SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Pernyataan Resmi Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor Terkait Wafatnya Santri

Jepretan Layar 2022 09 05 pukul 22.26.48
Edaran dari Pesantren Modern Darussalam Gontor Ponorogo [Foto: Tangkapan layar instagram)

Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) akhirnya buka suara terkait dugaan penganiayaan yang menewaskan salah satu santrinya. Ponpes Gontor buka suara melalui pernyataan tertulisnya.

Dikutip dari akun instagram resmi pondok.modern.gontor sebuah surat pernyataan dari pihak Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) soal kasus ini.

Berikut isi dari surat pernyataan tersebut,

“PERNYATAAN RESMI PONDOK MODERN DARUSSALAM GONTOR TERKAIT WAFATNYA SANTRI AM DARI PALEMBANG

Baca JugaAdik Ipar Ferry Mursyidan Baldan: Almarhum Diduga Kena Serangan JantungMinta Polemik dengan Effendi Simbolon Tak Dibesarkan, Berikut Pernyataan Lengkap KSAD Jenderal Dudung

“PERMOHONAN MAAF DAN BELASUNGKAWA ATAS WAFATNYA SANTRI AM DARI PALEMBANG”

Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Semoga rahmat, karunia dan ridho Allah SWT selalu tercurah kepada kita semua.

Atas nama Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo, Jawa Timur, saya selaku juru bicara pondok, dengan ini menyampaikan beberapa hal terkait wafatnya almarhum AM, santri Gontor asal Palembang, pada hari Senin pagi, 22 Agustus 2022. Yaitu sebagai berikut:

Baca JugaMengantuk, Sopir Truk Trailer Jadi Tersangka dalam Kecelakaan Maut di BekasiKapolri Beberkan Fakta-Fakta Kasus Pembunuhan Brigadir J

Pertama, kami keluarga besar Pondok Modern Darussalam Gontor dengan ini memohon maaf sekaligus berbelasungkawa yang sebesar-besarnya atas wafatnya almarhum AM, khususnya kepada orangtua dan keluarga almarhum di Sumatera Selatan.

Kami sangat menyesalkan terjadinya peristiwa yang berujung pada wafatnya almarhum. Dan sebagai pondok pesantren yang concern terhadap pendidikan karakter anak, tentu kita semua berharap agar peristiwa seperti ini tidak terjadi lagi di kemudian hari.

Kami juga meminta maaf kepada orangtua dan keluarga almarhum, jika dalam proses pengantaran jenazah dianggap tidak jelas dan terbuka. Sekali lagi, kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya.

Baca JugaPolri Tegaskan Tidak Ada Seremoni Pemberhentian Ferdy SamboBegini Peran Baintelkam Polri Usut Kasus Tewasnya Brigadir J

Kedua, berdasarkan temuan tim pengasuhan santri, kami memang menemukan adanya dugaan penganiayaan yang menyebabkan almarhum wafat. Menyikapi hal ini, kami langsung bertindak cepat dengan menindak/menghukum mereka yang terlibat dugaan penganiayaan tersebut.

Pada hari yang sama ketika almarhum wafat, kami juga langsung mengambil tindakan tegas dengan menjatuhkan sanksi kepada santri yang diduga terlibat, yaitu dengan mengeluarkan yang bersangkutan dari Pondok Modern Darussalam Gontor secara permanen dan langsung mengantarkan mereka kepada orang tua mereka masing-masing. Pada prinsipnya kami, Pondok Modern Darussalam Gontor, tidak mentoleransi segala aksi kekerasan di dalam lingkungan pesantren, apa pun bentuknya, termasuk dalam kasus almarhum AM ini.

Poin ketiga, kami juga siap untuk mengikuti segala bentuk upaya dalam rangka penegakan hukum terkait peristiwa wafatnya almarhum AM ini.

Baca JugaWNI Jadi Pekerja Pemetik Buah di Inggris Terancam ‘Kerja Paksa”Kuasa Hukum Keluarga Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat Sebut Motif Utama Brigadir J Dibunuh karena Dendam

Demikian yang dapat kami sampaikan, sekali lagi, kami atas nama Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas terjadinya musibah ini. Semoga almarhum dirahmati oleh Allah, dan kita semua selalu mendapatkan ridho-Nya. Amin YRA.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Ponorogo, 5 September 2022
Juru Bicara Pondok Modern Darussalam Gontor
Ustadz Noor Syahid”

Kirim Komentar