SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Tulang Tengkorak Paul Pelosi Patah, Apa Motif David Depape Serang Suami Nancy Pelosi dengan Palu?

1667083360703 nn mba new details in paul pelosi attack 221029 1920x1080 4rw44c
Polisi mengidentifikasi penyerang Paul Pelosi. Dia adalah David Depape yang berusia 42 tahun, yang kini ditahan polisi.

PERISTIWA penyerangan bisa dialami oleh siapapun, sekalipun pejabat. Kemarin, suami Ketua DPR Amerika Serikat (AS) Nancy Pelosi, Paul Pelosi, diserang di rumahnya. Penyerangan terjadi di pagi hari.

delik.news melansir dari beberapa media asing. CNN melaporkan kediaman Nancy dan Paul berada di San Fransisco, Amerika Serikat. Penyerangan itu terjadi di sana.

Juru bicara Nancy Pelosi, Drew Hammil, menerangkan penyerang sudah diamankan aparat. Kini penyerang Paul Pelosi berada di tahanan.

Baca JugaKasus Pencabulan Santriwati, Bechi Dituntut 16 Tahun PenjaraKemenkes Izinkan 156 Obat Cair yang Boleh Diresepkan Kembali, Ini Daftarnya

Polisi pun masih menggali motif penyerangan terhadap Paul Pelosi. Nancy Pelosi sendiri, berada di Washington DC saat suaminya diserang.

Kemudian dalam laporan AFP, penyerang Paul itu menuntut untuk pertemu dengan Nancy. Namun, karena dia tidak bertemu Nacy, dia menyerang Paul dengan palu hingga Paul mengalami patah tulang tengkorak.

Baca JugaElon Musk Bekukan Layanan Berbayar, Twitter BlueIkut Terseret Robot Trading Net89, Begini Klarifikasi Atta Halilintar

“Pak Pelosi dirawat di Rumah Sakit Umum Zuckerberg San Francisco di mana dia menjalani operasi yang sukses untuk memperbaiki patah tulang tengkorak dan cedera serius pada lengan dan tangan kanannya,” ujar juru bicara Pelosi tersebut.

“Dokternya mengharapkan pemulihan penuh,” imbuh Hammill.

Suami Nancy Sempat Berebut Palu

Saat kejadian pada Jumat (28/10) waktu setempat, Paul Pelosi (82) berada di rumah sendirian karena istrinya sedang bekerja di Washington, DC.

Polisi San Francisco mengatakan petugas menemukan penyerang di rumah pasangan itu sebelum pukul 02:30 waktu setempat, di mana si penyerang dan Paul Pelosi sedang berebut palu.

Baca JugaDinyatakan Hilang, Mahasiswi IPB Adzra Nabila Diduga Terperosok di Gorong-gorong dan Masuk ke Drainase yang Mengalirkan Air ke Sungai CiliwungMabes Polri Akui Sejumlah Gas Air Mata yang Digunakan Kadaluwarsa di Tragedi Kanjuruhan

“Tersangka menarik palu dari Pak Pelosi dan menyerangnya dengan kasar,” kata kepala polisi San Francisco Bill Scott kepada wartawan, yang kemudian mengatakan bahwa Paul Pelosi dipukul setidaknya sekali.

Identitas Penyerang

Polisi mengidentifikasi penyerang tersebut. Dia adalah David Depape yang berusia 42 tahun, yang kini ditahan polisi.

Pada konferensi pers Jumat malam, Scott mengatakan bahwa dia belum bisa secara terbuka mengungkapkan dugaan motif kejahatan tersebut.

Baca JugaAjudan Ferdy Sambo Ungkap 3 Senjata Api yang Selalu Jadi Pegangan Ferdy SamboBMKG Ingatkan Ada Potensi Hidrometeorologi di Jawa Timur

“Ini bukan tindakan acak,” kata Scott. “Ini disengaja, dan itu salah,” ujarnya.

“Semua orang harus muak dengan apa yang terjadi pagi ini,” imbuhnya.

Media-media AS, mengutip sumber keluarga, mengatakan penyusup mengatakan kepada Paul Pelosi bahwa dia akan mengikatnya dan menunggu hingga istrinya pulang.

Baca JugaLuapan Sungai Ciliwung, 33 RT di Jakarta Terendam BanjirPomdan Belum Temukan Bukti Atas Keterlibatan 2 Prajurit TNI dalam Kasus Pembunuhan Paulus Iwan Boedi Prasetijo

Dilaporkan bahwa Paul berhasil menghubungi 911 ketika pria itu lengah.

Media lokal sebelumnya melaporkan bahwa penyusup itu berteriak, “Di mana Nancy?” selama penyerangan.

Scott mengatakan Depape akan didakwa dengan percobaan pembunuhan, penyerangan dengan senjata mematikan, perampokan, dan kejahatan berat lainnya.

Dikecam Biden

Kasus penyerangan ini membuat Presiden AS Joe Biden bersuara. Biden mengecam serangan ini!

Baca JugaSurat Dakwaan Tersangka Kasus Pembunuhan Berencana Ferdy Sambo Ungkap Brigadir J Temui Putri Candrawathi di Kamar 15 Menit Atas Perintah RRApa Hubungan Hasil Penjualan Mobil dengan Kasus Sekeluarga Tewas di Kalideres?

Biden menyebut serangan itu “tercela” dan mengatakan bahwa kekerasan politik “tidak memiliki tempat” di Amerika Serikat.

“Cukup sudah, cukup,” imbuh Biden. (*)

Kirim Komentar