SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Saat Hakim Tanya ART Ferdy Sambo Soal BAP, Susi Ralat Isi BAP di Sidang

249362 12163131102022 Kesaksian ART Ferdy Sambo di PN Jakarta Selatan RMOL
Kesaksian ART Ferdy Sambo, Susi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan/RMOL

ASISTEN rumah tangga (ART) Ferdy Sambo, Susi, meralat keterangannya dalam berita acara pemeriksaan (BAP) yang menyatakan Brigadir N Yosua Hutabarat sudah mengangkat istri Sambo, Putri Candrawathi. Susi menyebutkan Yosua baru akan mengangkat Putri, tapi tidak terjadi.

Ketua majelis hakim Wahyu Iman Santosa awalnya bertanya ke Susi soal isi BAP yang menyatakan kalau Yosua mengangkat Putri dari sofa sebelum akhirnya dilarang Kuat Ma’ruf pada 4 Juli 2022 di ruang keluarga rumah Magelang. Susi menyatakan BAP itu tidak tepat.

“Di BAP saudara katakan ‘sekitar pukul 22.00 WIB, saya, ibu Putri Candrawathi, Kuat, Richard, dan Yosua sedang berkumpul di ruang keluarga. Ini keterangan saudara di BAP! Mana yang betul? cerita saudara atau di BAP?” tanya hakim dalam sidang di PN Jaksel, Senin (31/10/2022).

Baca JugaLin Che Wei Disebut Gelar Pertemuan dengan KemendagBegini Awal Mula Dugaan Perusakan CCTV di Kompleks Ferdy Sambo Terungkap

“‘Tiba-tiba posisi Yosua Hutabarat mengangkat Ibu PC dalam posisi rebahan di atas sofa’. Ada nggak?” lanjut hakim membaca BAP Susi.

“Ingin angkat, belum sempat mengangkat,” jawab Susi.

Sebagai informasi, peristiwa yang diceritakan Susi ini terjadi sebelum momen Putri disebut tergeletak di kamar mandi lantai 2 rumah Magelang. Peristiwa Putri tergeletak di kamar mandi itu terjadi pada 7 Juli.

Baca JugaIntelijen Rusia Ungkap Risiko Vladimir Putin Jadi Obyek Pembunuhan, Batal Hadir di KTT G20Duduk Perkara Cabut Label ‘Tim Aksi Kasih Gereja Reformed Injili Indonesia’ di Tenda Bantuan Cianjur

Kembali ke hakim, dia kemudian mencecar Susi di BAP dan persidangan soal karena perbedaan keterangan tentang peristiwa Yosua mengangkat Putri pada 4 Juli. Menurut Susi, cerita sebenarnya adalah yang disampaikannya di sidang.

“‘Setelah kami melihat Yosua Hutabarat mengangkat badan Ibu Putri’, mana ceritamu yang benar? di BAP, apa ceritamu saat ini?” cecar hakim.

“Yang ini,” kata Susi.

“Terus apa yang di BAP ini? Apa kamu cabut semua keterangan di BAP? Saya bilang kepada saudara kalau bohong konsisten. Terjebak sendiri kan saudara, di BAP ini. Makanya mana yang bohong saudara di BAP atau yang saat ini saudara bohong?” tegas hakim.

Baca JugaSurat Dakwaan Tersangka Kasus Pembunuhan Berencana Ferdy Sambo Ungkap Kuat Ma’ruf Sebut Brigadir J Duri Dalam DagingSosok Linda di Kasus Narkoba Irjen Teddy Minahasa, Pihak AKBP Doddy: ‘Cepu’

“Kan ibu belum sempat diangkat,” ujar Susi.

“Ini saudara katakan ‘Setelah kami melihat Yosua Hutabarat mengangkat badan Ibu PC, Kuat, dan Richard serta saya kaget, kemudian Richard mengatakan ‘Jangan gitu lah, Bang’. Kuat katakan ‘Yos, itu kan Ibu, bukan orang lain’. Lalu setelah itu saya lihat ibu PC diturunkan oleh saudara Yosua dan ibu langsung pergi ke lantai 2 rumah Magelang’. Pertanyaan saya, yang bohong BAP atau sidang?” cecar hakim lagi.

Susi mengatakan pernyataan yang disampaikannya di BAP tidak benar. Dia mengaku pikirannya sedang kacau saat di BAP.

“Yang di BAP, soalnya om Kuat nyuruh saya untuk memapah ibu ke lantai 2,” jawab Susi.

Baca JugaIni Penyebab Gempa Berpusat di Banten Terasa hingga Ujung Kulon, Jabodetabek, Sukabumi hingga BandungAhlam Albasir Wanita Suriah Ditangkap Diduga Terkait Ledakan Bom Istanbul

“Di BAP bohong?” timpal hakim.

“Tidak bohong. Karena pikiran saya lagi ini,” kata Susi. Namun dipotong oleh hakim.

“Ndak, saat ini juga pikiran saudara kacau. Karena banyak sekali bohong yang nampak. Pertanyaan saya benar yang benar mana? Yang BAP atau saat ini?” tanya hakim lagi.

“Yang saat ini. Yang saya lihat om Yosua menghampiri ibu untuk ingin mengangkat ibu, tapi nggak sempat diangkat keburu dilarang Om Kuat,” jawab Susi.

Baca JugaIkut Terseret Robot Trading Net89, Begini Klarifikasi Atta HalilintarTragedi Kanjuruhan Catat Korban Anak-anak Usia 4-17 Tahun, 8 Perempuan 25 Laki

Dalam sidang ini, Bharada Richard Eliezer duduk sebagai terdakwa. Eliezer didakwa melakukan pembunuhan berencana Brigadir N Yosua Hutabarat bersama Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Ricky Rizal, dan Kuat Ma’ruf. (*)

Kirim Komentar