SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Vera Simanjuntak Sebut Brigadir J Pernah Cerita Punya Masalah dengan Brigadir Daden Ajudan Ferdy Sambo

kekasih brigadir nofriansyah yosua hutabarat alias brigadir j vera simanjuntak
Kekasih Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J, Vera Simanjuntak memberikan kesaksian dalam sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (25/10/2022).

PERSIDANGAN kasus pembunuhan berencana Nopriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J memunculkan beberapa fakta baru. Satu di antaranya Brigadir Daden Miftahul Haq yang disebut punya peran cukup besar.

Nama Brigadir Daden Miftahul Haq sedianya tak begitu terdengar saat kasus itu di tahap penyelidikan dan penyidikan.

Namun, saat kekasih dan adik Brigadir J, Vera Maretha Simanjuntak serta Mahareza Rizky, dihadirkan sebagai saksi untuk terdakwa Bharada Richard Eliezer, nama Brigadir Daden Miftahul Haq kerap disebut.

Baca JugaAyah Brigadir J Sebut Istrinya Emosi Ke Hendra Kurniawan Saat Mendengar Tidak Ada CCTV di Rumah Ferdy SamboTwitter di Bawah Kendali Elon Musk

Berdasarkan keterangan Vera, Brigadir Daden Miftahul Haq disebut sempat bermasalah dengan Brigadir J.

Kedua ajudan Ferdy Sambo itu disebut mulai berselisih sejak tiga tahun lalu.

Baca JugaJejak Bom Mobil Tewaskan 100 Orang di SomaliaSampaikan Duka Cita Tragedi Kanjuruhan, Kapolri Tawarkan Anak Korban Masuk Polisi

“Kalau dulu tahun 2019 bahwa dia itu pernah ada masalah sama salah satu ajudan,” ujar Vera dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa, 25 Oktober.

Hakim ketua Wahyu Iman Santoso lantas meminta Vera untuk menyebut nama ajudan Ferdy Sambo yang dimaksud.

“Brigadir Daden,” kata Vera.

“Korban pernah cerita tentang terdakwa?” tanya hakim.

“Tidak Yang Mulia,” jawab Vera.

Namun, Vera menyatakan, sehari sebelum kekasihnya meninggal dunia pada 7 Juli, Brigadir J sempat bercerita ajudan itu sangat tak baik.

Baca JugaKapolri Ingatkan Agar Tidak Ada Penggunaan Politik Identitas di Pilpres 2024Alasan Ambil Pisau Usai Kejadian Keributan dengan Brigadir J, Kuat Ma’ruf Sebut Dengar Teriakan Susi dari Kamar Putri Candrawathi

Hanya saja, tak dipaparkan masalah yang terjadi antara Brigadir J dengan Brigadir Daden.

“Terus dia ngomong kurang ajar orang ini,” kata Vera.

Tapi, menurut Vera, kekasihnya itu tak menjelaskan penyebab atau pemicu perselisihan tersebut.

Kala itu, Brigadir J yang menghubunginya melalui telepon hanya menyebut telah dituding sebagai penyebab Putri Candrawathi sakit. Meski, tak merujuk sosok penudingnya.

Baca JugaPolisi Selidiki Penyebab Kebakaran di Kubah Masjid Jakarta Islamic Center hingga Runtuh Dilalap ApiHari Ini, 85 Organ Relawan Total Dukung Ganjar Pranowo Nyapres 2024

“Terus Kenapa tadi bang? ‘Kurang ajar orang ini.’ Terus saya bilang kurang ajar gimana? ‘Ibu sakit, aku dituduh bikin ibu sakit.’ Sakit apa saya bilang? ‘Enggak tahu saya.’,” ungkap Vera menceritakan ulang komunikasinya dengan Brigadir J.

“Terus siapa yang nuduh saya bilang, ‘ada lah orang di skuat sini.’ Emang abang apain ibu? Abang pukul ibu? ‘oh enggak lah dek. Aku diancam’,” sambungnya.

