SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Pidato Lengkap Jokowi Berikan Arahan Pejabat Polri hingga Kapolres

WhatsApp Image 2022 10 15 at 10.33.32 1024x767 1
Presiden Jokowi memberikan arahan kepada jajaran Polri, Jumat (14/10/2022), di Istana Negara, Jakarta. (Foto: BPMI Setpres)

PRESIDEN Joko Widodo mengumpulkan seluruh pejabat utama Polri, Kapolda, dan Kapolres di Istana Negara, Jumat (14/10).

Dalam acara itu, Jokowi memberikan arahan kepada jajaran Polri terkait beberapa hal. Mulai dari gaya hidup mewah, tingkat kepercayaan publik yang menurun, hingga keluhan masyarakat kepada Polri.

Berikut adalah pidato lengkap Jokowi:

Pertama-tama, saya ingin menyampaikan penghargaan dan apresiasi yang tinggi atas kerja keras Polri, beserta seluruh jajaran TNI, jajaran pemerintah, dan seluruh komponen masyarakat dalam menangani covid. Itu dilihat masyarakat, dan itu juga saya lihat dan rasakan kerja keras itu dan hasilnya juga sangat signifikan.

Baca JugaLongsor Sapu Bersih Pemukiman di Pulau Ischia ItaliaAda ART Ferdy Sambo Undur Diri Usai Brigadir J Tewas Dibunuh

Sampai hari ini yang mendorong paling kuat memang ada dari Polri, telah 440 juta dosis vaksin yang telah disuntikkan kepada masyarakat dan hasilnya pandemi covid mereda, dan hasilnya ekonomi kita bisa tumbuh 5,44 persen, dan hasilnya indeks kepercayaan masyarakat juga menempatkan Polri di puncak teratas pada saat itu.

Tetapi begitu ada peristiwa FS (Ferdy Sambo), runyam semuanya. Jatuh angka yang paling rendah, dulu dibandingkan institusi-institusi penegak hukum yang lain, tertinggi. Sekarang saudara harus tahu, menjadi terendah.

Baca JugaDugaan Brigjen Hendra Kurniawan Gunakan Jet Pribadi Milik Mafia Judi Online, Polri Sebut Itu Materi Pemeriksaan TimsusBerikut Temuan Hasil Investigasi The Washington Post Soal Tragedi Kanjuruhan

Ini yang harus dikembalikan lagi dengan kerja keras saudara-saudara sekalian, di November itu masih 80,2 (persen), sangat tinggi sekali. Bukan tinggi, sangat tinggi sekali. Sekarang kemarin Agustus berada di 54 (persen).

Ini adalah pekerjaan berat yang saudara-saudara harus kerjakan untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat kepada Polri. Di tengah situasi yang juga tidak mendukung saat ini, kita tahu semua negara sedang sulit, dunia sedang sulit, kita ini menahkodai negara ini juga menghadapi gelombang dan badai dari ekonomi global yang tidak gampang.

Perlu saya sampaikan 66 negara berada pada posisi rentan, 345 juta orang di 82 negara sudah masuk menderita kekurangan pangan akut.

Baca JugaKomnas HAM: Gas Air Mata Penyebab Utama Tragedi Kanjuruhan Berujung Tewasnya 134 OrangLabfor Polri Dalami 6 Titik CCTV, 6 Pintu Stadion Kanjuruhan Tidak Dikunci tapi Ukurannya Kecil

Ini yang semua Kapolda, Kapolres, pejabat utama Polri harus tahu keadaan, situasi seperti ini harus ngerti sehingga punya sense of crisis yang sama. Hati-hati dengan ini, hati-hati. Sebab itu saya ingatkan masalah gaya hidup, lifestyle.

Jangan sampai dengan situasi yang sulit, ada letupan-letupan sosial, karena adanya kecemburuan sosial ekonomi, kecemburuan sosial ekonomi. Hati-hati. Sehingga saya ingatkan yang namanya Polres, Kapolres, yang namanya Kapolda, yang namanya seluruh pejabat utama, perwira tinggi, ngerem total masalah gaya hidup.

Jangan gagah-gagahan karena merasa punya mobil bagus, atau motor gede yang bagus. Hati-hati, hati-hati, saya ingatkan hati-hati. Masanya yang lalu-lalu sudah usai, teknologi sekarang ini menyebabkan interaksi sosial berubah total.

Baca JugaUsai Kapolri Bentuk Timsus, Ferdy Sambo Perintahkan Anak Buahnya Hapus Rekaman CCTV, Begini KronologinyaTinjau Unit Pengolahan Ikan di Tual, Presiden Jokowi Buka Dialog dengan Nelayan dan Pembudidaya Rumput Laut

Sosial media bisa mengabarkan, bukan nanya TV, bukan hanya media cetak, media online, pribadi-pribadi kita sekarang bisa menjadi surat kabar, bisa menjadi media yang setiap saat bisa memunculkan perilaku-perilaku kita sehari-hari kayak apa, meskipun sembunyi-sembunyi.

Saya terlalu banyak, saya terlalu banyak mendapatkan laporan, sehingga kembali lagi gaya hidup, urusan kecil-kecil, tetapi itu bisa mengganggu kepercayaan terhadap Polri. Urusan mobil, urusan motor gede, urusan yang remeh-temeh saja, sepatunya apa, bajunya apa, dilihat masyarakat sekarang ini.

Itu yang kita harus mengerti. Dalam situasi dunia yang penuh dengan keterbukaan dan keluhan masyarakat terhadap anggota Polri kita, ini tugas saudara-saudara semuanya. Jadi keluhan masyarakat terhadap Polri 29,7 persen itu, ini sebuah persepsi karena pungli (pungutan liar). Tolong ini anggota-anggota semuanya diredam untuk ini.

Baca JugaKorban Tewas Perayaan Halloween di Itaewon Jadi 151 Orang, Sebagian Besar RemajaVideo Lawas Legislator Naik Pesawat Jet Pribadi Sambil Merokok Beredar, Arief Poyuono: Inikah Anggota Dewan yang Usulkan Aturan PLN 450 VA menjadi 900 VA, dan 900 VA menjadi 1300 VA?

Sewenang-wewenang, tolong ini juga diredam pada anggota-anggota. Pendekatan-pendekatan yang represif, dijauhi. Mencari-cari kesalahan, nomor yang ketiga 19,2 persen, dan yang keempat itu gaya hidup mewah yang tadi sudah saya sampaikan.

Karena Bapak Ibu dan saudara-saudara sekalian itu adalah aparat penegak hukum yang paling dekat dengan rakyat, paling dekat dengan masyarakat, dan paling sering berinteraksi dengan masyarakat.

Kirim Komentar