SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Strategi Intelijen Politik Megawati Soekarnoputri Tiru Operasi Khusus Ali Moertopo?

193272 08053925082022 megawati soekarnoputri
Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri/Net

MEGAWATI Soekarnoputri menjadikan Pancasila sebagai ideologi PDIP. Bahkan, Megawati meminta mereka yang tidak mau berideologi Pancasila untuk keluar dari Indonesia. Mungkinkah Megawati tengah mengadopsi strategi intelijen politik yang dijalankan Operasi Khusus (Opsus) binaan Ali Moertopo?

Menariknya, kendati terjadi trauma politik akibat dwifungsi ABRI di Orde Baru (Orba), masyarakat Indonesia justru mendambakan sosok pemimpin berlatar militer.

Ini dapat dilihat pada mencuatnya sosok berlatar militer di bursa capres 2024. Saat ini, ada Letnan Jenderal TNI Prabowo Subianto dan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa yang menjadi dambaan masyarakat dan elite politik untuk diusung di Pilpres 2024.

Baca JugaJanji Diganti Ferdy Sambo, Pengacara Ungkap Jet Pribadi yang Disewa Gunakan Uang Pribadi Brigjen Hendra KurniawanPolisi Duga Satu Korban di Kalideres Sudah Meninggal Dunia Sejak Mei

Pada objek politik lain, anomali persepsi juga terlihat pada diri Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Telah sejak lama Megawati menjadi sosok frontal yang menyuarakan ideologi Pancasila. Saat ini, ia juga menjadi Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Bahkan, dalam berbagai kesempatan, Megawati sampai meminta mereka yang tidak ingin berideologi Pancasila untuk keluar dari Indonesia.

Penekanan-penekanan itu menjadi menarik karena narasi keras mendorong Pancasila seperti itu adalah ciri khas rezim Soeharto, rezim yang memberikan Megawati trauma politik. Di bawah rezim Orde Baru, Soekarno yang merupakan Bapak Proklamasi harus menghabiskan hidupnya menjadi tahanan rumah. Peristiwa itu sampai menciptakan kesepakatan di keluarga Soekarno agar tidak lagi terlibat politik praktis.

Baca JugaGoogle Stadia Bakal Tutup, Netflix Jadi Pemain di Industri GameWamenkes Sebut Ada Sejumlah Obat Sedang Diinvestigasi, 15 dari 18 Obat Mengandung Etilen Glikol

Di titik ini, ada satu pertanyaan sederhana yang dapat diajukan. Kenapa Megawati seperti mengulang strategi politik Soeharto yang menempatkan Pancasila sebagai asas tunggal?

Jika ingin menarik simpati masyarakat luas dan meningkatkan citra PDIP, kenapa Megawati tidak melakukan politik diferensiasi dengan Soeharto? Sebagai contoh, Megawati tetap menyuarakan Pancasila, tapi tidak terkesan seperti asas tunggal.

Kirim Komentar

Ketika Sains Melihat Hantu Kenapa Indonesia Tak Dijadikan Negara Islam Saja? Terungkap Alasan Hepatitis Akut Disebut Misterius