Vera yang merasa penasaran hanya menanyakan orang yang mengancamnya. Brigadir J kala itu hanya menyebut ‘skuat’ walau tidak merinci siapa yang dimaksud

Baca JugaKapolri Benarkan Kapolda Jatim Ditangkap Terkait Kasus NarkobaAda 335 Laporan Orang Hilang Usai Tragedi Maut Halloween di Itaewon

“Siapa yang ancam? ‘Squad-squad di sini.’ Ya sudah kalah abang tidak salah, abang jangan takut,” sebut Vera.

“Iya nanti aku kabari lagi ya.’ Memang abang lagi di mana? ‘Lagi di Magelang’,” sambungnya.

Vera menyebut pada sehari sebelum kekasihnya tewas, ada ancaman pembunuhan yang diterima Brigadir J.

Baca JugaTerungkap Isi Chat Irjen Teddy Minahasa Soal Kasus Narkoba: Sudah Dihapus Tapi ‘Dikunci’ LindaTragedi Jembatan Roboh di India, 137 Orang Tewas

“Tanggal 7 itu ancamannya itu berani kau naik ke atas, ku bunuh kau,” kata Vera.

Sementara untuk Mahareza Rizky, Brigadir Daden Miftahul Haq disebut sempat menanyainya soal kepemilikan senjata api (senpi). Pertanyaan itu dilayangkan secara tiba-tiba

Pertanyaan itu disebut dilontarakan Brigadir Daden pada 8 Juli 2022 atau pasca Yosua tewas di rumah dinas Sambo, Kompleks Polri, Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Baca JugaPSSI Angkat Suara Terkait Keputusan PT Liga Indonesia Baru Menolak Rekomendasi Polisi Sebelum Tragedi KanjuruhanPutri Candrawathi Minta Maaf ke Ayah-Ibu Brigadir J: Siap Jalani Sidang dengan Ikhlas dan Ketulusan Hati, Agar Seluruh Peristiwa Terungkap

Semua bermula ketika Brigadir Daden menghubunginya sekitar pukul 19.00 WIB. Disebutkan ajudan Ferdy Sambo itu mempertanyakan mengenai keberadanya.

“‘Kamu di mana? (tanya Daden, red). Saya jawab di kosan, dekat Saguling,” ujar Reza.

Kemudian, disebutkan, kalimat selanjutnya yang dilayangkan Daden yakni soal Reza membawa senpi atau tidak.

Baca JugaTerungkap Pertemuan Empat Mata Jokowi-Megawati Soekarnoputri di Istana Batu Tulis, Salah Satunya Pembahasan Pilpres 2024Pidato Bung Karno Tentang Maulid Nabi: Jikalau Engkau Benar-benar Merayakan, Kerjakanlah Apa yang Ia Perintahkan

Sehingga, adik Brigadir J itu menjawab tak membawa senpi. Lantas, Reza diminta Daden untuk datang ke Biro Provos di Mabes Polri.

Bahkan, pertanyaan yang sama juga disampaikan Daden usai Reza tiba di kantor Biro Provos.

“Dia tanya lagi saya bawa senpi atau tidak? Dia langsung geledah sampai kaki, dan beliau (Daden) minta buka jok motor,” papar Reza di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Baca JugaShin Tae-yong: Jika Ketua PSSI Mundur Maka Saya pun Harus Mengundurkan DiriKata Pembuka Ketum PSSI Iwan Bule di Stadion Kanjuruhan: Hadirin yang Berbahagia, Picu Komentar Warganet

Lantas, hakim ketua Wahyu Iman Santoso mempertanyakan ada tidaknya kecurigaan yang dirasakan Reza.

Dikatakan, Reza memang sudah curiga dengan perilaku Daden. Tapi, belum mengetahui bahwa Yosua telah meninggal.

“Di situ saya sudah curiga, tapi saya belum tahu apa-apa,” kata Reza. (*)

Kirim Komentar