SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Tragedi Kanjuruhan Dipicu Suporter Minta Foto, Begini Kesaksian Aremania Korwil Bantur

2999624769
Aremania Korwil Bantur The Black Lion Slamet Sanjoko (dua dari kanan). (Toski Dermaleksana/kliktimes.com)

AREMANIA Korwil Bantur menyebut tragedi Kanjuruhan dipicu karena suporter minta foto usai pertandingan melawan Persebaya Surabaya di Liga 1 2022/2023.

Aremania Korwil Bantur The Black Lion, Slamet Sanjoko di Kabupaten Malang, Minggu (2/10), memberikan kronologi terkait tragedi di Stadion Kanjuruhan yang menyebabkan 131 orang meninggal dunia akibat kericuhan usai laga Arema vs Persebaya di Liga 1, Sabtu (1/10) malam.

Slamet Sanjoko mengatakan awalnya jalannya pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya berjalan kondusif.

Baca JugaPengamat Nilai Dinamika Relawan Ganjar Pranowo Tercerai -berai, Semakin Tidak SolidWaspada Banjir Jakarta, Tinggi Muka Air di Pos Depok Alami Kenaikan 350 Cm

“Awalnya, ada dua orang yang mau berfoto setelah pertandingan bersama pemain Arema FC. Kami sudah menyampaikan ke petugas untuk tidak memberikan izin,” kata Slamet Sanjoko dikutip dari Antara.

Namun, karena dua orang suporter Aremania tersebut terus memaksa untuk diperbolehkan masuk dalam area lapangan, akhirnya dua orang itu diizinkan masuk ke lapangan.

Baca JugaPerjalanan KA Lintas Selatan Terhambat, Ada Amblesan di Wilayah CilacapIndra Kenz di Balik Vonis 10 Tahun Penjara, Korban Rugi Rp 83.365.707.894

Menurutnya, setelah kedua orang tersebut diizinkan untuk memasuki area lapangan tersebut kedua anak itu ternyata menghampiri pemain Arema FC yang saat itu masih berada di dalam lapangan untuk meminta maaf kepada para suporter atas kekalahan dari Persebaya.

“Dua anak itu, yang akan berfoto ternyata mereka mendekat ke pemain Arema FC. Kemudian terjadi bentrokan, pemicunya ada di situ,” ujar Sanjoko.

Setelah terjadi aksi dari dua orang suporter tersebut, kemudian memicu pendukung lainnya untuk memasuki area lapangan. Namun, ia tetap meminta kepada rekan-rekannya yang dari wilayah Bantur untuk tidak ikut masuk ke dalam lapangan.

Baca JugaAdzra Nabila Terseret Banjir Bogor, Mahasiswi IPB Ditemukan di Jakarta BaratKapolri Ingatkan Agar Tidak Ada Penggunaan Politik Identitas di Pilpres 2024

Setelah melihat situasi mulai tidak terkendali, ia bersama rekan-rekannya segera mengemasi bendera yang mereka bawa. Selain itu, ia bersama sejumlah Aremanita bergegas mencari jalan keluar karena khawatir situasi akan memburuk.

“Sekitar tiga menit kami keluar gerbang, itu ada tembakan gas air mata ke arah tribune, kami lolos dan tidak tahu bagaimana kondisi di dalam. Namun ada rekan yang terkena gas air mata,” ujarnya.

Ia menyayangkan adanya penembakan gas air mata ke arah tribune yang membuat para penonton panik dan berusaha untuk berhamburan keluar.

Baca JugaKamaruddin Simanjuntak Ungkap Isi Pembicaraan Saat Bharada E Sungkem ke Ortu Brigadir JPutri Penyanyi Dangdut Imam S Arifin Ditangkap Polisi Terlibat Kasus Curanmor

Saat itu, lampu Stadion Kanjuruhan juga sudah dimatikan oleh petugas meski kondisi tribune masih penuh penonton.

“Kalau yang masuk ke lapangan mungkin masih bisa kami terima karena mereka memang melanggar batas area. Tetapi kenapa yang di tribune salah apa, tapi ditembak gas air mata,” ujarnya.

Sebagai informasi, petugas menggunakan gas air mata untuk membubarkan kerusuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan usai laga antara Arema FC melawan Persebaya. Setelah peluit panjang ditiup, ribuan suporter masuk ke dalam lapangan dan mengejar pemain serta ofisial.

Baca JugaSehari Sebelum Brigadir J Tewas, Vera Simanjuntak: Yosua Mengaku Dapat Ancaman Dibunuh oleh ‘Skuad’Keberadaan Ponsel Brigadir J Usai Penembakan di Rumah Ferdy Sambo Mulai Terkuak

Berdasarkan hasil rekapitulasi Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur per 2 Oktober 2022 pukul 14.53 WIB jumlah korban tewas akibat tragedi Stadion Kanjuruhan, Malang, yaitu 131 orang. (*)

Kirim Komentar

Ketika Sains Melihat Hantu Kenapa Indonesia Tak Dijadikan Negara Islam Saja? Terungkap Alasan Hepatitis Akut Disebut Misterius