SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Polri Beberkan Alasan Tembak Gas Air Mata ke Arah Suporter Usai Laga Arema Vs Persebaya di Kanjuruhan

kericuhan usai pertandingan arema melawan persebaya 169
Kerusuhan terjadi usai Arema vs Persebaya. (ANTARA FOTO/ARI BOWO SUCIPTO)

KEPOLISIAN membeberkan alasan menembakkan gas air mata ke arah suporter usai laga Arema FC melawan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, pada Sabtu (1/10).

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta mengatakan bahwa pertandingan sebenarnya berjalan lancar. Namun ketika laga berakhir, sejumlah pendukung Arema FC merasa kecewa.

Beberapa di antara mereka lantas turun ke lapangan untuk mencari pemain dan ofisial. Menurut Nico, pendukung Arema FC itu kemudian melakukan tindakan anarkis dan membahayakan keselamatan.

Baca JugaPolisi Sita Aset Milik Apin BK Bos Judi Online Cemara Asri Senilai Rp 145,79 MiliarIrjen Fadil Imran Disebut-sebut Terseret Kasus Ferdy Sambo, Polda Metro Jaya: Tanya Mabes Ya

“Karena gas air mata itu, mereka pergi ke luar ke satu titik, di pintu keluar. Kemudian terjadi penumpukan dan dalam proses penumpukan itu terjadi sesak napas, kekurangan oksigen,” katanya, seperti dikutip kantor berita Antara.

Penembakan gas air mata ini menjadi perbincangan warganet. Mereka menyoroti bahwa berdasarkan aturan FIFA, penembakan gas air mata dilarang.

Baca JugaJalan Trans Sulawesi Poros Desa Leppangan Tertutup LongsorKapolda hingga Kapolres Bertemu Jokowi, Berikut Pernyataan Lengkap Kapolri

Akibat insiden ini, setidaknya 127 orang tewas, termasuk dua petugas kepolisian. Dari keseluruhan korban, 34 di antaranya tewas di tempat, sementara sisanya meninggal ketika mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Nico mengatakan bahwa saat ini, sekitar 180 orang masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit di Malang. Bupati Malang, M. Sanusi, menegaskan bahwa seluruh biaya pengobatan akan ditanggung oleh pemerintah.

Selain korban jiwa, tercatat 13 unit kendaraan mengalami kerusakan, 10 di antaranya milik Polri.

Baca JugaThe Lord of the Rings: The Rings of Power Catat Pemutaran Perdana Terbesar, Tarik 25 Juta Penonton GlobalBudi Mulyawan: Relawan Hormati Ganjar Pranowo Sebagai Kader PDI Perjuangan yang Tegak Lurus

Kericuhan ini terjadi tak lama setelah Persebaya Surabaya menang atas Arema FC dengan skor 3-2. Ini merupakan kekalahan pertama bagi Arema FC dalam 23 tahun terakhir. (*)

Kirim Komentar