SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Setahun Misterius, Jurnalis Ungkap Kejanggalan Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang

3851999088
Rumah kejadian pembunuhan Tuti Suhatini dan Amalia Mustika Ratu, yang merupakan ibu dan anak, di Ciseuti, Jalancagak, Subang /Kolase Google Maps dan YouTube Indra Zainal Alim

AIMAN Adi Witjaksono mengungkap kejanggalan kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang atau dikenal dengan kasus Subang. Kapolda Jabar Irjen Suntana sempat berjanji akan mengungkap kasus ini pada awal tahun 2022 lalu dan kembali mundur hingga Lebaran 2022.

Namun hingga kini, janji Irjen Suntana tersebut belum kunjung bisa direalisasikan.

Polisi sempat membuat kabar mengejutkan, yakni menangkap seorang pria berinisial S yang diduga ada di sekitar TKP saat pembunuhan ibu dan anak terjadi.

Baca JugaPengamat: Kegiatan Intelijen Asing di KTT G20 Adalah Hal yang Biasa, Tapi Indonesia Harus Tetap WaspadaPenembakan di Colorado, 5 Tewas 18 Terluka di Klub Malam Gay

Namun belakangan, S dilepas karena tidak terbukti terkait dengan kasus Subang tersebut.

Polisi telah mengumpulkan banyak bukti dan memeriksa ratusan saksi, namun siapa pembunuh ibu dan anak di Subang belum kunjung bisa diungkap.

Baca JugaKemenperin: Kandungan Etilen Glikol dan Dietilen Glikol dalam Obat Sirop Disinyalir Penyebab Gagal Ginjal AkutAjudan Ferdy Sambo Ungkap 3 Senjata Api yang Selalu Jadi Pegangan Ferdy Sambo

Aiman dalam video yang diunggap di kanal YouTube Kompas TV pada 21 Oktober 2022 memaparkan, selama melakukan penelurusan terkait kasus Subang, ada 4 kejanggalan yang ditemukan.

Pertama, tidak ditemukan rekaman percakapan pelaku.

Kedua, tidak ditemukan keberadaan pelaku melalui cek lokasi yang dimungkinkan menggunakan teknologi.

“Artinya apa, kemungkinan pelaku sama sekali tidak membawa alat komunikasi. Kok bisa? ada dua hal. Diduga ia orang yang sangat paham model pengecekan seperti ini. Kedua, dia memang orang yang tidak atau jarang menggunakan handphome,” kata Aiman.

Baca JugaPolisi Hentikan Konser Musik Group Boyband NCT127 di ICE BSD, Ini PenjelasannyaKasus Binomo, Fakarich Guru Indra Kenz Divonis 10 Tahun Penjara

Ketiga, sidik jari dan DNA pelaku di TKP tidak dikenali karena TKP sudah rusak.

Keempat, tidak ditemukan keberadaan pelaku di CCTV terdekat dengan TKP.

Kirim Komentar

Ketika Sains Melihat Hantu Kenapa Indonesia Tak Dijadikan Negara Islam Saja? Terungkap Alasan Hepatitis Akut Disebut Misterius