SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Safari Politik Puan Maharani ke Airlangga Hartarto dan Prabowo Subianto, Ini Isu yang Akan Dibahas

IMG 20220317 WA0040 840x493 1
Hasto Kristiyanto Sekjen PDIP dan Puan Maharani Ketua DPP PDIPpelantikan pengurus pusat Banteng Muda Indonesia (BMI) . Foto : istimewa

SEKRETARIS Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengungkap isu yang akan dibahas dalam safari politik Ketua DPP PDIP Puan Maharani ke Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto akhir pekan ini.

Sebagai informasi, Puan disebut akan bertandang ke dua pemimpin parpol tersebut pada Sabtu (3/9) dan Minggu (4/9).

Menurut Hasto, salah satu isu yang akan dibahas Puan dalam safari politik ke Airlangga ialah terkait situasi perekonomian Indonesia sekarang. Dia berkata, isu ekonomi menjadi pembahasan karena Airlangga merupakan Menko Perekonomian saat ini.

Baca Juga2 Kakak Kelas Korban Ditetapkan Jadi Tersangka Tewasnya Santri Ponpes Modern Darussalam GontorTerungkap Irjen Ferdy Sambo Diduga Langgar Etik, Polri: Semisal Pengambilan CCTV

“Ya kalau dengan Pak Airlangga karena kapasitas beliau sebagai Ketua Umum Golkar, juga sebagai menko perekonomian. Tentu saja situasional situasi saat ini perekonomian kita itu jadi materi yang kita bahas,” kata Hasto kepada wartawan di sela-sela Mukernas Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) 2022 di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta, Jumat (2/9).

Kemudian di agenda selanjutnya, sambung Hasto, Puan akan membahas tentang pertahanan saat melakukan safari politik ke Prabowo di Hambalang, Jawa Barat. Isu pertahanan menjadi pembahasan karena kapasitas Prabowo yang merupakan Menteri Pertahanan (Menhan) saat ini.

Baca JugaBharada E Tiba di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Jalani Sidang Lanjutan Kasus Pembunuhan Berencana Brigadir J, Ada 12 Orang SaksiIni Perbedaan Antara Dakwaan dan Eksepsi Ferdy Sambo Soal Kasus Pembunuhan Berencana Brigadir J

“Terkait Pak Prabowo juga tak terlepas dari ruang lingkup beliau sebagai menteri pertahanan karena kita juga menghadapi pertarungan geopolitik,” ujarnya.

Hasto menyatakan, PDIP melalui Puan berperan sebagai tamu ketika melakukan silaturahmi ke Golkar dan Gerindra. Ia mengibaratkan langkah PDIP itu bak mengetuk pintu Golkar dan Gerindra, dan menunggu dibukakan empunya rumah.

Namun, segala rencana pertemuan itu disebut harus melihat situasi agar berjalan lancar. Situasi yang dimaksud, misalnya seperti kesesuaian hari dan cuaca.

Baca JugaBerkuda di Hambalang, Prabowo Subianto-Puan Maharani Berbincang Empat MataLPSK Ungkap Kejanggalan Dugaan Pelecehan Seksual dari Brigadir J

Sebelumnya, Ketua DPP Partai Golkar Lamhot Sinaga menyatakan Airlangga bakal tetap menjadi calon presiden dan partainya tetap berada di Koalisi Indonesia Bersatu (KIB).

Pernyataan itu disampaikan Lamhot merespons rencana pertemuan Airlangga dengan Puan Maharani pada Sabtu (3/9).

Lamhot mengatakan pertemuan antara dua tokoh beda parpol itu hanya sekadar membangun komunikasi politik. Namun, menurutnya, partainya tak mempersoalkan apakah PDIP akan bergabung dengan KIB atau tidak nantinya.

Baca JugaBantah Sebagai Pengedar Narkoba, Teddy Minahasa Klaim Ingin Jebak Linda yang Pernah Menipunya hingga Rugi Rp20 MilyarAHY Ingatkan Pemerintah dan Elit Politik Tidak Salah Gunakan Kebaikan dan Kesabaran Masyarakat Indonesia

“Golkar tidak akan bergeser, akan tetap mendukung Airlangga sebagai capres. Tapi kalau nanti kemudian Airlangga-Puan ya kita bicarakan. Misal Puan bersedia menjadi wakilnya Pak Airlangga, nanti kita bicarakan dengan KIB,” kata Lamhot, Jumat ini.

Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra Desmond Junaidi menegaskan partainya tidak akan meninggalkan koalisi dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) meski akan menerima kedatangan Puan pekan ini.

Ia mengatakan setiap pembahasan soal capres-cawapres akan didiskusikan bersama Ketum PKB Muhaimin Iskandar.

Baca JugaNamanya Dikaitkan dengan Putri Candrawathi, Angelina Sondakh: Saya Ingin Mengubur Masa LaluEnggan Lapor Dugaan Kekerasan Seksual, Komnas Perempuan: Putri Candrawathi Malu dan Takut

“Semua ada kemungkinan [jadi pasangan capres-cawapres], tapi juga harus dibicarakan dengan Pak Muhaimin. Gerindra tidak pernah ninggal orang,” kata Desmond pada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa (30/8). (*)

Kirim Komentar