SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Terkuak Inisiatif Kuat Ma’ruf Simpan Pisau Sebelum Brigadir J Ditembak Mati

202210201947 main.cropped 1666270075
Terdakwa Kuat Ma'ruf di ruang sidang PN Jakarta Selatan.

JAKSA mengungkap Kuat Ma’ruf ternyata berinisiatif menyimpan pisau untuk berjaga-jaga apabila Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat melakukan perlawanan saat ditembak mati. Namun pada akhirnya, pisau itu tidak digunakan Kuat Ma’ruf.

Hal itu diungkap jaksa saat membacakan surat dakwaan dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Senin (17/10/2022). Dalam persidangan ini, Kuat Ma’ruf dakwa melakukan pembunuhan berencana terhadap Yosua. Perbuatan itu dilakukan bersama-sama dengan Richard Eliezer Pudihang Lumiu, Putri Candrawathi, Ricky Rizal Wibowo.

“Kuat Ma’ruf yang sebelumnya juga sudah mengetahui akan dilaksanakan penembakan terhadap Yosua dengan inisiatif dan kehendaknya sendiri membawa pisau di dalam tas selempangnya yang sewaktu-waktu dapat dipergunakan apabila Yosua melakukan perlawanan,” ucap jaksa.

Baca JugaEngga Usah Gaduh Soal Parasetamol, Ini Penegasan BPOMMengungkap Sosok Kuat Ma’ruf yang Berani Melarang Ajudan hingga Pegang Tubuh Istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi

Bripka Ricky Rizal Wibowo dan Kuat Ma’ruf disebut jaksa seharusnya kembali ke Magelang usai mengantar Putri Candrawathi ke Jakarta. Namun keduanya yang disebut mengetahui rencana Ferdy Sambo membunuh Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat malah mengikuti skenario itu.

“Ricky Rizal dan Kuat Ma’ruf seharusnya kembali ke Magelang namun tetap ikut pergi ke rumah dinas Duren Tiga Nomor 46 untuk menambah kekuatan bersama sehingga memastikan perbuatan yang akan dilakukan berjalan sesuai dengan kehendak Ferdy Sambo,” ucap jaksa.

Baca JugaSKK Migas Umumkan Temuan Cadangan Gas Baru di CepuAlasan Hakim Menolak Nota Keberatan Ferdy Sambo di Kasus Pembunuhan Berencana Brigadir J

Saat berada di lokasi yang menjadi rencana Ferdy Sambo membunuh Yosua, yaitu rumah dinas Duren Tiga, Kuat Ma’ruf pun sempat menutup pintu balkon. Padahal, menurut jaksa, hari itu matahari masih terang benderang.

“Kuat Ma’ruf langsung menutup pintu rumah bagian depan dan naik ke lantai dua, tanpa disuruh langsung menutup pintu balkon padahal saat itu kondisi matahari masih dalam keadaan terang benderang, apalagi tugas untuk menutup pintu tersebut bukan merupakan tugas keseharian dari Kuat Ma’ruf, melainkan tugas tersebut merupakan pekerjaan dari Diryanto alias Kodir sebagai asisten rumah tangga,” kata jaksa.

Di rumah dinas Duren Tiga itu lantas Ferdy Sambo memerintahkan Eliezer menembak Yosua. Ricky dan Kuat ikut menyaksikan peristiwa itu, sedangkan Putri berada di dalam kamar yang jaraknya sekitar 3 meter.

Baca JugaSederet Spekulasi Warga Soal Penyebab Tragedi Halloween di Itaewon5 Figur Publik Diduga Terlibat Kasus Dugaan Penipuan dan Penggelapan Robot Trading Net89, Siapa Saja Mereka?

Tembakan Eliezer sekitar 3 atau 4 kali, tapi tidak langsung membunuh Yosua. Ferdy Sambo disebut jaksa menembakkan 1 tembakan ke kepala yang membuat Yosua tewas seketika.

“Tembakan Ferdy Sambo tersebut menembus kepala bagian belakang sisi kiri Yosua melalui hidung mengakibatkan adanya luka bakar pada cuping hidung sisi kanan luar,” ucap jaksa.

Pembunuhan itu disusun Ferdy Sambo dengan skenario tembak-menembak antara Eliezer dan Yosua dengan dalih Yosua telah melecehkan Putri. Peristiwa ini kemudian terbongkar dan membuat Kuat Ma’ruf diadili dengan Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. (*)

Kirim Komentar

Ketika Sains Melihat Hantu Kenapa Indonesia Tak Dijadikan Negara Islam Saja? Terungkap Alasan Hepatitis Akut Disebut Misterius