SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Tamara Anggraeny Ungkap Jet Pribadi yang Dipakai Lukas Enembe Punya Orang Singapura

jet pribadi yang dipakai lukas enembe dok istimewa 43
Jet pribadi yang dipakai Lukas Enembe (Dok. Istimewa)

GUBERNUR Papua Lukas Enembe kerap bepergian menggunakan jet pribadi. Jet pribadi itu ternyata milik orang Singapura.

Pramugari PT RDG Airlines, Tamara Anggraeny, diperiksa KPK sebagai saksi kasus dugaan korupsi dengan tersangka Lukas Enembe. Usai diperiksa, Tamara bicara soal jet pribadi yang diduga sering dipakai Lukas Enembe.

“Punya pribadi, orang Singapura,” kata Tamara usai pemeriksaan di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (3/10/2022).

Baca JugaAkui Jika Dirinya Pernah Jalani Operasi, Ariel Tatum: Angkat Lemak di PipiJalani Sidang Etik, Terungkap Peran Kombes Agus Nurpatria di Kasus Brigadir J

Tamara mengatakan penyidik KPK menanyakan aktivitas penerbangan yang dilakukan oleh Lukas Enembe. Dia menyebut Lukas Enembe sering bepergian menggunakan jasa penyedia jet tersebut ke berbagai tempat.

“Cuma masalah penerbangan saja sih. Banyak banget, beberapa kali,” kata Tamara Anggraeny.

Baca JugaFSB Amankan Staf Konsulat Jepang di Vladivostok, Konsul Diduga Lakukan SpionaseFerdy Sambo-Putri Candrawathi Bakal Diperiksa Pakai Lie Detector

Tamara mengaku dirinya hanya diperiksa terkait penerbangan saja. Dia enggan menjelaskan detail apa saja yang ditanyakan penyidik.

“Nggak (ada soal pemberian). Penerbangan saja. Nanti biar bapak-bapak KPK-nya yang ngejelasin ya,” ucapnya.

Sebelumnya, KPK memanggil Pramugari PT RDG Airlines Tamara Anggraeny terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi yang menjerat Lukas Enembe (LE). Dilihat dari laman situsnya, PT RDG Airlines merupakan perusahaan yang bergerak di bidang penyedia jet pribadi.

Baca JugaSempat Memanas Saat Adzan Isya Diam Serempak, Aksi Mahasiswa-Buruh Tolak Kenaikan Harga BBM Masih Bertahan di Patung KudaKetua Umum JMSI Turut Berduka Cita

“Hari ini pemanggilan dan pemeriksaan saksi dalam perkara dugaan TPK suap dan gratifikasi terkait pekerjaan atau proyek yang bersumber dari APBD Provinsi Papua dengan tersangka LE,” kata Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri kepada wartawan, Senin (3/10). (*)

Kirim Komentar