SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Tim Pengacara Ferdy Sambo-Putri Candrawathi Sampaikan Surat Keberatan ke PN Jaksel, Tuding Brigadir J Punya Kepribadian Ganda

Ferdy Sambo memeluk dan mencium istrinya. (Foto: PMJ/Fajar).

TIM pengacara Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi menyampaikan surat keberatan yang dikirim ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan. Pihak pengacara Sambo menuding Brigadir N Yosua Hutabarat memiliki kepribadian ganda.

Surat keberatan itu dibacakan ketua majelis hakim Wahyu Iman Santosa dalam sidang pembunuhan Yosua dengan terdakwa Ferdy Sambo dan Putri di PN Jakarta Selatan, Selasa (8/11/2022).

Ada beberapa poin dalam surat keberatan itu. Pertama, keberatan yang ditulis tentang sidang yang disiarkan secara live. Hakim mengatakan PN Jaksel sudah berupaya meminta media tidak menyiarkan sidang secara langsung.

Baca JugaKerja Sama Dewan Pers-Polri, Perjanjian Perlindungan Kemerdekaan PersKomnas HAM: Ada 7 Pelanggaran HAM di Tragedi Kanjuruhan

Kedua, isi surat keberatannya perihal keterangan Susi dalam persidangan Bharada Richard Eliezer disiarkan di media nasional dan lingkungan PN, sedangkan keterangan ajudan dan lainnya suaranya dibisukan. Kemudian, pengacara juga merasa keberatan karena majelis hakim seakan-akan tidak memberi kesempatan sama antara jaksa dan pengacara.

Poin selanjutnya yang dibaca hakim perihal tudingan Yosua memiliki kepribadian ganda. Hakim meminta tim pengacara menyiapkan saksi meringankan yang bisa membuktikan terkait tudingan ini.

Baca JugaKorban Tragedi Halloween di Itaewon Bertambah Jadi 156 OrangYosua Selalu Cerita Ferdy Sambo-Putri Candrawathi Orang Baik, Ayah Brigadir J: Kok Bisa Mati Anak Kami di Tangan PC dan FS

“Ada lagi keberatan saudara bahwa korban almarhum Nopriansyah Yosua Hutabarat ada kecenderungan memiliki kepribadian ganda,” kata hakim Wahyu.

“Mohon maaf kalau saudara mau menanyakan saksi berkaitan ini, kita memeriksa ini saksi ini adalah berkaitan dengan peristiwa pembunuhan, bahwa saudara mau menggali ternyata korban memiliki kepribadian ganda, itu silakan, kita berikan waktu ke saudara untuk saksi meringankan terdakwa, silakan dalih mau anda itu silakan, tetapi dalam perkara ini saksi yang dihadirkan JPU, apa yang memang ada dalam berkas (dakwaan) silakan ditanya, yang tidak, jangan ditanyakan,” jelas hakim Wahyu.

Hakim menegaskan tidak akan pilih kasih dalam perkara ini. Baik jaksa atau pengacara akan mendapat kesempatan yang sama.

Baca JugaKomnas HAM: Ada 7 Pelanggaran HAM di Tragedi KanjuruhanWSJ: Ajudan Biden Jalin Percakapan Rahasia dengan Staf Kremlin-Sekretaris Dewan Keamanan Rusia

“Intinya kami memberikan kesempatan sama baik JPU dan penasihat hukum untuk memberikan pembuktian, intinya kami memberikan kesempatan yang sama,” ujar hakim.

Pengacara Ferdy Sambo, Arman Hanis, meluruskan pihaknya tidak keberatan dengan sidang disiarkan secara langsung. Namun, suaranya harus dipastikan terdengar ketika tim pengacara bertanya.

“Kami tidak keberatan dengan siaran live, tapi kami temukan apabila rekan JPU yang nanyakan suaranya diperdengarkan, akan tetapi apabila tim penasihat hukum yang nanya kepada saksi itu suaranya dibisukan. Jadi kami mohon untuk asas peradilan kami diberikan kesempatan sama yang seluas-luasnya oleh majelis hakim Yang Mulia,” kata Arman Hanis.

Baca JugaKonser Group Idola K-Pop NCT 127: 30 Orang PingsanWSJ: Ajudan Biden Jalin Percakapan Rahasia dengan Staf Kremlin-Sekretaris Dewan Keamanan Rusia

Dalam sidang ini, Ferdy Sambo didakwa melakukan pembunuhan berencana terhadap Brigadir N Yosua Hutabarat. Perbuatan itu dilakukan bersama-sama dengan Richard Eliezer, Putri Candrawathi, Ricky Rizal Wibowo, dan Kuat Ma’ruf.

“Mereka yang melakukan, yang menyuruh melakukan, dan turut serta melakukan perbuatan, dengan sengaja dan dengan rencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain,” ucap jaksa saat membacakan surat dakwaan dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Senin (17/10).

Ferdy Sambo diadili dengan Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Baca JugaKasus Kematian 4 Jenazah 1 Keluarga di Kalideres, Polisi: Buku yang Ditemukan Tidak Ada yang Berkaitan dengan Sekte TertentuJepang Punya Sistem Imigrasi Ketat Teraman di Dunia, WNI Rampok Uang 35.000 Yen di Tokyo

Ferdy Sambo juga didakwa merintangi penyidikan dalam kasus pembunuhan Yosua. Ferdy Sambo didakwa dengan Undang-Undang No 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan KUHP. (*)

Kirim Komentar

Ketika Sains Melihat Hantu Kenapa Indonesia Tak Dijadikan Negara Islam Saja? Terungkap Alasan Hepatitis Akut Disebut Misterius