SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Tidak Gubris Tekanan Internasional, Rusia Pilih Perang Daripada Bernegoisasi

russsiasolidersjpg 20220222115301
Tentara Rusia

PENGUASAAN atas kedaulatan energi menjadi sumber inspirasi Rusia melakukan pengambilalihan Ukraina . Posisi geopolitk dan geostrategi sangat menguntungkan Rusia.

Invasi Rusia ke Ukraina dianggap sebagai bagian mengamankan dari ancaman kedaulatan teritorial tanah Rusia dari ancaman musuh . Keinginan Ukraina menjadi anggota NATO membuat marah dan berang Rusia . Ukraina membawa malapetaka baru bagi keamanan dan kestabilan politik di Balkan. Sementara Amerika memprovokasi situasi dan dianggap sebagai pecundang.
Amerika merupakan negara sekutu Ukraina. Mendukung penuh untuk mengusir Rusia mundur dari wilayah Ukraina .

Baca JugaTerbukti Rugikan Negara hingga Rp22,7 Triliun di Kasus Asabri, Benny Tjokro Dituntut Hukuman MatiBermula dari Video Viral, Polri Pecat 3 Anggota Tersangka Percobaan Pencurian Motor di Medan

Keterlibatan Amerika dalam pusaran konflik perang Rusia -Ukraina menjadi pemicu eskalasi konflik semakin luas dan kompleks. Menghantui akan terjadinya perang nuklir dan juga krisis kemanusiaan akan semakin nyata

Tidak hanya melakukan tekanan militer, Amerika dan sekutunya menindaklanjuti perang melalui ekonomi. Melakukan embargo perdagangan dan menarik semua unit bisnis Amerika dari Rusia.

Baca JugaGanti Henry Yosodiningrat, Teddy Minahasa Tunjuk Hotman Paris Hutapea Jadi PengacaranyaBPOM: Tak Semua Obat Sirup Termorex Tercemar Etilen Glikol dan Dietilen Glikol

Bagaimana sikap Negara-negara Eropa ?

Masyarakat Eropa terpecah cara pandang dan sikap politik dari perang Rusia -Ukraina. Dari pertama pecah perang, Uni Eropa langsung melakukan sangsi tegas terhadap Rusia. Hanya dalam perjalanan waktu, justru sanksi ekonomi Uni Eropa mendapatkan balasan mematikan dari Rusia.

Aksi balas Rusia menyebabkan jadi krisis multi dimensi di Uni Eropa. Kawasan ini terancam terjadinya krisis pangan dan energi.
Rusia merupakan negara pengekspor gas terbesar ke Eropa. Kebutuhan sumber energi utama adalah gas dan hampir 70 pasokan gas di dataran berasal dari Rusia. Rusia membangun jaringan gas pipa sepanjang 1224 Km terbentang dari daratan Rusia menuju daratan Jerman .

Baca JugaDiduga Bom Bunuh Diri di Polsek Astana AnyarTerkuak! Sempat Terjadi Cekcok Antara AKP Irfan Widyanto dan Sekuriti Perihal DVR CCTV Duren Tiga

Jerman memanfaatkan gas untuk memenuhi pasokan energi ramah lingkungan untuk kebutuhan pasok gas untuk industri. Dari Jerman ,pasokan gas Rusia didistribusikan kembali ke negara-negara Eropa lainnya. Bagi Jerman sendiri energi gas menyuplai kebutuhan industrinya hampir 70 persen dari kebutuhan energi nasional Jerman.

Tidak ada sumber melimpah kecuali pasokan gas dari Rusia. Jerman sudah mematikan pembangkit nuklir untuk memproduksi energi, hanya pembangkit ini dihentikan tahun 2013 atas desakan berbagai pihak menyangkut keamanan dan keselamatan manusia.

Diplomasi Gas

Rusia memanfaatkan sumber energi gasnya untuk membalas apa yang dilakukan terhadap negara lain. Energi menjadi alat ampuh untuk menyandera negara Eropa.

