SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Presiden Jokowi Perintahkan Panglima TNI: Proses Hukum hingga Tuntas Kasus Pembunuhan dan Mutilasi Warga Sipil di Mimika

202208311301 main.cropped 1661925727
Tangkapan layar - Presiden Jokowi memberikan keterangan pers usai acara Pemberian Nomor Induk Berusaha kepada UMK Perseorangan di GOR Toware, Jayapura, Papua, Rabu (31/8/2022)

PRESIDEN Joko Widodo memerintahkan Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa untuk membantu proses hukum hingga tuntas kasus pembunuhan dan mutilasi warga sipil yang diduga dilakukan oknum anggota TNI di Distrik Mimika Timur, Kabupaten Mimika, Papua.

“Saya telah perintahkan kepada Panglima TNI untuk membantu proses hukum yang juga telah dilakukan oleh kepolisian tapi di-back up (didukung) oleh TNI,” kata Presiden Jokowi dilansir Antara, Rabu, 31 Agustus.

Jokowi mengatakan proses hukum terhadap oknum anggota TNI harus berjalan hingga tuntas agar kepercayaan masyarakat terhadap TNI tidak pudar.

Baca JugaPolri Hentikan Laporan Dugaan Pelecehan Seksual Terhadap Istri Irjen Ferdy Sambo, Ini Pernyataan LengkapnyaKompol Baiquni Wibowo Format Ulang Laptop untuk Hapus File CCTV Duren Tiga

“Sekali lagi proses hukum harus berjalan sehingga kepercayaan masyarakat terhadap TNI tidak pudar. Saya kira yang paling penting usut tuntas proses hukum,” ujarnya.

Komandan Pusat Polisi Militer TNI Angkatan Darat (Puspomad) Letnan Jenderal TNI Chandra W. Sukotjo pada kesempatan sebelumnya menyatakan sebanyak enam oknum anggota TNI AD telah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan mutilasi dua warga sipil di Kampung Pigapu, Distrik Mimika Timur, Kabupaten Mimika.

Baca JugaAngkatan Laut AS Akui Simpan Video UFO yang Masih DirahasiakanPolri Dalami Penggunaan Gas Air Mata di Balik Tragedi Kanjuruhan

“Betul, sudah (jadi tersangka),” kata Chandra, Senin (29/8).

Menurut Danpuspomad, Polisi Militer Kodam (Pomdam) XVII/Cenderawasih sudah menjalankan proses hukum terhadap keenam oknum prajurit TNI AD tersebut.

“Puspomad telah mengirimkan tim penyidik untuk membantu Pomdam,” tambahnya.

Sementara itu, pelaku dari warga sipil sudah ditangani pihak kepolisian.Mengenai motif pelaku pembunuhan, Chandra menambahkan saat ini masih dalam tahap penyelidikan oleh Pomdam XVII/Cenderawasih.

Jasad korban mutilasi itu ditemukan di Kampung Pigapu-Logopon, Kabupaten Mimika, Papua, pada Sabtu, 27 Agustus 2022.
Subdenpom XVII/Cenderawasih di Mimika saat ini telah mengamankan enam oknum prajurit TNI AD yang diduga terlibat pembunuhan warga sipil itu.

Baca JugaPolisi Ungkap 3 dari 4 korban Meninggal Dunia Berusia SepuhSatgas Gakkum Ops Damai Cartenz 2022 Ungkap Jaringan Pemasok Senmu KKB Intan Jaya

Subdenpom XVII/Cenderawasih juga terus berkoordinasi dengan Polres Mimika untuk mengungkap keterlibatan oknum TNI AD itu. (*)

Kirim Komentar