SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Tangis Ibu Brigadir J Pecah, Rosti Simanjuntak: Saya Secara Manusia Rasanya Hancur Menerima Duka Ini

videocapture 20221025 160020jpg 20221025041909
Saat di persidangan, Ibunda Brigadir J, Rosti Hutabarat, menangis histeris dalam menyampaikan kesaksian tentang Almarhum anaknya.

TANGIS ibunda Brigadir N Yosua Hutabarat atau Brigadir J, Rosti Simanjuntak, pecah di sidang pembunuhan Yosua dengan terdakwa Bharada Richard Eliezer alias Bharada E. Dia menangis saat menceritakan kasus pembunuhan.

Awalnya majelis hakim meminta Rosti bersaksi dan menceritakan kedekatan dirinya dengan Yosua.

“Anak ini selalu perhatian kepada mamaknya, kepada saudaranya, kepada adiknya. Anak ini sangat patuh, sangat hormat selalu komunikasi, menyapa orang tua,” kata Rosti, Selasa (25/10).

Baca JugaPutri Candrawathi Minta Maaf ke Ayah-Ibu Brigadir J: Siap Jalani Sidang dengan Ikhlas dan Ketulusan Hati, Agar Seluruh Peristiwa TerungkapLin Che Wei Disebut Gelar Pertemuan dengan Kemendag

Rosti menyebut Yosua tidak pernah mengeluh terkait pekerjaannya sebagai ajudan Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi. Rosti mengatakan Yosua kerap mengirimkan foto saat tengah mengawal Ferdy Sambo dan Putri.

“Anak ini selalu bercerita tapi nggak pernah cerita tentang keluhan dia selalu cerita tanggung jawab tugasnya cerita kebaikan aman, kondisinya selalu baik-baik saja,” kata dia.

Baca JugaTim Kuasa Hukum Tersangka Kasus Narkoba Dody Prawiranegara: Permohonan JC Sangat Penting, Teddy Minahasa Masih Berstatus Jenderal AktifIngin Tahu Jumlah Pemain Game di Dunia? 11 Kali 275 Juta Jiwa Warga Indonesia

“Kalau komunikasi secara langsung Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi tidak pernah berkomunikasi. Cuma melalui video call atau telepon, anak itu selalu menunjukkan ini loh Bu, ‘Bapak, ini Ibu’,” imbuhnya.

Air mata Rosti makin tak terbendung ketika menceritakan Yosua tewas dibunuh. Dia merasa hancur ketika mendengar kabar Yosua tewas.

“Dengan mata terbuka, anak saya dicabut nyawanya. Nyawa itu adalah hak Tuhan. Sebagai ibu, saya menangis setiap saat siang malam. Saya secara manusia rasanya hancur menerima duka ini. Dia begitu patuhnya, yang selalu mendengarkan nasihat orang tuanya, karena dari kecil sudah saya didik untuk menjalankan tugas dan patuh,” kata dia sembari menangis.

Baca JugaPutri Candrawathi Minta Maaf ke Ayah-Ibu Brigadir J: Siap Jalani Sidang dengan Ikhlas dan Ketulusan Hati, Agar Seluruh Peristiwa TerungkapKisah Tragis Keyla Putri Cantika yang Tewas di Tangan Ayah Kandungnya

Bharada E Didakwa Lakukan Pembunuhan Berencana

Bharada Eliezer didakwa bersama-sama dengan Ferdy Sambo melakukan pembunuhan berencana terhadap Brigadir Yosua Hutabarat. Eliezer disebut dengan sadar dan tanpa ragu menembak Yosua.

“Mereka yang melakukan, yang menyuruh melakukan, dan turut serta melakukan perbuatan, dengan sengaja dan dengan rencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain,” ucap jaksa saat membacakan surat dakwaan dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Selasa (18/10).

Dalam perkara ini, Eliezer didakwa melanggar Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. (*)

Kirim Komentar

Ketika Sains Melihat Hantu Kenapa Indonesia Tak Dijadikan Negara Islam Saja? Terungkap Alasan Hepatitis Akut Disebut Misterius