SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Pihak Keluarga MAH, Pemuda Madiun Tersangka Terkait Bjorka: Ketik-ketik Terlalu atau Tidak Sengaja, Mohon Maaf Kepada Semuanya

202209161810 main.cropped 1663326660
Jumanto, ayah dari MAH tersangka kasus kebocoran data pemerintahan oleh peretas "Bjorka" meminta maaf kepada publik atas ulah anaknya di Madiun, Jumat (16/9/2022). ANTARA/Louis Rika

PIHAK keluarga dari MAH, pemuda asal Kabupaten Madiun, Jawa Timur, yang telah berstatus tersangka kasus peretasan terkait “Bjorka” meminta maaf kepada publik atas hal yang dilakukan oleh yang bersangkutan.

“Kami mewakili keluarga memohon maaf kalau Agung ada salah. Mungkin, ketik-ketik terlalu atau tidak sengaja. Saya selaku perwakilan keluarga, mohon maaf kepada semuanya,” ujar ayah dari MAH, Jumanto di Madiun, Jumat.

Mengenai penetapan status anaknya sebagai tersangka yang membantu dalam kasus peretas “Bjorka”, Jumanto dan keluarga mengaku kaget. Sebab, MAH selama ini dikenal sebagai anak yang pendiam dan agamis.

Baca JugaMomen Legislator Saat Mengungkap Keaslian Plakat yang Diterima Jokowi dari IRRIAmnesty International, Mantan Kepala BAIS, dan Akademisi Minta Kejagung Gelar Penyidikan Lanjutan Kasus Brigadir J

“Kaget saja. Selama ini anaknya tidak pernah kemana-mana, bahkan luar kota. Tiba-tiba kemarin dibawa dan sekarang ini ditetapkan tersangka,” ujar dia.

MAH (21) warga Desa Banjarsari Kulon, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun diamankan polisi pada Rabu (14/9) malam terkait kasus kebocoran data pemerintahan oleh peretas Bjorka.

Baca JugaDibuka Kembali Mulai 1 September, Berikut Maskapai dan Rute Penerbangan dari Bandara Halim PerdanakusumaKalahkan Betis 2-1, Kemenangan Ini Bikin Real Madrid Semakin Kukuh di Puncak Klasemen

Pada Jumat, Polri telah menetapkan pemuda lulusan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kembangsawit, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun itu, sebagai tersangka.

“MAH statusnya tersangka dan saat ini sedang diproses oleh Timsus,” kata Juru Bicara Divisi Humas Polri Kombes Pol. Ade Yaya Suryana di Mabes Polri, Jakarta.

Meski telah ditetapkan tersangka, namun MAH tidak dilakukan penahanan oleh Tim Khusus (Timsus) yang dibentuk oleh pemerintah yang terdiri dari beberapa lembaga yakni Polri, Kemenko Polhukam, Kominfo, BSSN, dan BIN.

Baca JugaAda 335 Laporan Orang Hilang Usai Tragedi Maut Halloween di ItaewonBisakah Ferdy Sambo Bebas? Begini Pandangan Otto Hasibuan

Dari hasil pendalaman yang dilakukan, ia diketahui terlibat dengan peretas Bjorka. Dimana, MAH berperan sebagai penyedia kanal (akun) Telegram dengan “Bjorkanizem” yang digunakan untuk mengunggah posting-an milik Bjorka yang ada di website (laman).

Dari hasil pemeriksaan, tersangka MAH pernah mengunggah sebanyak tiga kali di akun telegram Bjorkanizem, yakni tanggal 8 September 2022 dengan tulisan “stop being idiot”. Kemudian unggahan tanggal 9 September dengan tulisan “The next leak will come from the president of Indonesia”.

Tanggal 10 September 2022 memunggah “To support people who are struggling by holding demonstration in indonesia regarding the price fuel oil. I will publish my pertamina database soo”. Adapun motifnya membantu Bjorka agar terkenal dan dapat uang,” ucap Ade.

Baca JugaPenguji Forensik Puslabfor Polri Ungkap Temukan 12 Butir Peluru dari 3 Jenis yang Berbeda di TKPIbu Brigadir J Luapkan Emosi: Ada Apa Kamu Sama Si Putri Itu Kuat Ma’ruf?

Dalam penegakan hukum tersebut, Timsus menyita sejumlah barang bukti berupa sebuah SIMCard seluler, dua unit ponsel milik tersangka, dan satu KTP atas nama tersangka. (Ant)

Kirim Komentar