SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Turki Tolak Ucapan Belasungkawa Amerika Serikat Atas Serangan di Istanbul

Fhk99mHVQAALWZZ
Bom Turki Istanbul.

PEMERINTAH Turkiye menolak mentah-mentah belasungkawa yang disampaikan Amerika Serikat (AS) atas serangan yang terjadi Ahad lalu di pusat Kota Istanbul.

Penolakan belasungkawa itu disampaikan langsung oleh Menteri Dalam Negeri Turkiye, Suleyman Soylu.

“Saya tegaskan sekali lagi bahwa kami tidak menerima, dan menolak ucapan belasungkawa dari Kedutaan Besar AS,” jelas Soylu, dikutip dari Anadolu Agency, Selasa (15/11).

Baca JugaMobil Dinas Polisi Terlibat Tabrak Lari di Parepare, Terungkap Milik Polda GorontaloAset Indra Kenz Dirampas Negara, Korban Tidak Terima Putusan Hakim

Sebelumnya serangan bom yang meledak di Taksim Square dan memakan 6 korban jiwa serta melukai 81 lainnya itu dilakukan oleh seorang perempuan bernama Ahlam Albashir. Albashir adalah milisi Kurdi dari Partai Pekerja Kurdistan (PKK).

Setelah ledakan itu terjadi, pemerintah AS segera menunjukkan belasungkawa mereka melalui Sekretaris Pers Gedung Putih Karine Jean-Pierre.

Baca JugaBanjir Besar Rendam 6 Kecamatan 15 Ribu Jiwa Terdampak di Sumatera UtaraTerungkap Isi Chat Irjen Teddy Minahasa Soal Kasus Narkoba: Sudah Dihapus Tapi ‘Dikunci’ Linda

“Amerika Serikat mengutuk keras aksi kekerasan yang terjadi hari ini di Istanbul, Turkiye,” jelas Jean-Pierre. Kalimat itu diretweet ulang oleh akun Twitter kedutaan besar AS untuk Turkiye.

Namun belasungkawa itu segera ditolak Turkiye. Bagi Turkiye, aliansi dengan negara yang mengganggu elemen, wilayah, dan perdamaian Turkiye adalah aliansi bermasalah.

“Siapa pun yang membantu PYD (Partai Persatuan Demokrat Suriah), mencoba memberikan intelijen internal kepada PKK, adalah pelakunya,” jelas Soylu.

Baca JugaXi Jinping Tertangkap Kamera Tegur Justin Trudeau, Ada Apa Beijing-Kanada Ribut-ribut di KTT G20?Ahlam Albasir Wanita Suriah Ditangkap Diduga Terkait Ledakan Bom Istanbul

Bahkan Presiden Turkiye, Recep Tayyip Erdogan kerap menuduh AS memasok senjata kepada pejuang Kurdi yang terletak di Suriah utara, dikutip dari Arab News, Selasa (15/11).

Soylu juga menjelaskan pelaku pengeboman itu mencoba melarikan diri dari Turkiye. Namun dia berhasil ditangkap pihak berwenang. Orang yang merancang serangan juga berhasil ditangkap.

Soylu mengungkap berdasarkan percakapan telepon yang dipantau, organisasi teror pelaku serangan itu telah memberikan instruksi untuk membunuh pelaku ledakan setelah serangan.

Baca JugaKronologi Perseteruan China-Kanada hingga Kemarahan Xi Jinping ke Justin Trudeau di KTT G20 BaliKemana Ganjar Pranowo di Panggung Forum G20? Tanggapi Pidato Jokowi, RGP2024: Anggota G20 Harus Bersikap Adil

“Jelas mereka menyusun rencana untuk membunuh teroris dan mencegah kami menguraikan seluruh jaringan dan penyebab yang mendasari insiden tersebut,” ujar Soylu.

Albashir sendiri telah mengaku dia dilatih oleh organisasi teror YPG (Satuan Pertahanan Rakyat)/PKK sebagai agen intelijen. Albashir menjelaskan dia memasuki Turkiye secara ilegal dari wilayah Afrin Suriah.

Albashir juga mengaku dia menerima perintah serangan dari markas organisasi teror itu di Kobani, Suriah.

Baca JugaTurki Melarang Liputan Media Tentang Pengeboman IstanbulIni Alasan Rusia Tarik Mundur di Wilayah Kherson

Sebelumnya PKK dianggap Turkiye, AS, dan Uni Eropa sebagai organisasi teror. Dalam 35 tahun melawan Turkiye, PKK bertanggung jawab atas kematian lebih dari 40.000 orang. Selain itu, Turkiye juga menganggap YPG sebagai cabang kelompok teror PKK di Suriah. (*)

Kirim Komentar

Ketika Sains Melihat Hantu Kenapa Indonesia Tak Dijadikan Negara Islam Saja? Terungkap Alasan Hepatitis Akut Disebut Misterius