Baca JugaTeriakan dari Panggilan Darurat Pertama Terkait Tragedi Halloween Itaewon, Isinya Cerita Kondisi MengerikanART Ferdy Sambo Klaim CCTV di TKP Pembunuhan Brigadir J Rusak, Kodir: Monitor Enggak Ada Gambar Sama Sekali

Musim dingin ( winter ) akan menerjang dataran Eropa sejak Oktober dan puncaknya di Desember 2022. Kebutuhan energi melonjak drastis selama musim dingin. Sekali lagi Rusia dipihak pemegang saham suplai energi tersebut. Selama ini Masyarakat Eropa membeli gas dari Rusia sangat ekonomis. Dengan terjadinya aksi saling embargo ekonomi Rusia, Eropa harga gas naik tajam.

Kebutuhan gas melonjak disaat musim dingin dan Rusia mendapatkan durian runtuh harga gas dunia meroket. Pasokan gas dari negara lain jauh lebih mahal dan kesiapan infrastruktur pasokan gas dari negara lain belum siap. Krisis Ekonomi di Eropa akan menyentuh level puncak ketika Rusia dalam musim dingin tersebut akan mematikan semua pasokan gas ke Eropa. Kawasan ini akan membeku, masyarakatnya mati dalam kedinginan .

Semua kegiatan rumah tangga akan lumpuh ,sektor industri tidak berjalan dan keseluruhan ekonomi akan menjadi kacau balau. Rusia betul -betul menciptakan kiamat bagi keseluruhan masyarakat Eropa.

Baca JugaIstilah Tidak Lazim Dibuat oleh Penyelenggara seperti Pilar Negara, Potensi Penyelewengan Pengetahuan Tentang PancasilaSaat Lockdown, Kebakaran di Xinjiang China Tewaskan 10 Orang

Kesimpulannya, pada akhirnya negara Eropa akan didikte oleh Rusia. Dua opsi bagi Negara-negara Eropa ,menarik dukungannya pada Ukraina atau kiamat terjadi.

Hegemoni Rusia Menguat

Kekuatan dan penguasaan geopolitik Rusia di Balkan dan Benua Eropa menunjukkan dunia bagaimana Rusia dapat mengelola keunggulan tersebut sebagai bagian strategi penguasaan ekonomi serta pengaruhnya di dunia internasional.
Pesan Rusia jangan mencampuri atau bahkan membantu dan mendukung Ukraina. Jika Anda melanggar ,pembalasannya lebih kejam dan menyakitkan.

Baca JugaGagal Ginjal Akut Misterius pada Anak, IDAI Sarankan Hindari Pemberian Sirop ParasetamolVideo Kebaya Merah Dipatok Pemesan Rp750 Ribu

Melalui pengelolaan geopolitik yang cerdas ,pada akhirnya Rusia menjadi bangsa superior . Hegemoni Rusia atas Negara-negara Balkan dan Eropa begitu kuat dan mencekram.

KTT G20 Bali Tanpa Rusia

Jadi, upaya Indonesia dan kelompok negara G20 untuk mengajak Rusia dan Ukraina duduk bersama dalam meja negosiasi perdamian akan kandas.

Rusia dipastikan akan tidak hadir jika Indonesia dan anggota KTTG20 memaksakan isu Perang Rusia -Ukraina masuk agenda pembahasan perundingan damai Rusia-Ukraina.

Baca JugaUpdate Kasus Gagal Ginjal Akut di Indonesia, Berikut Poin Penjelasan MenkesTemuan Baru di Sidang Perdana Ferdy Sambo: dari Bagikan Uang Rp 2 Miliar dan iPhone 13 Pro Max ke Ajudan hingga Libatkan Tim CCTV Kasus KM 50

Bagi Rusia ,Ukraina adalah wilayahnya dan Presiden Ukraina Zelenskyy agar segera menyerah, mengakhiri perang dan menyatakan kalah.

Putin akan menganggap pembahasan perdamian negaranya dengan Ukraina adalah salah kamar. Forum G20 di Bali 15-16 November 2022) bukan forum politik tetapi forum ekonomi dunia. Jika dipaksakan forum tersebut dijadikan forum politik ,Putin akan memboikot dengan tidak menghadiri acara KTT tersebut.

Heru Subagia, Direktur Sepadan Institute

Kirim Komentar