SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Putri Candrawathi Tepis Sejumlah Keterangan Adik Brigadir J, Apa Saja?

6360b32f64c0f
Putri Candrawati, Terdakwa kasus pembunuhan berencana Brigadir J dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Selasa (1/11/2022).

ADIK Brigadir Yosua Hutabarat, Mahareza Rizky Hutabarat, bersaksi dalam sidang kasus pembunuhan berencana terhadap sang kakak dengan terdakwa Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi. Putri menepis sejumlah keterangan Mahareza. Apa saja?

Putri Candrawathi menegaskan tidak pernah memberikan nomor ponselnya kepada Reza. Yang terjadi justru, kata Putri, saat itu Yosua meminta izin untuk memberikan nomor ponselnya kepada Reza perihal urusan mutasi ke Polda Jambi.

“Mohon izin, Yang Mulia, saya ingin menegaskan sedikit. Pertama bahwa saya tidak pernah memberikan nomor handphone saya kepada Reza, tapi saat itu Yosua meminta izin kepada saya untuk memberikan nomor handphone saya kepada Reza, karena saat itu Yosua meminta untuk memindahkan Reza ke Polda Jambi dikarenakan mau dekat dengan keluarga,” kata Putri.

Baca JugaPengungkapan Kasus Sekeluarga Tewas di Kalideres RumitEvakuasi Jenazah Brigadir J, Sopir Ambulans Bingung Bawa Jasad Yosua Dibawa ke IGD

Putri mengaku saat itu turut memfasilitasi pemindahan Reza ke Polda Jambi. Dia pun meminta bantuan kepada suaminya, Ferdy Sambo, untuk pemindahan Reza.

“Untuk pemindahan Reza atau mutasi Polda Jambi itu Yosua saya memfasilitasi kepada suami saya, dan suami saya membantu untuk pemindahan Saudara Reza,” kata Putri.

Baca JugaTerungkap Peran Israel di Balik Pembantaian Brutal Muslim RohingnyaBerikut Poin-poin Kesaksian yang Terungkap Para Saksi di Persidangan Bharada E

Kemudian, kata Putri, terkait hadiah pada 1 Juli, itu hanya pemberian kepada Reza sebagai anggota Polri. Karena hari itu, kata Putri, bertepatan dengan HUT Bhayangkara.

“Pemberian hadiah atau tali kasih tanggal 1 Juli dalam rangka HUT Bhayangkara, saya memberikan kepada Reza karena Reza anggota Polri dan juga saya berikan kepada Reza sebagai kasih daripada keluarga kami,” kata Putri.

Selain itu, Putri menyebut tidak pernah mengajak Reza makan di lantai dua di rumah pribadinya di Saguling. Putri menyebut saat itu Yosua yang menyampaikan ada Reza di lantai bawah rumah, lalu diajaklah masuk ke rumah.

Baca JugaAjudan Ferdy Sambo Ungkap 3 Senjata Api yang Selalu Jadi Pegangan Ferdy SamboTeka-teki Perempuan Bersenjata Api Terobos Penjagaan Istana Presiden

“Selanjutnya saya tidak pernah mengajak Reza untuk makan di lantai 2, tetapi saat itu Yosua menyampaikan kepada saya ada adiknya di bawah. Saya bilang ajak makan saja,” kata Putri.

“Mohon maaf, Yang Mulia, bukan diajak, waktu malam tahun baru itu ajudan dia bilang, ‘Adik, kamu dipanggil Ibu diajak makan di atas’ begitu, saya tidak bilang Ibu Putri,” timpal Reza.

Lebih lanjut, Putri menyebut Yosua sempat bertemu dengannya dan bercerita membutuhkan uang untuk MRI adiknya yang mengalami blackout atau pingsan setelah terjatuh di kamar mandi. Saat itu, Putri menyebut memberikan uang Rp 10 juta untuk Reza melakukan MRI.

Baca JugaMantan Jurnalis TV Pemerintah Kecam Invasi Kremlin, Marina Ovsyannikova Berhasil Kabur dari Tahanan RumahPangeran Mohammed Bin Salman Berikan Klarifikasi Soal Penyebar Paham Wahabi, Muhammad bin Abdul Wahhab

“Waktu itu Reza pernah jatuh di kamar mandi dan mengalami blackout. Saat itu Yosua datang mendatangi saya di ruang kerja di Saguling, dia membutuhkan biaya hidup untuk MRI adiknya dan saya memberikan uang Rp 10 juta untuk Reza melakukan MRI,” ungkapnya.

“Dan saya tidak pernah dikonfirmasi untuk pemakaian motor yang digunakan oleh Reza, baik oleh Reza maupun oleh Reza,” tambahnya.

Ferdy Sambo dan Putri Didakwa Pembunuhan Berencana

Dalam persidangan ini, Ferdy Sambo didakwa melakukan pembunuhan berencana terhadap Brigadir Yosua Hutabarat. Perbuatan itu dilakukan bersama-sama dengan Richard Eliezer Pudihang Lumiu, Putri Candrawathi, Ricky Rizal Wibowo, dan Kuat Ma’ruf.

Baca JugaVideo Jokowi Tak Salami Kapolri Usai Upacara HUT-77 TNIUsai Peristiwa di Rumah Dinas Ferdy Sambo Duren Tiga, Begini Cerita Adik Brigadir J Bertemu Brigjen Hendra Kurniawan di Ruang Pemeriksaan Propam

Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi dkk diadili dengan Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Ferdy Sambo juga didakwa merintangi penyidikan dalam kasus pembunuhan Yosua. Ferdy Sambo didakwa dengan Undang-Undang No 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan KUHP. (*)

Kirim Komentar