SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Rangkuman Isi Laporan TGIPF Kanjuruhan

6476 ELSHINTADOTCOM 20221009 img 8653
Suasana di pintu 13 Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Kamis (6/10/2022). (ANTARA/Vicki Febrianto)

TIM Gabungan Investigasi Pencari Fakta (TGIPF) Kanjuruhan yang diketuai Menko Polhukam Mahfud MD telah merampungkan laporan penyelidikan tragedi Stadion Kanjuruhan pada Jumat (14/10). Laporan itu pun sudah diserahkan kepada Presiden Jokowi.

Dalam laporan itu terkuak sejumlah hal. Mulai dari nilai kerja sama Indosiar sebagai pihak yang menyiarkan pertandingan dengan PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) selaku operator liga.

Hingga persoalan PSSI yang tak pernah menyosialisasikan ke polisi soal larangan FIFA menggunakan gas air mata dalam mengendalikan massa.

Baca JugaLinda Ungkap Peran dan Keterlibatan Irjen Teddy MinahasaAdzra Nabila Terseret Banjir Ditemukan di BKB Jakarta Barat Hanyut 30 Km dari Tanah Sereal Bogor

Berikut delik.news rangkum sejumlah laporan TGIPF Kanjuruhan:

image
Tim TGIPF lakukan pemeriksaan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur. Foto: Humas Kemenko Polhukam

Nilai Kerja Sama Indosiar-PT LIB Rp 230 M, Klub Cuma Dapat Rp 5 M

Baca JugaSurat Dakwaan Tersangka Kasus Pembunuhan Berencana Ferdy Sambo Ungkap Brigjen Hendra Kurniawan Mendapat Cerita Yosua Raba Paha hingga Kemaluan Putri CandrawathiPolisi Ungkap 3 dari 4 korban Meninggal Dunia Berusia Sepuh

TGIPF Kanjuruhan telah memeriksa pihak-pihak terkait seperti pihak terkait tragedi di Stadion Kanjuruhan yang menewaskan 133 orang ini. Mulai dari pihak keamanan, suporter, manajemen Arema FC, stasiun televisi Indosiar, dan penyelenggara liga.

Soal hak siar pertandingan, TGIPF mengungkap, Indosiar bekerja sama dengan PT LIB dan memiliki kewenangan untuk menayangkan di jam prime time atau tidak prime time. Temuan TGIPF memperlihatkan, nilai kerja sama dalam penyiaran pertandingan Arema FC vs Persebaya ini adalah Rp 230 miliar.

“Indosiar melakukan kontrak dengan PT LIB senilai Rp 230 miliar (nilai kontrak 2022 akan dikonfirmasi lebih lanjut lagi),” kata Direktur Programming Indosiar Visual Mandiri, Harsiwi Achmad, kepada TGIPF sebagaimana tertuang dalam laporan TGIPF, dikutip Selasa (18/10).

Baca JugaKuat Ma’ruf Bantah Kesaksian Vera Simanjuntak Terkait Ancam Bunuh Yosua, Hakim: Saksi Kan Tak Sebut SiapaObstruction of Justice Kasus Pembunuhan Berencana Brigadir J yang Dilakukan Ferdy Sambo, Begini Kisah Lengkapnya

Kerja sama senilai Rp 230 miliar itu sudah termasuk dengan production house KKB sebagai pihak yang memproduksi siaran. KKB ditunjuk oleh PT LIB.

Indosiar menyebutkan pemilihan jam prime time karena menguntungkan semua pihak, baik bagi federasi, PT LIB, pemain, klub, stasiun TV, dan lain-lain. Seluruh penayangan yang popular ditayangkan di jam tersebut secara tidak langsung juga diinginkan semua pihak stakeholder.

Dari kerja sama senilai Rp 230 miliar, pihak klub juga mendapatkan uang sebesar Rp 5,5 miliar. Secara hitung-hitungan di atas kertas, jumlah tersebut belum menutup kekurangan operasional klub.

Baca JugaRagunya Kerabat Terkait Tewasnya 1 Keluarga 4 Orang di Perumahan Citra Garden Satu ExtensionKeberadaan Ponsel Brigadir J Belum Diketahui, Saksi Sebut Diserahkan ke Puslabfor Polri

“Secara perhitungan mereka rugi, sehingga ada kemungkinan akhirnya klub mencari keuntungan melalui penjualan tiket seperti yang terjadi di Kanjuruhan,” ungkap TGIPF.

Kirim Komentar

Ketika Sains Melihat Hantu Kenapa Indonesia Tak Dijadikan Negara Islam Saja? Terungkap Alasan Hepatitis Akut Disebut Misterius