SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Personel Polresta Malang Baca Doa dan Sujud Bersama Mohon Maaf Atas Tragedi Kanjuruhan

sujud resta makota
Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk permohonan maaf kepada Tuhan serta Aremania yang menjadi korban tragedi Kanjuruhan sekaligus berharap agar hubungan warga Malang dan pihak kepolisian kembali terjalin dengan baik.

PERSONEL Kepolisian Resor Kota (Polresta) Malang Kota melakukan sujud bersama untuk memohon maaf atas tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, yang menewaskan 131 orang usai laga antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya.

Kasi Humas Polresta Malang Kota Ipda Eko Novianto seperti dilansir dari Antara, Senin (10/10/2022) mengatakan, permohonan maaf sekaligus pembacaan doa untuk seluruh korban tragedi Kanjuruhan itu, dilakukan secara spontan.

“Sujud permohonan maaf serta memanjatkan doa itu diarahkan oleh Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Budi Hermanto secara spontan pada saat apel,” kata Eko.

Baca JugaKenang Azyumardi Azra yang Beruntung Dapat Gelar Commander of the Order of British Empire dari Ratu Elizabeth IIJokowi Akan Menjadi Bintang dalam KTT G20 Bali

Apa yang dilakukan oleh jajaran dan personel Polresta Malang Kota tersebut, lanjutnya, merupakan bentuk empati kepada masyarakat Malang Raya khususnya yang menjadi korban dalam tragedi Kanjuruhan tersebut.

Menurutnya, ada keterikatan emosional antara personel dan jajaran Polresta Malang Kota dengan masyarakat Malang Raya termasuk dengan Aremania. Dalam sujud massal itu, ada kurang lebih 100 anggota Polresta Malang Kota yang saat itu mengikuti apel.

Baca JugaPeristiwa Gerakan 30 September Versi SoebandrioRocky Gerung Duga Anies Baswedan Bakal Sering Dipanggil KPK Jelang Pilpres 2024

“Ini sebagai wujud empati kita, di mana ada keterikatan emosional antara kami dengan masyarakat,” ujarnya.

Pada Sabtu (1/10/20222), terjadi kericuhan usai pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya dengan skor akhir 2-3 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang. Kekalahan itu menyebabkan sejumlah suporter turun dan masuk ke dalam area lapangan.

Kerusuhan tersebut semakin membesar dimana sejumlah flare dilemparkan termasuk benda-benda lainnya. Petugas keamanan gabungan dari kepolisian dan TNI berusaha menghalau para suporter tersebut dan pada akhirnya menggunakan gas air mata.

Baca JugaSkandal Indosurya Korban 23 Ribu Kerugian Capai Rp106 Triliun, JPU: Ada yang Meninggal, Stress dan GilaTerlibat Kasus Narkoba Irjen Teddy Minahasa, Ayah AKBP Doddy Prawiranegara: Seperti Disambar Geledek

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Malang korban meninggal dunia akibat tragedi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur sebanyak 131 orang, sementara 440 orang mengalami luka ringan dan 29 orang luka berat.

Kepolisian telah menetapkan enam orang tersangka yakni Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB) AHL, Ketua Panitia Pelaksana AH, Security Officer SS, Kabagops Polres Malang WSS, Danki 3 Brimob Polda Jawa Timur H dan Kasat Samapta Polres Malang BSA. (*)

Kirim Komentar