SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Usai Kapolri Bentuk Timsus, Ferdy Sambo Perintahkan Anak Buahnya Hapus Rekaman CCTV, Begini Kronologinya

irjen ferdy sambo saat rekonstruksi 169
Irjen Ferdy sambo saat rekonstruksi. (Foto: YouTube Polri TV)

PAGI hari sebelum Mabes Polri menyampaikan secara resmi ke publik tentang kematian Brigadir J atau Brigadir N Yosua Hutabarat, amarah Ferdy Sambo memuncak. Rupanya CCTV yang menjadi kunci terungkapnya kasus ini tidak dalam penguasaan anak buahnya.

Kronologi ini dimulai pada Senin, 11 Juli 2022, padahal pada Selasa, 12 Juli 2022, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membentuk tim khusus atau timsus.

“Mudah-mudahan ini bisa menjawab keraguan publik terkait dengan isu-isu liar dan ini bagian dari kami untuk memberikan informasi dan menyampaikan hasil-hasilnya secara objektif. Demikian, terima kasih,” ucap Kapolri saat itu.

Baca JugaYLBHI Temukan Adanya Dugaan Pelanggaran Aparat Kepolisian dalam Tragedi KanjuruhanMahfud Md: Sejak Otsus Dimulai Tahun 2001, Lebih dari Rp1.000 Triliun Dana Pusat untuk Papua, Era Lukas Capai Rp500 Triliun Lebih

Betapa ironisnya, karena seusai pembentukan timsus, Ferdy Sambo malah memerintahkan para anak buahnya memusnahkan rekaman CCTV kunci itu.

Lantas apa saja ulah Ferdy Sambo dkk?

READ MORE
Hal itu terkuak dalam surat dakwaan yang dibacakan untuk Brigjen Hendra Kurniawan. Hendra disebut bersama-sama dengan Kombes Agus Nurpatria Adi Purnama, AKBP Arif Rachman Arifin, Kompol Chuck Putranto, Kompol Baiquni Wibowo, dan AKP Irfan Widyanto, yang diadili dalam berkas terpisah.

Baca JugaPolisi Pastikan Ade Yunia Rizabani Bukan Korban MutilasiKesaksian AKBP Ari Cahya Tim KM50: Sebelum Jasad Brigadir J Diangkut Ambulans, Ferdy Sambo Terlihat Serius Berbicara di Ponsel

Redaksi delik.news menjabarkan apa yang dilakukan mereka dalam rangka menghalangi penyidikan kasus kematian Yosua seperti termuat dalam surat dakwaan yang dibacakan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), sebagai berikut:

Senin, 11 Juli 2022

10.00 WIB

DVR CCTV yang menjadi kunci terungkapnya rekayasa tembak-menembak sudah berada di Polres Jaksel. Chuck, yang menyerahkan CCTV itu, lantas dipanggil Ferdy Sambo. Namun sebenarnya saat itu Ferdy Sambo tidak tahu DVR CCTV sudah berada di penyidik Polres Jaksel.

Di sinilah Ferdy Sambo memarahi Chuck. Ferdy Sambo lantas meminta Chuck mengambil lagi DVR CCTV itu dan menyalin serta melihat isinya.

Baca JugaSuara PAN Semakin Anjlok, Siapkah Zulhas Tancap Gas di Pemilu 2024?Sidang Banding Terkait Putusan Pemberhentian Tidak dengan Hormat Ferdy Sambo Dipimpin Jenderal Bintang Tiga

“Ferdy Sambo melanjutkan kata-katanya dengan nada marah, ‘Lakukan, jangan banyak tanya. Kalau ada apa-apa, saya tanggung jawab,’ dan dijawab oleh Chuck, ‘Siap, Jenderal!’,” ucap jaksa.

Chuck lantas mengambil DVR CCTV itu ke Polres Jaksel.

Selasa, 12 Juli 2022

17.00 WIB

Ferdy Sambo menelepon Chuck untuk menemuinya di rumah dinas Duren Tiga.

20.30 WIB

Chuck menelepon Baiquni untuk bertemu di rumah dinas Duren Tiga. Chuck meminta Baiquni menyalin dan melihat isi dari DVR CCTV itu. Baiquni sempat ragu, tetapi Chuck meyakinkannya.

Baca JugaTangis Ibu Brigadir J Pecah, Rosti Simanjuntak: Saya Secara Manusia Rasanya Hancur Menerima Duka IniKapolri Ingatkan Agar Tidak Ada Penggunaan Politik Identitas di Pilpres 2024

“Dijawab Chuck, ‘Kemarin saya sudah dimarahi. Saya takut dimarahi lagi’. Selanjutnya Chuck menyerahkan kunci mobilnya kepada Baiquni untuk mengambil DVR CCTV yang disimpan di mobilnya,” ucap jaksa.

