SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Sungai Cimadur Kembali Meluap, Ingatkan Warga Bantaran Waspadai Banjir

Kondisi jembatan penghubung Desa Bayah Timur dan Desa Cimancak Kecamatan Bayah Lebak yang putus terseret derasnya arus Sungai Cimadur.ist
Kondisi jembatan penghubung Desa Bayah Timur dan Desa Cimancak Kecamatan Bayah, Lebak yang putus terseret derasnya arus Sungai Cimadur.(ist)

SUNGAI Cimadur di Kecamatan Bayah Kabupaten Lebak, Provinsi Banten kembali meluap setelah dilanda hujan sejak sore hingga malam ini. Kondisi hujan masih berlangsung dan berpeluang menimbulkan banjir. “Kami sekarang siap-siap terjadi banjir susulan sehubungan Sungai Cimadur meluap,” kata Isra (55), Ketua Rt 02/04 Bayah Satu Kabupaten Lebak, Selasa (11/10/2022).

Ia mengingatkan masyarakat yang tinggal di bantaran Sungai Cimadur untuk mewaspadai terjadi banjir dan longsor susulan. “Saat ini, intensitas curah hujan cukup tinggi hingga lebat disertai petir dan angin kencang. Kondisi demikian, dapat menimbulkan bencana banjir dan longsor,” katanya.

Ia meminta masyarakat secara swadaya dapat melakukan ronda untuk memantau perkembangan air sungai. “Jika air sungai meluap maka segera mengungsi ke tempat yang lebih aman,” katanya menjelaskan.

Baca JugaTim Kemanusiaan BIN Kirim Bantuan Bagi Warga Terdampak Gempa CianjurGeledah di Kediaman Pemeran Wanita Kebaya Merah, Ada Kartu Kuning AH Jadi Pasien RSJ di Surabaya

Maman (50) warga Bayah Kabupaten Lebak mengaku bahwa saat ini masyarakat yang tinggal di bantaran Sungai Cimadur dan Sungai Cidikit waspada bencana banjir susulan. Sebab, intensitas curah hujan hingga malam ini masih berlangsung sejak sore. “Kami dan warga lainnya kini siap-siap mengungsi jika hujan terus berlangsung hingga pagi,” katanya.

Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Lebak Febby Rizky Pratama mengimbau masyarakat yang tinggal di pegunungan, perbukitan dan aliran sungai agar waspada terhadap bencana alam. “Selama ini, wilayah Kabupaten Lebak masuk kategori rawan bencana banjir dan longsor. Kami minta masyarakat jika hujan malam hari agar dihidupkan kembali ronda untuk mengantisipasi bencana alam sehingga tidak menimbulkan korban jiwa,” katanya. (*)

Kirim Komentar