SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Polisi: Ada 2 Tersangka Baru Oknum TNI Diduga Ikut Terlibat dalam Kasus Mutilasi di Mimika

3506312128
Ilustrasi

POLRES Mimika terus mengusut kasus pembunuhan sadis terhadap warga yang dilakukan oknum TNI dan warga sipil. Disebutkan ada dua oknum TNI lagi yang diduga terlibat dalam kasus ini.

“Ada dua tersangka baru yang merupakan oknum anggota TNI diduga ikut terlibat dalam kasus pembunuhan ini,” kata Kapolres Mimika AKBP I Gede Putra dalam keterangan tertulis dari Polda Papua, Sabtu (3/9/2022).

Polisi juga akan memeriksa saksi-saksi lain terkait kasus pembunuhan yang terjadi di Kabupaten Mimika pada Senin (22/8) ini.

Baca JugaHadiri Perayaan HUT ke-8 Partai Perindo, Jokowi Ingatkan Para Ketua Umum Partai Politik Berhati-hati Tentukan CapresnyaFerdy Sambo-Putri Candrawathi Bakal Diperiksa Pakai Lie Detector

“Dan akan kami lakukan pemeriksaan sebagai saksi terhadap pelaku tersangka warga sipil lainnya yang telah kami amankan di Polres Mimika,” kata dia.

Polisi masih memburu satu tersangka warga sipil yang melarikan diri. Kepolisian juga telah melakukan pendekatan kepada keluarganya agar yang bersangkutan menyerahkan diri.

Baca JugaMenteri Luar Negeri Belarus Vladimir Makei Meninggal MendadakKejagung Terima Berkas Obstruction of Justice Kasus Pembunuhan Brigadir J

Potongan Tubuh Korban Diautopsi

Polisi bersama unsur lainnya terus mencari potongan tubuh korban. Pencarian dilakukan hingga ke lautan.

Sementara itu, pada potongan tubuh korban yang sudah ditemukan akan diautopsi yang dilakukan oleh Puslabfor Polda Papua, Biddokkes Polda Papua, dan Inafis Polda Papua.

Dia mengatakan autopsi dilakukan untuk bisa mengidentifikasi potongan-potongan dari pada jenazah yang telah ditemukan. Proses autopsi dilakukan dengan melibatkan pihak keluarga yang merasa kehilangan keluarganya.

Baca JugaPria Berompi Hitam, Dua Unit Gas Melon, Alat Penyembur Api Diamankan Usai Kebakaran Gedung Bappelitbang Kota BandungEngga Usah Gaduh Soal Parasetamol, Ini Penegasan BPOM

Kasus Mutilasi di Papua

Seperti diketahui, sejumlah warga dimutilasi oknum anggota TNI dan warga sipil lainnya. Kasus itu terjadi di Kampung Pigapu, Distrik Mimika Timur, Kabupaten Mimika, Papua.

Sebanyak enam anggota TNI AD ditetapkan sebagai tersangka. Mereka ditahan selama 20 hari ke depan untuk pemeriksaan dan penyidikan.

Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Tatang Subarna menjelaskan tim penyidik dari Polisi Militer saat ini sudah melakukan pemeriksaan dan penyidikan terhadap 6 oknum prajurit TNI AD. Mereka menjadi tersangka dalam kasus pembunuhan empat warga di Kabupaten Mimika, Papua.

Baca JugaKPK Gelar OTT di MA, Amankan SGD 205 Ribu dan Rp50 JutaVideo Lawas Legislator Naik Pesawat Jet Pribadi Sambil Merokok Beredar, Arief Poyuono: Inikah Anggota Dewan yang Usulkan Aturan PLN 450 VA menjadi 900 VA, dan 900 VA menjadi 1300 VA?

Tatang menyebut tim penyidik dari Polisi Militer sudah melakukan penahanan sementara selama 20 hari terhadap para tersangka. Ini dilakukan untuk memudahkan kepentingan pemeriksaan dan penyidikan.

“Saat ini para tersangka ditahan di ruang tahanan Subdenpom XVII/C Mimika terhitung mulai hari Minggu, tanggal 28 Agustus 2022,” ujarnya dalam keterangan tertulis di Mabes AD, Selasa (30/8).

Tatang menambahkan para tersangka mutilasi di Papua berjumlah enam orang, terdiri atas satu orang berpangkat mayor, satu orang berpangkat kapten, satu orang praka, dan tiga orang berpangkat pratu. Semuanya dari kesatuan Brigif 20/IJK/3 Kostrad.

Baca JugaRGP2024: Relawan Ganjar Pranowo Tolak Deklarasi Dewan Kopral Tandingan Dewan KolonelBerkuda di Hambalang, Prabowo Subianto-Puan Maharani Berbincang Empat Mata

Tatang menegaskan TNI AD akan serius mengungkap tuntas kasus ini dan akan memberikan sanksi tegas dan berat terhadap para pelaku sesuai dengan peraturan dan ketentuan hukum yang berlaku. (*)

Kirim Komentar