SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Sri Mulyani Kaget Melihat Fenomena Jumlah Gelandangan di Amerika Serikat, Begini Tanggapan Pengamat Kebijakan Publik

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati

MENTERI Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengaku, kaget melihat fenomena melonjaknya jumlah gelandangan atau tunawisma di jalanan Washington, Amerika Serikat (AS). Dia berkomentar seperti itu setelah berkeliling melihat langsung kondisi terkini negeri Paman Sam.

Sri Mulyani mendapatkan cerita dari pengemudi yang mengantarkan jika jumlah tunawisma di AS memang meningkat. “Homeless (tunawisma)? Gila,” kata Sri Mulyani yang menunjukkan ekspresi tidak percaya dalam video singkat yang diunggah di akun Instagram pribadi pada Sabtu (22/10/2022).

Pengamat kebijakan publik Bambang Haryo Soekartono (BHS) menyarankan Sri Mulyani tidak berlebihan dalam melakukan penyebaran informasi tentang negara lain. Menurut BHS, sebenarnya keberadaan gelandangan atau tunawisma, serta kawasan kumuh di AS sudah mulai ada jauh sebelum 2014.

Baca JugaKapolri: Putri Candrawathi Tetap Bisa Berjumpa dengan 4 Anaknya Meski DitahanDPR Dorong Liga 1 Dihentikan Sementara

Anggota DPR periode 2014-2019 itu menjelaskan, jumlah tunawisma di AS mencapai 578 ribu orang. BHS mendapati, para tunawisma malah bertempat di kota-kota besar, seperti di California sebanyak 161 ribu tunawisma dan New York sebanyak 91 ribu tunawisma.

“Sebetulnya, Menkeu Sri Mulyani sudah lama mengenyam pendidikan dan tinggal serta menjabat sebagai Direktur (Bank Dunia) di Amerika. Seharusnya beliau tidak perlu kaget lagi mengenai permasalahan general yang ada di Amerika,” ucap BHS

Baca JugaSejumlah Fakta Ferry Mursyidan Baldan Ditemukan Meninggal Dunia di Basement BidakaraBeredar Video Pembunuhan Brutal Eksekusi Tawanan, Rusia Tuding Kyiv Lakukan Kejahatan Perang

Dia menjelaskan, upah minimum regional (UMR) di AS berkisar setara Rp 17 juta per bulan. Sedangkan pekerja formal di Indonesia bergaji antara Rp 1,8 juta sampai Rp 4,8 juta. BHS mencatat, mayoritas dari jumlah itu sebanyak 90 persen memiliki gaji Rp 3 juta ke bawah dan berstatus pekerja informal.

BHS pun mengingatkan, Sri Mulyani sebaiknya fokus pada urusan dalam negeri. Caranya dengan memperbaiki dan mengawasi perekonomian Indonesia secara maksimal. Di antaranya, dengan meningkatkan nilai ekspor produk dalam negeri, menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, serta menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM).

“Selain itu, beliau harus terus menberikan solusi bagaimana Indonesia perekonomian Indonesia terus meningkat di dalam kondisi ekonomi global yang tidak menentu ini. Saya berharap Ibu Menteri Keuangan terus berkoordinasi dan berinovasi dengan semua pemangku kepentingan untuk menjadikan ekonomi kita semakin maju,” kata BHS. (*)

Kirim Komentar