SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Road Map Politik Jokowi Jelang Pilpres 2024

jokowi 1 169
Biro Pers Setpres

STRATEGI Jokowi menundukkan para lawan politiknya patut mendapatkan dua jempol sekaligus. Dalam menjalankan roda pemerintahan, Jokowi melakukan “politik rangkul” bagi semua lawan politiknya.

Bagi Jokowi syarat mutlak pembangunan adalah menciptakan iklim politik yang datar, menghindari turbulensi politik serta memuluskan semua rencananya dengan menguasai dan mengendalikan kekuatan politik di parlemen.

Patron politik non partai pendukung Jokowi adalah pengusaha, mereka butuh keramahan lingkungan, steril dari haru- hara politik untuk dapat menjamin investasi dan kepentingan ekonomi lainnya.

Baca JugaPacar Brigadir J Vera Simanjuntak Sempat Video Call dengan Yosua: Minta Putus Sebelum MeninggalTerkuak Inisiatif Kuat Ma’ruf Simpan Pisau Sebelum Brigadir J Ditembak Mati

Pada akhirnya semua musuh dijinakkan , dijadikan mandul dan disandera serta dijadikan tawanan politik. Jokowi bekerja senyap tetapi mematikan. Semua bisa ditundukkan tampa harus banyak teriak-teriak.

Jokowi nampaknya juga sebagai ahli strategi politik yang sangat pintar dan jeli menaruh kawan dan lawan untuk dijadikan partner politik saat ini dan 5-10 tahun ke depan. Lihai melakukan orkestra politik yang cantik dan kadang menyilaukan lawan dan temannya sendiri.

Baca JugaJasad Wanita Ditemukan Kepala Terluka Bersimbah Darah di Jakarta Barat, Polisi Selidiki PenyebabnyaSungai Cimadur Kembali Meluap, Ingatkan Warga Bantaran Waspadai Banjir

Tokoh nasional yang sedang menjadi sorotan adalah Ganjar Pranowo. Gubernur Jateng ini dianggap sebagai Partner Jokowi untuk menjadi kawan sejati dalam paruh waktu tertentu . Ganjar dinilai pihak kawan satu partai dan sangat menawan menjadi rekan politik yang baik saat ini dan proyeksi politik ke depan terutama jelang kontestasi pilpres 2024.

Ganjar diterima di Istana Presiden, Senin(7/11/2022) diundang untuk hadir menyaksikan penganugerahan gelar Pahlawan nasional . Kehadiran Ganjar ditafsirkan sebagai kejadian tidak biasa. Penulis melihat ada pesan khusus serta pesan pembicaraan sangat serius.

Tidak hanya sekali ini, Jokowi sering memberikan perilaku istimewa kepada Ganjar dalam momen-momen khusus seperti ketika Jokowi melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Batang Jateng, Senin(3/6/2022). Presiden Jokowi mengajak Ganjar ikut naik dalam mobil kepresidenan. Cara ini dipergunakan Jokowi sebagai penyampaian simbol dan isyarat khusus ke publik.

Baca JugaKompol Baiquni Wibowo Format Ulang Laptop untuk Hapus File CCTV Duren TigaJasad Wanita Ditemukan Kepala Terluka Bersimbah Darah di Jakarta Barat, Polisi Selidiki Penyebabnya

Rupanya Jokowi mengajak Ganjar dalam tempat khusus sekaligus mengajarkan ilmu bagaimana menafsirkan berbagai isyarat politik. Istana Presiden dipilih sebagai tempat dianggap paling steril bagi Jokowi dan Ganjar membicarakan isu-isu penting. Pertemuan Jokowi dan Ganjar bisa diartikan peringatan sekaligus kesiapan diri menghadapi kontestasi Pilpres 2024.

