SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Update Kasus Gagal Ginjal Akut di Indonesia, Berikut Poin Penjelasan Menkes

20221021101521
Menkes Budi Gunadi Sadikin. Menkes mengatakan, pasien gangguan ginjal akut yang meninggal saat ini sudah lebih dari 50 persen dari kasus yang sakit. (Sumber: youtube FMB9ID_IKP)

SEBANYAK 241 orang tercatat mengalami gagal ginjal akut di Indonesia. Data ini merupakan update dari data dua hari sebelumnya yang berisi 206 kasus.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan dari 241 kasus terkini, sebanyak 133 orang dinyatakan meninggal dunia.

Jumlah kematian itu mencapai 55 persen dari total kasus yang ada. Selain itu, kasus gagal ginjal akut ini pun telah ditemukan di 22 provinsi di Indonesia.

Baca JugaMengungkap Motif Christian Rudolf Tobing Bunuh Ade Yunia RizabaniVideo Kebaya Merah Dipatok Pemesan Rp750 Ribu

“Sampai sekarang kita sudah mengidentifikasi ada 241 kasus gagal ginjal akut atau AKI [acute kidney injury] di 22 provinsi dengan 133 kematian atau 55 persen dari kasus,” kata Budi dalam konferensi pers, Jumat (21/10).

Budi menyampaikan sejauh ini Kemenkes telah melakukan berbagai penelitian guna mencari penyebab kasus gagal ginjal akut tersebut. Ia mengklaim setidaknya 75 persen penyebab diklaim telah diketahui Kemenkes.

Baca JugaHeru Subagia Pendukung ‘Radikal’ Ganjar Pranowo: PDI Perjuangan Jika Ingin Menang Harus Dukung Mas GanjarKorut Tembakkan Sejumlah Peluru Arteleri ke Dekat Zona Demiliterisasi Korea

Berikut poin-poin penjelasan Menkes terkait update kasus gagal ginjal akut di Indonesia.

Melonjak pada Agustus 2022

Budi mengatakan kasus gagal ginjal akut ini mulai melonjak pada Agustus 2022. Menurut Budi, kasus ini umum terjadi tapi dalam jumlah kecil.

“Ada lonjakan di bulan Agustus naik 36 kasus. Ketika ada kenaikan kita mulai melakukan penelitian, ini penyebabnya apa,” ucap Budi.

Baca JugaBegini Cara Keluarga Kalideres Jual Barang, Polisi: Diletakkan di Luar RumahJanji Diganti Ferdy Sambo, Pengacara Ungkap Jet Pribadi yang Disewa Gunakan Uang Pribadi Brigjen Hendra Kurniawan

Selang sebulan, Kemenkes pun melakukan penelitian guna mencari penyebab penyakit itu.

Hasil penelitian pertama menunjukkan gagal ginjal itu banyak menyerang anak usia di bawah lima tahun. Mereka yang menderita pun terus mengalami penurunan kondisi, terutama setelah lima hari dirawat.

Bukan karena Covid-19

Budi menegaskan kasus gagal ginjal akut di Indonesia bukan disebabkan infeksi virus corona atau Covid-19 dan vaksinasi. Hal itu diketahui usai Kemenkes melakukan penelitian pada September lalu.

Baca JugaJejak Bom Mobil Tewaskan 100 Orang di SomaliaBakal Presiden yang Diusung Nasdem, Anies Baswedan: Kita Harus Bekerja Bersama dengan Partai Pengusung

“Apa ini karena Covid? Ternyata enggak. Apakah karena vaksin? Di bawah lima tahun tidak divaksin,” ucapnya.

Setelah dilakukan penelitian, Budi mengatakan gagal ginjal akut juga tidak diakibatkan oleh patogen. Klaim itu disebut Budi baru dipastikan usai Gambia melaporkan kasus serupa yang ternyata disebabkan oleh senyawa kimia.

“Dan senyawa kimianya adalah etilen glikol (EG) dan dietilen glikol (DEG). Itu ditemukan,” ujarnya.

Kirim Komentar

Ketika Sains Melihat Hantu Kenapa Indonesia Tak Dijadikan Negara Islam Saja? Terungkap Alasan Hepatitis Akut Disebut Misterius