tambang Ilegal, Lalu Dibantah Pastikan Tidak Pernah Berikan Uang

Ismail Bolong membuat video klarifikasi dan permintaan maaf. Dok Istimewa

VIDEO berdurasi dua menit mengenai pengakuan seorang mantan anggota Polri di Polresta Samarinda, Kalimantan Timur, bernama Aiptu Ismail Bolong.

Dalam video tersebut, mantan anggota Polri yang pernah bertugas di Sat Intelkam Polresta Samarinda itu mengaku telah menjalankan bisnis sebagai pengepul batu bara ilegal yang beroperasi di sejumlah wilayah di Kaltim. Bisnis batu bara ilegal tersebut dilakukan saat dirinya masih aktif sebagai anggota Polri.

Ismail Bolong mengklaim telah menyetorkan uang Rp 6 miliar ke seorang jenderal yang bertugas di Mabes Polri. Hal itu dilakukannya supaya bisnis ilegalnya dapat berjalan dengan lancar.

Baca JugaFakta-fakta di Balik Tewasnya Satu Keluarga di Perumahan Citra Garden Satu ExtensionPengakuan Pembuat dan Penyebar Konten Syur Kebaya Merah, Rekam Adegan Pakai HP

Dalam pernyataannya, pria yang diketahui juga menjabat sebagai Ketua Kerukukan Keluarga Masyarakat Bone (KKMB) di Provinsi Kaltim tersebut menyatakan, uang Rp 6 miliar disetorkannya secara langsung kepada petinggi Polri itu di ruang kerjanya secara bertahap.

Terkait adanya penambangan batu bara di wilayah Kalimantan Timur, bahwa benar saya bekerja sebagai pengepul batu bara dari konsesi tanpa izin, dan kegiatan tersebut tidak dilengkapi surat izin,” ungkap Ismail Bolong di dalam video yang tengah viral di ragam media sosial tersebut.

Baca JugaFerdy Sambo: Pembunuhan Terjadi Akibat Kemarahan Saya Atas Perbuatan YosuaJejak Aktivis Kemerdekaan Papua, Filep Karma Ditemukan Meninggal di Pantai Base G Jayapura

Katanya, bisnis mengeruk emas hitam sudah dijalankan sejak Juli 2020 lalu sampai dengan November 2021. Sedangkan untuk lokasi tambang ilegal disebutkannya berada di daerah Santan Ulu, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara.

“Keuntungan yang saya peroleh dari pengepulan dan penjualan batu bara berkisar sekitar Rp 5 sampai Rp 10 miliar setiap bulannya,” terangnya.

Aktivitasnya itu berjalan dengan lancar, karena dirinya mendapatkan bekingan dari atasan dan seorang jenderal di Mabes Polri.

Baca JugaSederet Spekulasi Warga Soal Penyebab Tragedi Halloween di ItaewonFakta-fakta Terbaru Berdendang Bergoyang Festival Musik hingga 2 Orang Jadi Tersangka

Pria yang lebih kesohor sebagai pengusaha di Kaltim itu menguraikan, bahwa dirinya juga menyetorkan uang sebesar Rp 6 miliar secara bertahap pada 2021 lalu sebanyak tiga kali.

“Yaitu pada bulan September 2021 sebesar Rp 2 miliar, bulan Oktober 2021 sebesar Rp 2 miliar, dan bulan November 2021 sebesar Rp 2 miliar,” urainya.

“Saya berikan kepada beliau setiap bulannya, sejak bulan Januari 2021 sampai dengan bulan Agustus yang saya serahkan langsung ke ruangan beliau,” sambungnya.

Baca JugaBerikut Penjelasan Kerabat Korban 1 Keluarga 4 Orang Tewas di Perumahan Citra Garden Satu ExtensionPengakuan Penyidik Saat Periksa Bharada E Terkait Peristiwa Penembakan Brigadir J

Agar bisnis tambang ilegal miliknya tidak mendapat gangguan dari aparat Kepolisian setempat, Ismail mengaku sudah menyiasati dengan berkoordinasi dengan oknum polisi di Polres Bontang.

“Sedangkan untuk koordinasi ke Polres Bontang, saya pernah memberikan bantuan sebesar Rp 200 juta pada bulan Agustus 2021 yang saya serahkan langsung,” kata pria yang juga menjabat Ketua Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Kaltim tersebut.

“Dalam kegiatan pengepulan batu bara ilegal ini tidak ada perintah dari pimpinan. Melainkan atas inisiatif pribadi saya. Oleh karena itu, saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas tindakan yang saya lakukan,” ucapnya.

Baca JugaBIN Bantah Kabar Beri Info ke Pengacara Keluarga Brigadir JPemicu Penangkapan Pangeran Abdullah bin Faisal Al Saud oleh Arab Saudi

Video Klarifikasi Permintaan Maaf

Tak lama setelah video itu viral, muncul video Ismail Bolong lainnya pada Sabtu (5/11) yang meminta maaf kepada Jenderal di Mabes Polri terkait pernyataan mengenai penyerahan uang tambang ilegal itu.

Ismail mengatakan video awal yang viral itu direkam di sebuah hotel di Balikpapan sambil membaca sebuah naskah dan kondisinya di bawah tekanan.

Dia juga mengatakan tidak mengenal jenderal di Mabes yang dimaksud hingga tak ada penyerahan uang seperti yang disampaikan sebelumnya.

Baca JugaKementerian Dalam Negeri dan Keamanan Korsel: Korban Tewas Jadi 154 Orang, Termasuk Artis Produce 101 Season 2 Lee Ji-hanSaat Hakim Tanya ART Ferdy Sambo Soal BAP, Susi Ralat Isi BAP di Sidang

“Saya memohon maaf atas berita viral yang beredar. Saya klarifikasi bahwa berita itu tidak benar. Saya pastikan tidak pernah memberikan uang dan saya tidak kenal,” katanya.

Tanggapan Mahfud MD

Terkait video ini, Menko Polhukam Mahfud MD mengatakan sudah mengetahui video tersebut. Menurutnya video soal setoran ke Jenderal di Mabes Polri juga sudah dibantah oleh Ismail Bolong.

“Sudah dibantah sendiri oleh Ismail Bolong. Katanya sih waktu membuatnya Februari 2022 atas tekanan Hendra Kurniawan. Kemudian Juni dia minta pensiun dini dan dinyatakan pensiun per 1 Juli 2022,” kata Mahfud. (*)

Kirim Komentar

Ketika Sains Melihat Hantu Kenapa Indonesia Tak Dijadikan Negara Islam Saja? Terungkap Alasan Hepatitis Akut Disebut Misterius