SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Video Kebaya Merah Dipatok Pemesan Rp750 Ribu

AE7FB879 2794 417C 8ADE 60D71746D0B9
Pemeran kebaya merah saat dirilis di Polda Jatim.

DUA aktor video mesum wanita kebaya merah, ACS dan AH mengaku sengaja membuat video atas pesanan seseorang di Twitter. Mereka menyebut, tidak mematok harga untuk pesanan video ini. Namun, video kebaya merah dihargai sang pemesan Rp 750 ribu.

Kini, keduanya telah ditetapkan tersangka. Keduanya juga dihadirkan saat konferensi pers di Polda Jatim.

Dirreskrimsus Polda Jatim, Kombes Farman mengatakan, berdasarkan hasil penyidikan, keduanya mengakui ide membuat video sesuai pesanan di DM Twitter.

Baca JugaDuduk Perkara Cabut Label ‘Tim Aksi Kasih Gereja Reformed Injili Indonesia’ di Tenda Bantuan CianjurPernyataan Lengkap Ayah-Ibu Brigadir J untuk Ferdy Sambo-Putri Candrawathi

Untuk memproduksi video mesum, kedua pelaku hanya bermodalkan smartphone. Lalu, diedit, disimpan, dan disebarkan menggunakan laptop via Telegram.

“Direkam pakai handphone dan dikirim lewat Telegram,” ujar Farman saat konferensi pers di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Selasa (8/11/2022).

Baca JugaTidak Gubris Tekanan Internasional, Rusia Pilih Perang Daripada BernegoisasiNelayan Temukan Jok Diduga Berasal dari Helikopter Polairud yang HIlang di Perairan Belitung

Kedua tersangka mengaku tak mematok harga dari pembuatan video. Namun, mereka menerima transferan Rp 750.000 dari pemesan melalui DM Twitter.

Selanjutnya, uang itu diterima melalui akun pembayaran digital, baik dari ACS mau pun AH. “Melalui endorse di Twitter, lalu pengiriman via Telegram, kemudian pembayaran pakai payment gateway,” tambah Farman.

Sementara itu, Plh Kasubdit V/Siber Ditreskrimsus Polda Jatim, Kompol Harianto Rantesalu mengamini hal itu. Menurutnya, per pesanan video yang didapat, ia diberi Rp 750.000.

Baca JugaFerdy Sambo Bantah Terlibah Konsorsium 303, Begini Tanggapan Kuasa Hukum Keluarga Brigadir JBareskrim Polri Periksa 2 Pejabat BPOM Terkait Kasus Gagal Ginjal Akut

“Awalnya AH menerima DM berisi permintaan tersebut dibayar sekitar Rp 750.000, dengan uang itu memesan kamar hotel sesuai pesanan dengan memperagakan atau seolah sebagai karyawan hotel,” tuturnya.

Akibat ulahnya, keduanya diancam Pasal 27 Ayat 1 Juncto Pasal 45 Ayat 1 Undang-Undang (UU) Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE dan atau Pasal 29 Juncto Pasal 4 dan atau Pasal 34 Juncto Pasal 8 UU Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi. ACS dan AH terancam pidana selama 5 tahun penjara. (*)

Kirim Komentar

Ketika Sains Melihat Hantu Kenapa Indonesia Tak Dijadikan Negara Islam Saja? Terungkap Alasan Hepatitis Akut Disebut Misterius