SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Temuan Baru di Sidang Perdana Ferdy Sambo: dari Bagikan Uang Rp 2 Miliar dan iPhone 13 Pro Max ke Ajudan hingga Libatkan Tim CCTV Kasus KM 50

var www html new kbrid2018 layouts uploads webp antarafoto sidang dakwaan ferdy sambo 171022 730 406
erdakwa Ferdy Sambo menjalani sidang dakwaan pembunuhan berencana Brigadir Yosua di PN Jakarta Selatan, Jakarta, Senin (17/10/2022). ANTARA/Sigid Kurniawan

FERDY Sambo menjalani sidang perdana pembunuhan Brigadir Yosua. Sidang untuk mantan Kadiv Propam Polri itu digelar di PN Jakarta Selatan, Senin (17/10).

Sidang perdana itu beragendakan pembacaan dakwaan untuk Ferdy Sambo. Dalam persidangan terungkap sejumlah hal terkait kasus pembunuhan maupun obstruction of justice yang menjerat sambo.

Dalam kasus Yosua, Sambo didakwa dua dakwaan. Pertama terkait dengan pembunuhan berencana terhadap Yosua. Sambo dijerat dengan Pasal 340 atau Pasal 338 KUHP atau juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Ancaman hukumannya, maksimal hukuman mati.

Baca JugaChristian Rudolf Tobing Belajar Cara Membunuh Orang Tanpa Bersuara di Internet5 Klaster Ancaman Politik di 2024

Sementara perkara kedua yakni obstruction of justice. Sambo dijerat dengan Pasal 49 KUHP juncto Pasal 33 UU ITE atau Pasal 233 KUHP atau Pasal 221 ayat (1) ke-2 KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Apa saja temuan tersebut? berikut rangkumannya:

Bagikan Uang Rp 2 Miliar dan iPhone 13 Pro Max ke Ajudan Usai Pembunuhan

Baca JugaTotal Korban Tragedi Kanjuruhan 754 Orang, 132 Meninggal Dunia Akibat Patah Tulang, Trauma di Kepala dan Leher, dan Kadar Oksigen dalam Tubuh BerkurangYang Perlu Anda Ketahui Terkait Fakta Tragedi Halloween di Kawasan Itaewon

Dalam dakwaan yang dibacakan oleh jaksa penuntut umum (JPU) Sambo disebut sempat membagikan ponsel iPhone 13 Pro Max kepada 3 ajudannya yang terlibat dalam pembunuhan Yosua. Pembagian itu dilakukan di rumah Saguling, Jakarta, dua hari setelah eksekusi. Putri turut hadir saat itu.

Selain ponsel, Sambo juga memberikan 3 ajudannya amplop yang berisi uang asing (dolar). Masing-masing kepada Ricky berisi Rp 500 juta dan kepada Kuat Ma’ruf berisi Rp 500 juta.

“Sedangkan Richard Eliezer Pudihang Lumiu dengan nilai setara Rp 1 miliar,” bunyi dakwaan.

Baca JugaBongkar Kebaya Merah Ditemukan 92 Video Porno 100 Foto Telanjang, Pesan Konten Syur di TwitterUsai Jokowi, Kini Gibran Rakabuming Raka Dituding Beli Ijazah di Luar Negeri: Engko tak Posting Foto Wisuda Wae Ya

Tidak dijelaskan maksud pemberian uang tersebut. Namun, amplop berisi uang itu diambil kembali oleh Sambo. Ia berjanji uang akan diberikan pada ketiganya di bulan Agustus 2022 saat situasinya sudah aman.

Didakwa Halangi Penyidikan

Mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo turut didakwa perbuatan obstruction of justice alias merintangi penyidikan. Ia mencoba mengaburkan fakta terkait pembunuhan Brigadir Yosua.

Dalam perbuatan ini, Ferdy Sambo didakwa bersama enam polisi lainnya. Dalam kasus ini Sambo mengaburkan fakta pembunuhan dengan membuat skenario seakan peristiwa yang terjadi ialah baku tembak Yosua dengan Richard. Sejumlah tindakan diambil Sambo dan terdakwa lainnya untuk memperkuat skenario tersebut, termasuk merusak CCTV.

Baca JugaXi Jinping Tertangkap Kamera Tegur Justin Trudeau, Ada Apa Beijing-Kanada Ribut-ribut di KTT G20?Setahun Misterius, Jurnalis Ungkap Kejanggalan Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang

Atas perbuatannya, Ferdy Sambo didakwa dengan Pasal 49 KUHP juncto Pasal 33 UU ITE atau Pasal 233 KUHP atau Pasal 221 ayat (1) ke-2 KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara enam terdakwa lainnya didakwa dalam berkas perkara terpisah. Mereka akan disidangkan pada 19 Oktober 2022.

Libatkan Tim CCTV Kasus KM 50

Dalam upaya mengaburkan fakta dengan merusak rekaman CCTV, Sambo disebut jaksa dalam dakwaan melibatkan tim CCTV kasus KM 50.

Baca JugaViral Video Pengakuan Ismail Bolong Soal Bisnis Tambang Ilegal, Lalu Dibantah Pastikan Tidak Pernah Berikan UangTerungkap Motif Aipda HR Coret Kantor Polres Luwu ‘Sarang Pungli’ dan ‘Sarang Korupsi’

Kasus KM 50 ialah peristiwa penembakan terhadap 6 anggota FPI hingga mati pada 7 Desember 2020. Pelakunya ialah 3 polisi dari Polda Metro Jaya.

