SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

TGIPF: Ada Keengganan dari Dokter-dokter untuk Berikan Keterangan Kematian Korban Tragedi Kanjuruhan

6476 ELSHINTADOTCOM 20221009 img 8653
Suasana di pintu 13 Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Kamis (6/10/2022). (ANTARA/Vicki Febrianto)

ANGGOTA Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) Laode M Syarif membenarkan banyak dokter di rumah sakit Malang yang enggan memberikan keterangan penyebab kematian korban tragedi Kanjuruhan.

“Betul, ada keengganan dari dokter-dokter yang di sana untuk memberikan keterangan kematian mengapa ini meninggal. Ada rusuk yang patah, tangan yang terkilir, ada mata yang benar-benar merah, itu mereka belum berani memberikan kesaksian itu,” kata Laode di DPP Perindo, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (29/10).

Laode menyebut salah satu alasan keengganan para dokter tersebut karena dibayangi dengan ruwetnya proses penyelidikan dan penyidikan, misalnya mereka harus dipanggil dan hadir sebagai saksi dan sebagainya.

Baca JugaBermula dari Video Viral, Polri Pecat 3 Anggota Tersangka Percobaan Pencurian Motor di MedanSosok Linda di Kasus Narkoba Irjen Teddy Minahasa, Pihak AKBP Doddy: ‘Cepu’

Ia juga menilai para dokter mendapat sejumlah tekanan.

Walaupun banyak yang menduga bahwa nanti dipanggil jadi saksi, disusah-susahin, pokoknya ada semacam pressure ke para dokter itu,” ungkap dia.

Akhirnya, lanjut Syarif, TGIPF meminta keterangan kematian kepada salah satu pensiunan dokter yang kemungkinan besar keterangan itu tidak valid. Namun, TGIPF telah melampirkan hasil keterangan tersebut ke tim penyidik.

Baca JugaHasil Analisis Sementara Polri Terkait 34 CCTV di Stadion KanjuruhanPenguji Forensik Puslabfor Polri Ungkap Temukan 12 Butir Peluru dari 3 Jenis yang Berbeda di TKP

“Terus terang saya agak kesal, dokter itu ada sumpahnya lho. Seharusnya dia berani memberikan keterangan, seperti itu,” jelas Laode.

Belum ada pernyataan dari pihak lain yang terkait soal pernyataan La Ode ini. CNN Indonesia masih berupaya menghubungi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) terkait pernyataan La Ode ini.

Kendati demikian, La Ode berterima kasih lantaran berdasarkan keterangan yang diterima, Polda Jawa Timur bakal melakukan proses ekshumasi atau penggalian kubur terhadap dua jenazah korban tragedi Kanjuruhan pada Sabtu (5/10) mendatang. Proses itu merupakan serangkaian dalam agenda autopsi.

Baca JugaIndonesia Tolak Usul Amerika Serikat Soal Penyelenggaraan Debat Isu Uighur, Begini PenjelasannyaSurat Dakwaan Tersangka Kasus Pembunuhan Berencana Ferdy Sambo Ungkap Kuat Ma’ruf Sebut Brigadir J Duri Dalam Daging

Laode menyebut dua jenazah dengan jenis kelamin perempuan tersebut berasal dari keluarga yang sama. Proses ekshumasi akan dilakukan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Dusun Pathuk RT 28/RW 8 Kelurahan Sukolilo, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, Jawa Timur. (*)

Kirim Komentar