Penulis mengulas setidaknya ada dua isyarat dan pesan khusus dari pertemuan Ganjar dan Jokowi di istana. Pertama Jokowi memberikan isyarat dukungan politik secara penuh, bisa ditafsirkan jika Jokowi dan Ganjar sedang menunjukkan penguasaan teritorial politik yang bisa dikendalikan dari istana terlepas dari campur tangan elite /ketua partai.

Jokowi menggunakan istana sebagai pusat pengendalian segala misi dan strategi politiknya. Ketua Partai pun harus tunduk Jokowi ketika harus dipanggil dan merapat menuju istana negara. Istana tempat yang bentul-betul dipusatkan sebagai komando strategi Jokowi. di lain sisi istana dipakai sebagai simbol penguasaan pemerintah dan penuh negara dalam genggaman Jokowi.

Baca JugaWSJ: Ajudan Biden Jalin Percakapan Rahasia dengan Staf Kremlin-Sekretaris Dewan Keamanan RusiaBantah Sebagai Pengedar Narkoba, Teddy Minahasa Klaim Ingin Jebak Linda yang Pernah Menipunya hingga Rugi Rp20 Milyar

Jokowi kembali mengambil hati dan simpati para pembantunya. Kali ini jatuh untuk para menteri yang berminat menjadi calon presiden. Jokowi memberikan dukungannya untuk para pembantunya maju sebagai capres dengan catatan khusus. Cara ini dipakai Jokowi sebagai bagian menamakan politik balas budi dan kemurahan hati Jokowi membagi-bagi peluang diraihnya kekuasaan.

Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang membolehkan menteri yang berminat menjadi capres tampa mundur dari jabatanya. Kemenangan Politik bagi para menteri untuk maju sebagai capres dijadikan isu seksi menarik bagi Jokowi. Isu ini menarik ketika relasi bisnis berkaitan kapitalisasi politik dalam ruangan jual beli/trade off wewenang dan kekuasaan. Sekali lagi Jokowi berhasil menjerat dan menciptakan jual beli dalam bentuk hutang budi produk aturan pembebasan pengunduran menteri ketika mengajukan diri sebagai capres seolah-olah dari hasil perjuangan Jokowi.

Jokowi mengarahkan kepada menterinya bahwa dialah atasannya yang sudah membuka pintu para pembantunya untuk bisa nyapres tampa harus pamit mundur dari jabatanya. Jokowi menunjukkan jabatan dan wewenang penuhnya membuka jalan bagi siapa pun menteri yang akan tampil di bursa capres 2024.

Baca JugaGanjar Pranowo Berkemeja dan Masker Warna Merah Tiba di Kantor DPP PDI PerjuanganRizky Billar Resmi Ditahan, Penahanan Selama 20 Hari atas Kasus KDRT

Setidaknya sudah ada 4 menteri yang berminat untuk mengajukan pencalonan diri sebagai presiden ditangan Jokowi. Penulis memprediksi jika 4 menteri yang sudah mendapatkan lampu hijau pencapresan tersebut adalah Menteri Koordinator Ekonomi Airlangga Hartato ,Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno dan Menteri BUMN Erich Thohir.

Ke-4 Menteri tersebut sebagai pihak yang sudah mendapatkan ijin untuk bertarung dipilpres 2024. Mereka sudah melakukan berbagai kegiatan dan promosi menuju Pilpres 2024. Dua diantarainya menteri menejabat sebagai Ketum Partai dan 2 Menteri tersebut sebagai profesional.

Jokowi kembali bermanuver dengan memberikan sinyal dukungan politik ke Prabowo Subianto. Akrobat politik Jokowi menyebabkan Prabowo harus kembali bertekuk lutut di depan Jokowi. Dalam acara HUT Perindo ,Senin (7/11/2022) Jokowi mengumbar janji dalam pernyataannya yang menyebutkan Pilpres2024 kelihatannya menjadi jatah untuk Ketua Umum Partai Girindra Prabowo Subianto.