DVR CCTV itu kemudian mencari data rekaman tanggal 8 Juli 2022 dari pukul 16.00 WIB sampai 18.00 WIB yang terdapat dalam DVR CCTV itu. Data itu dipindahkannya ke flash disk warna merah-hitam.

Rabu, 13 Juli 2022

02.00 WIB

Baiquni menemui Chuck di Kompleks Polri Duren Tiga selepas kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara atau olah TKP. Chuck bersama Baiquni dan Arif serta Ridwan Rhekynellson Soplanit (saat itu sebagai Kasat Reskrim Polres Jaksel) melihat rekaman CCTV itu.

Baca JugaKonflik Antara Kevin Sanjaya Sukamuljo-Herry Iman Perngadi Memanas, Saling Komentar di MediaBerikut 10 Tersangka Terkait Kasus Suap Pengurusan Perkara di MA, Salah Satunya Hakim Agung

“Chuck melaporkan dahulu kepada Arif Rachman Arifin di mana pada saat itu juga berada di TKP dengan mengatakan, ‘Bang, kemarin Bapak perintahkan untuk meng-copy dan melihat isinya. Abang mau lihat nggak?’,” ucap jaksa.

Di sinilah kemudian Chuck menyadari Yosua tampak di rekaman CCTV pada 17.07 WIB sampai 17.11 WIB. Hal ini disebutnya tidak sesuai dengan keterangan Mabes Polri yang disampaikan ke publik, di mana sebenarnya keterangan itu adalah rekayasa Ferdy Sambo.

“Arif sangat kaget karena tidak menyangka bahwa apa yang sudah Arif dengar beberapa hari yang lalu informasi tentang kronologi kejadian tembak-menembak yang disampaikan oleh Kapolres Jaksel Kombes Budhi Herdi dan Karo Penmas Divhumas Brigjen Ramadhan ternyata tidak sama dengan apa yang Arif lihat pada CCTV tersebut,” ucap jaksa.

Baca JugaART Ferdy Sambo Klaim CCTV di TKP Pembunuhan Brigadir J Rusak, Kodir: Monitor Enggak Ada Gambar Sama SekaliSederet Bantahan Menko Polhukam Mahfud MD Terkait Dalih Hary Tanoe Soal ASO

Arif lalu menelepon dan menceritakan apa yang dilihatnya ke Hendra Kurniawan. Setelahnya Hendra mengajak Arif untuk menemui Ferdy Sambo.

20.00 WIB

Arif diajak Hendra menemui Ferdy Sambo menceritakan tentang Yosua yang tampak di rekaman CCTV. Ferdy Sambo lantas mengancam para anak buahnya itu untuk tidak membocorkan hal ini.

“Ferdy Sambo berkata, ‘Kenapa kamu tidak berani natap mata saya. Kamu kan sudah tahu apa yang terjadi dengan mbakmu’,” ucap jaksa menirukan ucapan Ferdy Sambo ke Arif.

Baca JugaKamaruddin Simanjuntak: Putri Candrawathi Tembak Brigadir J dengan Senjata Buatan Jerman, Hakim Ingatkan Sampaikan Informasi Secara Lengkap Beserta SumbernyaPenguji Forensik Puslabfor Polri Ungkap Temukan 12 Butir Peluru dari 3 Jenis yang Berbeda di TKP

“Hendra Kurniawan berkata, ‘Sudah, Rif, kita percaya saja’,” imbuhnya.

Ferdy Sambo pun meminta para anak buahnya memusnahkan rekaman CCTV itu.

20.30 WIB

Setelahnya, Arif menemui Chuck dan Baiquni di pantry depan ruangan Ferdy Sambo. Arif menyampaikan perintah Sambo untuk menghapus semua file terkait Yosua itu. Di sini Baiquni sempat meminta izin menyimpan file pribadinya dulu sebelum menghapus semua data Yosua.

Kamis, 14 Juli 2022

21.00 WIB

Baiquni menemui Arif dan menyampaikan file di laptopnya sudah bersih. Laptop itu kemudian diletakkan di mobil Arif.

Baca JugaTragedi Jembatan Roboh di India, 137 Orang TewasSaksi Ungkap Ferdy Sambo Sosok yang Gampang Marah

23.00 WIB

Hendra Kurniawan menelepon Arif menanyakan soal perintah Ferdy Sambo sudah dilaksanakan atau belum. Arif menjawab perintah Sambo sudah dilaksanakan.

Jumat, 15 Juli 2022

Arif mematahkan laptop yang disebut Baiquni sudah bersih dari data rekaman Yosua.

Senin, 8 Agustus 2022

17.00 WIB

Arif menyerahkan laptop yang sudah dipatahkan itu ke penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum dengan sukarela. (*)

Kirim Komentar