SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Polri Tegaskan Tidak Ada Seremoni Pemberhentian Ferdy Sambo

6327b1464d065 irjen pol ferdy sambo antvklik
Irjen Pol. Ferdy Sambo

POLRI telah menolak permohonan banding Ferdy Sambo dan tetap memberi sanksi pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) terkait kasus pembunuhan Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J). Polri menegaskan tidak ada seremoni pemberhentian Ferdy Sambo.

“Nggak ada, sudah diserahkan berarti sudah diberhentikan tidak dengan hormat,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Senin (19/9/2022).

Dedi mengatakan penyerahan berkas administrasi PTDH ke Ferdy Sambo itu sudah termasuk dalam bentuk seremonial. Berkas itu akan diberikan maksimal 5 hari setelah putusan dibacakan.

Baca JugaBerikut Penjelasan Kerabat Korban 1 Keluarga 4 Orang Tewas di Perumahan Citra Garden Satu ExtensionVitaly Gura Dikabarkan Meninggal Dunia Bulan Lalu, Pejabat Pro-Rusia Ini Mendadak Muncul di Hadapan Publik

“Serahkan saja sudah bentuk seremonial itu,” ujarnya.

Banding Sambo Ditolak

Majelis sidang banding etik memutuskan menolak permohonan banding terkait putusan PTDH atau pemecatan Ferdy Sambo. Sidang banding ini dipimpin oleh Irwasum Polri Komjen Agung Budi Maryoto di Mabes Polri, Senin (19/9).

Putusan banding ini bersifat final dan mengikat. Seluruh majelis sidang banding dinyatakan sepakat menolak memori banding yang diajukan Ferdy Sambo.

Baca JugaIntelijen Prancis Lacak Data Sejumlah Tokoh Muslim, Ada Apa?Mengemuka Nama Prabowo Subianto, Puan Maharani, Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan di Musra Relawan Jokowi

“Satu, menolak permohonan banding pemohon banding,” ujar Komjen Agung.

“Dua, menguatkan putusan sidang Komisi Kode Etik Polri,” sambungnya.

Agung menyatakan perbuatan Sambo sebagai perbuatan tercela. Agung menegaskan Sambo tetap dijatuhi sanksi pemberhentian tidak dengan hormat atau PTDH.

“Komisi banding menjatuhkan sanksi etika berupa perilaku pelanggar dinyatakan sebagai perbuatan tercela dan sanksi administratif berupa PTDH sebagai anggota Polri,” ucapnya.

Ferdy Sambo merupakan salah satu tersangka kasus dugaan pembunuhan berencana terhadap Yosua. Dia diduga memerintahkan Bharada Eliezer menembak Yosua di rumah dinasnya, Jumat (8/7).

Baca JugaDi Mata Ulama, Ganjar Pranowo Tercoreng Gegara Ulah Eko KunthadiTak Cuma Ade Yunia Rizabani, Christian Rudolf Tobing Niat Habisi 2 Temannya, Target Selamat

Polri juga menetapkan Bharada Eliezer, Bripka Ricky Rizal, Kuat Ma’ruf, dan Putri Candrawathi sebagai tersangka. Selain dugaan pembunuhan, Ferdy sambo dijerat sebagai tersangka dugaan merintangi penyidikan bersama enam polisi lainnya. (*)

Kirim Komentar

Ketika Sains Melihat HantuKenapa Indonesia Tak Dijadikan Negara Islam Saja?Terungkap Alasan Hepatitis Akut Disebut Misterius