SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Pihak Provider Ungkap Permintaan Data Panggilan Sejumlah Nomor Ponsel dari Polisi, Ada Milik ART Susi

20221107033209
Jaksa Penuntut Umum mengatakan hanya 5 saksi yang hadir dari 12 orang yang dijadwalkan dimintai keterangan dalam sidang Terdakwa Richard Eliezer Pudihang Lumiu, Terdakwa Ricky Rizal Wibowo, dan Terdakwa Kuat Ma’ruf. (Sumber: Tangkapan layar YouTube Kompas TV/Ninuk)

JAKSA penuntut umum menghadirkan pihak provider sebagai saksi dalam sidang pembunuhan Brigadir N Yosua Hutabarat. Kedua saksi itu menjelaskan soal permintaan data panggilan sejumlah nomor ponsel dari polisi.

Kedua saksi dari pihak provider itu ialah Bimantara Jayadiputro selaku officer security and Tech Compliance Support PT Telekomunikasi Seluler dan Viktor Kamang selaku Legal Counsel PT XL AXIATA. Keduanya menjadi saksi untuk terdakwa Bharada Richard Eliezer, Bripka Ricky Rizal dan Kuat Ma’ruf di PN Jaksel, Senin (7/11/2022).

Hakim awalnya bertanya ke Viktor Kamang soal permintaan data dari sejumlah nomor ponsel. Dia mengatakan ada dua surat yang diterima pihaknya.

Baca JugaFerdy Sambo-Putri Candrawathi Titip Anak kepada ART hingga SekuritiKanwil Kemenkumham dan Polisi Selidiki Napi Anak yang Ditemukan Tewas di Lapas Ambon

“Kami pernah menerima surat di 2 September dan 21 September. Pertama di 2 September itu meminta nomor handphone yang terdaftar atas nama Yosua Hutabarat, Putri Candrawathi, Susi, Richard Eliezer Pudihang Lumiu, Ricky Rizal Wibowo dan Kuat Ma’ruf dan nomor 087888258***,” kata Viktor Kamang di PN Jaksel.

“Itu terakhir nomor siapa?” tanya hakim.

“Kami tidak tahu, dari kami muncul hanya nomor NIK saja, karena ini nomor prabayar sesuai aturan Menkominfo hanya disimpan NIK dan nomornya saja,” jawab Viktor.

Baca JugaDari Perjalanan Kupang-Alor, Kapal Cantika Express 77 Terbakar Telan Korban 14 Orang Meninggal DuniaHasil Analisis Sementara Polri Terkait 34 CCTV di Stadion Kanjuruhan

Dia mengatakan pihaknya hanya bisa mengecek berdasarkan nomor, bukan nama. Data yang diperoleh berdasarkan pengecekan nomor itu kemudian diserahkan ke penyidik.

“Yang saudara serahkan berbentuk?” tanya hakim.

“File dan email. Jadi hasil sistem saya capture dan saya serahkan ke penyidik,” ucap Viktor.

“Ada percakapan diserahkan?” tanya hakim.

“Ada, saya serahkan juga sinyal tapi hanya sampai sinyal. Penyidik juga tanyakan ‘Kalau yang lain mana?’. Saya bilang ini hanya bisa nomor telepon. CDR (Call data record)-nya saya kueri dan tarik lalu saya serahkan ke penyidik secara terenkripsi,” ucap Viktor.

Baca JugaBerikut Nama 9 Hakim PN Jaksel untuk Adili Tersangka Kasus Pembunuhan Berencana Brigadir J serta Kasus Obstruction of JusticeFerdy Sambo Marah Besar ke Anak Buahnya Gegara CCTV di Duren Tiga

Dia mengaku tak melihat detail apakah ada percakapan yang sempat terjadi antara nomor-nomor yang dicek itu. Dia mengaku hanya menyerahkan file yang telah dicek secara utuh ke penyidik pembunuhan Brigadir Yosua.

“Isinya apa saja?” tanya hakim.

“CDR, call data record. Di situ panggilan masuk, keluar, melalui telepon reguler dan SMS. Di luar itu apabila ada aplikasi pihak ketiga atau WhatsApp call tak terdeteksi isinya,” ujar Viktor.

“Bisa disebut nomornya?” ujar hakim.

“087888258***,” jawab Viktor.

Hakim kemudian bertanya ke Bimantara. Dia juga menjelaskan soal permintaan data registrasi dan CDR dari sejumlah nomor.

Baca JugaPolisi Sita Aset Milik Apin BK Bos Judi Online Cemara Asri Senilai Rp 145,79 MiliarPengacara Brigadir J: Pihak Keluarga Menerima Permintaan Maaf dari Bharada E, Jangan Jangan Kayak Ferdy Sambo Berkelit Terus

“Kami dari Telkomsel terima surat dari Bareskrim terkait permintaan data registrasi dan CDR,” ujar Bimantara.

“Atas nama?” tanya hakim.

“Nopriansyah Yosua H, PC, Susi, Richard Eliezer, Ricky, dan Kuat Ma’ruf dan nomor 6282281575*** dan 62811110***, ketiga 6281291523***, lanjutnya 6285394040***, 6282267892***, terakhir 62811959***. Dari situ kami lakukan di sistem kami untuk lihat data registrasi dan CDR, setelah itu saya serahkan ke penyidik. Data percakapan dan data registrasi. Data registrasi ini NIK dan nomor KK,” ujarnya.

Dia mengatakan data yang didapat dari pengecekan itu berupa rekaman panggilan reguler. Sementara, panggilan atau pesan dari aplikasi pihak ketiga tak terdata.

Baca JugaBerikut Penjelasan Kerabat Korban 1 Keluarga 4 Orang Tewas di Perumahan Citra Garden Satu ExtensionHanya Relawan Abal-Abal Yang Dukung Jokowi Kudeta Kursi Ketum PDI Perjuangan

“Kalau percakapan di CDR. Di situ panggilan masuk, keluar dan juga SMS. Di luar itu, sama dengan XL apabila ada pihak ketiga misal WA kami tidak memiliki datanya,” ucapnya. (*)

Kirim Komentar