SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Teka-teki Perempuan Bersenjata Api Terobos Penjagaan Istana Presiden

wanita bawa pistol ditangkap saat coba terobos istana negara dok polisi 169
Wanita bawa pistol ditangkap saat coba terobos Istana Negara (dok. Polisi)

SEORANG perempuan bersenjata api coba menerobos penjagaan Istana Kepresidenan Jakarta pada Selasa (25/10). Aksi perempuan itu gagal setelah terpergok oleh anggota Paspampres.

Sejauh ini, kepolisian belum mengumumkan identitas lengkap, motif serta hal-hal lain yang berkaitan dengan kejadian tersebut. Baru Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) yang menyebut pelaku simpatisan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang telah dilarang pemerintah.

Berdasarkan keterangan Komandan Paspampres Marsda Wahyu Hidayat, kejadian bermula pada pukul 07.10 WIB. Saat itu, seorang perempuan berdiri di lampu merah depan Istana Merdeka.

Baca JugaAnak Buah AKP Irfan Widyanto Ungkap Arahan Kombes Agus Nurpatria, Ambil dan Ganti DVR CCTVArema FC Sampaikan Duka dan Bertanggung Jawab Atas Musibah di Kanjuruhan

Tak lama kemudian, perempuan berusia sekitar 30 tahun itu mendekat ke pagar istana. Anggota Paspampres bernama Prada Angga Prayoga pun menghampiri perempuan itu.

“Perempuan tersebut tidak menerobos istana, tetapi justru berawal dari kewaspadaan anggota kami (Paspampres) yang langsung menghampiri perempuan tersebut dan perempuan tersebut langsung mengacungkan senjata ke arah anggota [Paspampres],” ucap Wahyu dalam keterangan tertulis, Selasa.

Baca JugaImbas Tragedi Kanjuruhan Pos Polantas di Makassar Dilempar Bom MolotovMisteri HP Brigadir J, Ada Informasi Detail Sebelum Peristiwa Pembunuhan, Ibu Yosua Mohon ke Putri Candrawathi ‘Tolong Kembalikan’

Setelah ditodong, Angga bergegas melucuti senjata dari perempuan itu. Ia dibantu anggota Paspampres lainnya yang bernama Pratu Gede Yuda.

Dua anggota Paspampres itu langsung mengamankan perempuan tersebut. Mereka pun menghubungi polisi yang berjaga di sekitar istana. Perempuan itu kemudian dibawa dan diperiksa di Polda Metro Jaya.

Sementara itu, Kepala Staf Presiden Moeldoko mengatakan perempuan itu datang menggunakan senjata rakitan. Namun, senjata itu tak berpeluru.

Baca JugaPutri Candrawathi Minta Maaf ke Ayah-Ibu Brigadir J: Siap Jalani Sidang dengan Ikhlas dan Ketulusan Hati, Agar Seluruh Peristiwa TerungkapPeristiwa Gerakan 30 September Versi Letkol Untung

“Sementara ini individu, tetapi senjatanya memang senjata rakitan ya. Itu ada selongsongnya, teapi proyektilnya tidak ada. Itu lagi didalami semua,” kata Moeldoko di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa.

Moeldoko memastikan kepolisian akan mengusut tuntas kejadian ini. Polisi akan menelusuri motif hingga identitas perempuan tersebut.

Kabareskrim Komjen Agus Andrianto menyebut Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri menangani kasus itu. Ia juga menyebut perempun tersebut telah berstatus tersangka. (*)

Kirim Komentar