Baca JugaBerikut Fakta Mundurnya Liz Truss yang Perlu Anda KetahuiKasus Suap Pemberian Paket Pekerjaan, Bupati Langkat Nonaktif Terbit Rencana Perangin Angin Divonis 9 Tahun

Sang Menteri Pertahanan ini adalah rival Jokowi, 2 kali pertarungan Capres 2014-2019 dan 2019-2024.

Nilai tawar Prabowo semakin anjlok ketika Prabowo menerima tawaran Jokowi untuk masuk dan bergabung dalam koalisi pendukung Jokowi. Berakhir dengan hadiah posisi dua kementerian yakni Kementerian Pertahanan yang diberikan langsung Prabowo Subianto dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang diberikan Sandiaga Uno.

Dengan merima jabatan tersebut, kekuatan Prabowo dan partai lumpuh . Secara politik dan harus mengakui bahwa Jokowi adalah atasannya. Prabowo kehilangan legitimasi publik sebagai pihak oposisi. Prabowo harus menyerah dan memangkas semua atribut oposisi dan harus menerima sebagai pegawai Jokowi yang siap menjalankan semua perintah tampa ada alasannya apa pun untuk menolaknya.

Baca JugaPolisi: Upaya Cabut Laporan dari Lesti Kejora Tidak Lantas Rizky Billar Lolos dari Jeratan HukumPolisi Duga Satu Korban di Kalideres Sudah Meninggal Dunia Sejak Mei

Visi Politik Jokowi

Jokowi sedang menciptakan kekuasaan politik eksternal diluar parpol. Kesadarannya sangat sigap dan tanggap bahwa Jokowi bukan DNA dari parpol dan sangat tidak memungkinkan menjadi ketua parpol . Jokowi sejak awal sebagai presiden dianggap sebagai petugas partai oleh Ketum partai. Ini sebagai kewajaran dan titah politik yang harus dijalankan sebagai pesuruh dan petugas partai.

Dua tahun menjabat sebagai orang nomor satu di Indonesia, tentunya Jokowi sangat merasakan bagaimana menjadi seorang petugas partai padahal Jokowi berstatus sebagai presiden.

Jokowi banyak belajar dari presiden sebelumnya terutama SBY. Belajar banyak bagaimana Susilo Bambang Yudoyono (SBY) membangun konsorsium politiknya dan juga dinasti politiknya dengan memanfaatkan infrastruktur pemerintahan selama menjabat.

Baca JugaPrabowo Subianto Tegaskan Gerindra-PKB Sepakat Bentuk Koalisi Hadapi Pemilu 2024Polisi Temukan Adanya Bungkus Makanan dan Struk Belanja Saat Olah TKP 1 Keluarga Tewas di Kalideres

SBY berhasil berdiri tegak paska lengsernya sebagai presiden 2 periode. Prestasi SBY adalah dapat mempertahankan membangun partai dan bisa menjadi kendaraannya menuju kursi presiden. SBY juga berhasil mempertahankan dan membina Partai Demokrat menjadi papan tengah dalam perhelatan politik nasional.

Penulis menangkap sinyal kuat bahwa Jokowi sedang membangun kekuatan politik dengan melakukan konsolidasi kekuatan non partai dan penggalangan kekuatan diinternal birokrasi ditambah kekuatan dukungan dari relawan.

Tiga kekuatan ini yang terus dikuatkan dan dipadatkan. Wajar saja jika ada tuduhan isu bahwa Jokowi akan mengkudeta Ketum PDI P jika melihat gelagat dan cara Jokowi bekrja,sangat masif, terorganisasi dengan baik serta mengerucut pada target khusus. (*)

Baca JugaWSJ: Ajudan Biden Jalin Percakapan Rahasia dengan Staf Kremlin-Sekretaris Dewan Keamanan RusiaTotal Korban Tragedi Kanjuruhan 754 Orang, 132 Meninggal Dunia Akibat Patah Tulang, Trauma di Kepala dan Leher, dan Kadar Oksigen dalam Tubuh Berkurang

Heru Subagia, Direktur Sepadan Institute

Kirim Komentar