SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Sepekan Persidangan Kasus Dugaan Pembunuhan Berencana Brigadir J, Terungkap Fakta-Fakta Berikut

634cd8c1d288a ferdy sambo membawa buku berwarna hitam ke dalam ruang sidang senin 17102022 665 374
Ferdy Sambo membawa buku berwarna hitam ke dalam ruang sidang, Senin (17/10/2022).

SEPEKAN ini perhatian publik luas tersita oleh rangkaian persidangan Ferdy Sambo cs dalam kasus dugaan pembunuhan berencana yang menewaskan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J. Selain itu, dalam sepekan ini juga berlangsung persidangan kasus dugaan obstruction of justice atau perintangan penyidikan dalam kasus tewasnya Brigadir J.

Duduk sebagai terdakwa dalam kasus pembunuhan berencana yakni Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E, Bripka Ricky Rizal, dan Kuat Ma’ruf. Sedangkan untuk kasus obstruction of justice, duduk sebagai terdakwa yakni Ferdy Sambo, Hendra Kurniawan, Arif Rachman Arifin, Chuck Putranto, Baiquni Wibowo, Agus Nurpatria, dan Irfan Widyanto.

delik.news berupaya untuk merangkum sejumlah hal yang terungkap dalam rangkaian persidangan Ferdy Sambo selama satu pekan belakangan ini. Berikut ini adalah fakta-fakta tersebut.

Baca JugaWawancara Pelaku Pembunuhan Mutilasi di Mimika, Komnas HAM: Paling Menakutkan Saat Memeriksa Pelaku, Mimiknya DatarKomnas HAM: Gas Air Mata Penyebab Utama Tragedi Kanjuruhan Berujung Tewasnya 134 Orang

Duri dalam Keluarga Sambo

Jaksa penuntut umum (JPU) membacakan dakwaan terhadap Ferdy Sambo pada Senin (17/10/2022). Dalam dakwaan disebutkan, pada Kamis (7/7/2022) sore terjadi keributan di rumah Sambo di Magelang antara Brigadir J dengan Kuat Ma’ruf. Tidak dijelaskan persoalan apa yang diributkan keduanya.

Malamnya, Putri menelepon Bharada E dan Ricky agar kembali ke rumah Magelang. Sampai di rumah, keduanya sempat mendengar keributan, meski tidak mengetahui yang sesungguhnya terjadi. Saat bertemu dengan Putri, Ricky sempat menanyakan apa yang terjadi, namun istri Sambo itu menanyakan keberadaan Brigadir J. Putri juga meminta Ricky memanggil Brigadir J untuk menemuinya.

Baca JugaBeberkan Data Pribadi Menpora, Bjorka Ucapkan Belasungkawa untuk Korban Tragedi KanjuruhanBPOM Ungkap Seluruh Varian Mie Sedaap yang Beredar di Indonesia Aman Dikomsumsi

Ricky lalu mengajak Brigadir J untuk masuk rumah menemui Putri. Hanya saja sebelumnya, Ricky menanyakan kepada Yosua ‘Ada apaan Yos?’ dan dijawab oleh Yosua ‘enggak tahu bang, kenapa Kuat marah-marah sama saya’.

“Kemudian saksi Ricky Rizal Wibowo mengajak korban Nofriansyah Yosua Hutabarat masuk ke rumah karena dipanggil saksi Putri Candrawathi, tetapi sempat ditolak oleh korban Nofriansyah Yosua Hutabarat,” kata JPU saat membacakan dakwaan pada persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Jakarta.

Meskipun sempat menolak, Ricky kembali membujuk Brigadir J yang akhirnya bersedia untuk masuk ke rumah serta menemui Putri di kamar yang berada di lantai dua.

Baca JugaTragedi Halloween di Itaewon 22 WNA dari 12 Negara TewasAnies Baswedan Soroti Peringatan BMKG Terkait Waspada Cuaca Ekstrem Sejak 9-15 Oktober

Brigadir J menemui Putri di kamar. Posisi Brigadir J duduk di lantai sementara Putri duduk di atas kasur sambil bersandar. Ricky kemudian meninggalkan Putri dan Brigadir J berdua berada di dalam kamar pribadi Putri sekitar 15 menit lamanya.

Setelah itu Brigadir J keluar dari kamar. Selanjutnya Kuat Ma’ruf mendesak Putri untuk melapor kepada Ferdy Sambo. “Ibu harus lapor Bapak, biar di rumah ini tidak ada duri dalam rumah tangga Ibu,” kata Kuat seperti tertuang dalam dakwaan.

Meskipun, saat itu Kuat masih belum mengetahui secara pasti kejadian yang sebenarnya.

Kirim Komentar

Ketika Sains Melihat HantuKenapa Indonesia Tak Dijadikan Negara Islam Saja?Terungkap Alasan Hepatitis Akut Disebut Misterius