SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Surat Dakwaan Tersangka Kasus Pembunuhan Berencana Ferdy Sambo Ungkap Brigadir J Temui Putri Candrawathi di Kamar 15 Menit Atas Perintah RR

01gensm30nvvc4magcbvpctc4q
Tersangka pembunuhan Brigadir Yosua, Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi di Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (5/10/2022). Foto: Kejaksaan Agung

MISTERI mengenai peristiwa di Magelang yang disebut-sebut pemicu pembunuhan Brigadir Yosua atas perintah Ferdy Sambo mulai terungkap. Dalam salinan dakwaan di laman Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, termuat kepingan peristiwa antara Yosua dengan istri Sambo, Putri Candrawathi.

Keduanya sempat berada di satu kamar berdua selama 15 menit di Magelang.

Semua berawal pada 7 Juni 2022 sore, terjadi keributan antara Yosua dengan Kuat Ma’ruf selaku sopir Ferdy Sambo. Belum dijelaskan lebih jauh mengenai apa pemicu keributan tersebut.

Baca JugaBPJT: Titik Krusial Jalan Tol Cisumdawu, Jembatan Cikondang, Conggeang dan KedongdongObstruction of Justice Kasus Pembunuhan Berencana Brigadir J yang Dilakukan Ferdy Sambo, Begini Kisah Lengkapnya

Namun pada malamnya, Putri menelepon Bharada Richard dan Brigadir Ricky Rizal Wibowo untuk ke rumah Magelang. Sebab, keduanya saat itu tengah berada di Masjid Alun-alun Kota Magelang.

Setelah sampai di rumah, kedua orang tersebut mendengar ada keributan tetapi tidak mengetahui apa penyebabnya. Keduanya langsung menuju kamar Putri. Saat itu, Putri menanyakan di mana Yosua berada.

Baca JugaBerikut Daftar 23 Obat Sirup yang Dinyatakan Aman oleh BPOMMendagri Inggris Suella Braverman Mundur Usai Insiden Salah Kirim Email

“Saksi Ricky Rizal Wibowo bertanya ‘ada apa bu….’ dan dijawab Saksi Putri Candrawathi ‘YOSUA di mana….’, kemudian Saksi Putri Candrawathi meminta kepada Saksi Ricki Rizal Wibowo untuk memanggil korban Nofriansyah Yosua Hutabarat menemui saksi Putri Candrawathi,” demikian kutipan dakwaan dilihat di SIPP PN Jaksel, Rabu (12/10).

Saat itu, Ricky tidak langsung memanggil Yosua, tetapi terlebih dahulu mengambil senjata api milik Yosua dan mengamankannya. Setelahnya, Ricky memanggil Yosua untuk naik ke kamar Putri. Namun Yosua sempat menolak, tetapi akhirnya dia naik juga.

“Kemudian korban Nofriansyah Yosua Hutabarat akhirnya bersedia dan menemui saksi Putri Candrawathi dengan posisi duduk di lantai sementara saksi Putri Candrawathi duduk di atas kasur sambil bersandar,” lanjut dakwaan.

Baca JugaMahkamah Agung Tolak Kasasi Jaksa Terkait Vonis Lepas 2 Polisi Penembak Laskar FPI di KM 50Buku Hitam Ferdy Sambo Ingat Buku Merah Tito Karnavian

Setelahnya, Ricky meninggalkan Putri dan Yosua 15 menit di dalam kamar berdua. Tak diketahui apa perbincangan antara keduanya dan apa yang terjadi antara keduanya.

“Berdua berada di dalam kamar pribadi saksi Putri Candrawathi sekira 15 menit lamanya, setelah itu korban Nofriansyah Yosua Hutabarat keluar dari kamar,” sambung dakwaan itu.

Belum dibeberkan apa saja yang terjadi di rumah Magelang itu sehingga terjadi ketegangan antara Yosua dengan Kuat. Begitu juga peristiwa yang berujung pemanggilan oleh Putri kepada Yosua ke kamar pribadinya.

Baca JugaPKS Usul Aher, Nama Terkuat Cawapres Pendamping Anies BaswedanKetua Badan Pemenangan DPP RGP2024, Riswan: Saya Anggota KAHMI, Saya Optimis Ganjar Pranowo Menang di Pilpres 2024

Namun demikian, setelah peristiwa itu terjadi, Kuat mendesak Putri untuk melaporkan peristiwa tersebut kepada Ferdy Sambo.

“Ibu harus lapor bapak, biar di rumah ini tidak ada duri dalam rumah tangga ibu,” demikian kata Kuat di dalam dakwaan. Pernyataan itu ia sampaikan padahal belum mengetahui pasti peristiwa apa yang terjadi.

Dari peristiwa itu, disebut memicu pembunuhan terhadap Yosua di Kompleks Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Baca JugaPemilik Akun Ini Bersikukuh MSF Terkait Bjorka, Voltcyber_v2: Akun Saya Volt_Anonym Hilang, Ini Belum BerakhirKomnas HAM: Gas Air Mata Penyebab Utama Tragedi Kanjuruhan Berujung Tewasnya 134 Orang

Saat ini, Ferdy Sambo, Bharada Richard Eliezer, Bripka Ricky Rizal, Kuat Ma’ruf, dan Putri Candrawathi, sudah dijerat sebagai pelaku pembunuhan terhadap Yosua. Mereka akan segera disidang.

Sementara Ferdy Sambo, Brigjen Hendra Kurniawan; Kombes Agus Nurpatria; AKBP Arif Rahman Arifin; Kompol Baiquni Wibowo; Kompol Chuck Putranto; dan AKP Irfan Widyanto, dijerat sebagai tersangka obstruction of justice dalam kasus tersebut. (*)

Kirim Komentar