SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Uji Kejujuran, Bharada E dan Kuwat Ma’ruf Diperiksa Pakai Alat Pendeteksi Kebohongan

direktur tindak pidana umum bareskrim polri brigjen andi rian djajadi 169
Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian

DIRTIPIDUM Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi menyebut hari ini tersangka Bripka Ricky Rizal dan Kuat Ma’ruf diperiksa menggunakan alat pendeteksi kebohongan (lie detector) terkait kasus tewasnya Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J). Sementara itu, tersangka Bharada Richard Eliezer (Bharada E) sudah diperiksa lebih dulu.

“(Hari ini) RR (Ricky Rizal) dan KM (Kuat Ma’ruf). Bharada RE sudah duluan sebelum tersangka lainnya,” kata Andi kepada wartawan, Senin (5/9/2022).

Andi mengatakan pemeriksaan menggunakan lie detector tersebut akan dilakukan kepada semua tersangka. Pemeriksaan dengan alat pendeteksi kebohongan dilakukan guna menguji kejujuran keterangan para tersangka.

Baca JugaTerungkap Hasil Pemeriksaan Lie Detector Putri CandrawathiSelidiki Kasus Dugaan Pembunuhan Brigadir J, Komnas HAM Temukan Indikasi Kuat Pelanggaran HAM

“Iya semuanya (akan diperiksa pakai lie detector), terjadwal dua orang per hari,” ucapnya.

“Untuk menguji tingkat kejujuran tersangka dalam memberikan keterangan,” tambahnya.

Seperti diketahui, Brigadir J tewas dengan luka tembak di tubuhnya. Penembakan itu terjadi di rumah dinas Ferdy Sambo, Duren Tiga, Jakarta Selatan, pada Jumat (8/7).

Baca JugaMenteri Luar Negeri Belarus Vladimir Makei Meninggal MendadakPolisi Tembak Polisi di Lampung Tengah, Aipda Ahmad Karnaen Meninggal Dunia

Dalam kasus ini, lima orang ditetapkan sebagai tersangka. Mereka adalah Bharada Richard Eliezer atau Bharada E, Irjen Ferdy Sambo, Bripka Ricky Rizal, Kuat Ma’ruf, dan istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi.

Peran Bharada E adalah diperintah Ferdy Sambo menembak Brigadir J. Selain memerintah, mantan Kadiv Propam itu diduga merekayasa kronologi kasus pembunuhan seolah-olah terjadi baku tembak antara Bharada E dan Brigadir J di rumah dinasnya.

Sementara itu, Bripka RR dan KM berperan ikut membantu dan menyaksikan penembakan Bharada E terhadap korban. Sedangkan peran Putri adalah mengikuti skenario awal yang telah dirancang Sambo.

Baca JugaPolri Tanggapi Isu Sebut Irjen Fadil Imran-Irjen Panca Putra Simanjuntak-Irjen Nico Afinta Terkait Kasus Brigadir JBenny K Harman: Saya Hanya Dengar, Ada ‘Genderuwo’ Tak Ingin Pak Anies Maju Jadi Capres 2024

Mereka dijerat Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana subsider Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan juncto Pasal 55 juncto 56 KUHP. Kecuali Putri, keempat tersangka sudah ditahan. (*)

Kirim Komentar

Ketika Sains Melihat HantuKenapa Indonesia Tak Dijadikan Negara Islam Saja?Terungkap Alasan Hepatitis Akut Disebut Misterius