Dalam dakwaan pihak yang disebut tim CCTV kasus KM 50 ialah AKBP Ari Cahya Nugraha alias Acay.

“Hendra Kurniawan (Karo Paminal Propam Polri) menghubungi saksi Ari Cahya Nugraha alias Acay yang merupakan tim CCTV pada saat kasus KM 50 namun tak terhubung,” bunyi dakwaan.

Baca JugaSkandal Indosurya Korban 23 Ribu Kerugian Capai Rp106 Triliun, JPU: Ada yang Meninggal, Stress dan GilaSaksi Ungkap Tes PCR 8 Juli 2022 di Jalan Saguling Tanpa Diikuti Ferdy Sambo

Langsung Ajukan Eksepsi Usai Didakwa Pembunuhan dan Halangi Penyidikan

Ferdy Sambo langsung mengajukan eksepsi usai dakwaannya dibacakan. Eksepsi dibacakan usai sidang diskors.

Dalam eksepsi, ada sejumlah hal yang dipermasalahkan Sambo. Dakwaan dinilai tidak jelas, tidak cermat, dan tidak lengkap menguraikan peristiwa.

Peristiwa yang dimaksud ialah kejadian di rumah Magelang pada awal Juli 2022. Beberapa hari sebelum pembunuhan Brigadir Yosua.

Baca JugaChristian Rudolf Tobing Tersenyum Saat Bawa Jasad Ade Yunia Rizabani dalam Troli di Lift ApartemenJasad Pria Tangan Terikat Borgol Bagian Kelamin Tidak Ada Ditemukan di Sungai Ciwulan

Mereka meyakini terjadi kekerasan seksual yang dilakukan oleh Yosua kepada istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi. Hal itu yang memicu amarah Ferdy Sambo hingga berujung eksekusi Yosua.

Akui Rekayasa Kasus Yosua, Klaim Dilakukan Setelah Penembakan

Pihak Ferdy Sambo tak menampik adanya upaya merekayasa peristiwa pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat. Tapi itu dilakukan setelah penembakan terhadap Yosua berlangsung.

Sambo mengeklaim, rekayasa dilakukan karena panik Bharada Richard Eliezer menembak Yosua. Padahal, menurut Sambo, perintahnya bukan tembak, tapi hajar.

Baca JugaBNPB Catat 3.895 Orang Mengungsi Akibat Gempa Magnitudo 5,6 di CianjurKasus Covid-19 di Indonesia Alami Tren Peningkatan, Tembus 3.008 Hari Ini

Rekayasa ini juga dibuat, menurut Sambo, untuk menyelamatkan Eliezer dari tuduhan pembunuhan. Sambo kemudian mengambil senjata milik Yosua yang sudah jatuh di dekat tangga itu kemudian ditembakkan ke tembok. Senjata itu kemudian dikembalikan oleh Sambo ke Yosua dan nampak itu ada tembak-menembak.

Bantah Tembak Kepala Yosua

Ferdy Sambo membantah menembak kepala Brigadir Yosua seperti yang disampaikan dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Dalam dakwaan tersebut, terungkap setidaknya ada lima peluru yang ditembakkan ke tubuh Yosua dalam eksekusi di Duren Tiga, Jakarta Selatan, Jumat (8/7). Satu di antaranya adalah peluru pamungkas yang ditembakkan oleh Sambo secara langsung ke kepala Yosua.

Baca JugaTim Penasihat Hukum Ferdy Sambo-Putri Candrawathi Fokus pada Fakta dan Saksi di Kasus Pembunuhan Berencana Brigadir JMunculnya Yosua Hutabarat Selama 3 Menit dalam Rekaman CCTV Bikin Anak Buah Ferdy Sambo Ketakutan

Sambo melalui kuasa hukumnya, Rasamala Aritonang, membantah hal tersebut.

“Saya pikir keterangan Pak FS (Ferdy Sambo) yang itu juga disampaikan ke kami Beliau tidak pernah menembak langsung,” kata Rasamala di sela persidangan, Senin (17/10).

Minta Dibebaskan dari Tahanan

Kuasa hukum Ferdy Sambo mengajukan eksepsi atau nota keberatan atas dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) terhadap kliennya. Dakwaan JPU dinilai disusun secara kabur (obscuur libel), secara tidak cermat, tidak jelas, dan tidak lengkap.

Maka itu kuasa hukum meminta hakim membatalkan dakwaan. Selain itu juga agar kliennya dibebaskan dari tahanan.

Baca JugaIndosiar Bantah Tolak Majukan Jadwal Kick-Off Laga Arema vs Persebaya di Stadion KanjuruhanVera Simanjuntak Sebut Brigadir J Pernah Cerita Punya Masalah dengan Brigadir Daden Ajudan Ferdy Sambo

“Oleh karenanya harus dinyatakan batal demi hukum,” demikian bunyi eksepsi kuasa hukum Sambo dibacakan dalam persidangan di PN Jakarta Selatan, Senin (17/10). (*)

Kirim Komentar

Ketika Sains Melihat Hantu Kenapa Indonesia Tak Dijadikan Negara Islam Saja? Terungkap Alasan Hepatitis Akut Disebut Misterius