SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

PM Yair Lapid: Israel Ingin Normalisasi Hubungan Diplomatik dengan Indonesia

Perdana Menteri Israel Yair Lapid berpidato di Sesi ke-77 Majelis Umum PBB di Markas Besar PBB di New York City, AS. Foto: Mike Segar/REUTERS

ISRAEL kembali mengutarakan keinginannya untuk menormalisasikan hubungan diplomatik dengan negara-negara bermayoritas Muslim di dunia, salah satunya Indonesia.

Selama ini, hubungan antara kedua negara terhalang oleh prinsip Indonesia yang membela rakyat Palestina dari penjajahan Israel. Keduanya juga tidak memiliki perwakilan diplomatik di masing-masing negara.

Keinginan itu disampaikan langsung oleh Perdana Menteri Israel Yair Lapid saat berpidato di hadapan sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat, pada Kamis (22/9).

Baca JugaAnggota Polsek Kembangan yang Suruh Wartawan Bicara dengan Pohon Diperiksa PropamMisteri Wanita Misterius Disebut Menangis di Rumah Ferdy Sambo, Kuasa Hukum Bharada E: Rambutnya Pendek, Kulitnya Sawo Matang

“Israel mencari perdamaian dengan tetangga-tetangga kami. Semua tetangga kami. Kami tidak akan pergi ke mana-mana. Timur Tengah adalah rumah kami. Kami di sini untuk tinggal. Selamanya,” ujar Lapid, seperti dikutip dari The Times of Israel.

Lapid mengatakan, Israel ingin menciptakan perdamaian dengan negara-negara yang menentangnya, meski konflik di Palestina masih kerap berlangsung dan belum menemukan titik terang.

Baca JugaKontroversi Peristiwa Gerakan 30 September, Dimana Keberadaan Bung Karno?Video Satire Kenaikan Harga BBM: Orang Cirebon Enggak Takut Kelaparan asal Presidennya Pak Jokowi, Ada Narasi Dukung Jokowi 3 Periode

“Dan kami menyerukan kepada setiap negara Muslim — dari Arab Saudi sampai Indonesia — untuk mengakui hal itu, dan datang berbicara dengan kami. Tangan kami terulur untuk perdamaian,” imbuhnya.

RI Tak Ada Langkah Normalisasi Hubungan dengan Israel

Selama ini, Indonesia berpegang teguh pada prinsipnya yang menegaskan bahwa normalisasi hubungan dengan Israel tidak akan terwujud, selama belum tercapainya perdamaian di Palestina.

Baru-baru ini pula, Kementerian Luar Negeri RI mengatakan, tidak ada langkah yang dilakukan pemerintah untuk menormalisasikan hubungan dengan Israel.

Baca JugaRangkaian Awal Mula Hakim Heran Cerita Susi Terkait Putri Candrawathi Terjatuh di Kamar MandiSidang Etik Polri Putuskan Pecat Tidak Hormat Ferdy Sambo, Berikut 7 Aturannya

Hal itu disampaikan oleh juru bicara Kemlu RI, Teuku Faizasyah, dalam sesi jumpa pers virtual pada Kamis (22/9).

Faizasyah menjelaskan, terlepas dari pemberitaan media Israel soal isu normalisasi hubungan dengan Indonesia, kebenaran kabar tersebut disangkal oleh pemerintah.

“Dari sisi Kementerian Luar Negeri, sebagai pengampu kebijakan luar negeri Indonesia, tidak ada langkah-langkah yang mengarah ke normalisasi hubungan,” ungkap Faizasyah.

Baca JugaKomnas HAM: Total Ada 45 Tembakan Gas Air Mata Dilontarkan Aparat Saat Tragedi KanjuruhanStriker Bintang Polandia Robert Lewandowski Cetak Gol Lagi, Barcelona Tundukkan Sevilla 3-0

Prioritas saat ini, sambung Faizasyah, adalah penyelesaian damai antara Palestina dan Israel. Indonesia sebagai negara yang menentang segala bentuk penjajahan pun berupaya mendorong kedua negara berkonflik agar dapat hidup dalam damai dengan batas yang jelas. (*)

Kirim Komentar