SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Peristiwa Gerakan 30 September Versi Soebandrio

Screen Shot 2020 09 29 at 6.21.55 PM
Wakil Perdana Menteri Soebandrio saat di Schipol, Belanda 1967 (Wikimedia commons)

SETELAH peristiwa G30S, mantan Wakil Perdana Menteri Indonesia dr. H. Soebandrio divonis hukuman mati oleh Mahkamah Militer Luar Biasa dengan dakwaan terlibat gerakan tersebut. Vonis sosok yang dianggap pendukung Soekarno ini lalu dikurangi jadi hukuman penjara seumur hidup, kemudian dibebaskan pada 1995 karena alasan kesehatan.

Sebelum meninggal pada 2004, Soebandrio menuliskan kesaksiannya terkait keberadaan Soeharto dan ucapannya dalam Kesaksianku tentang G30S.

Berdasarkan cerita Latief pada Soebandrio saat sama-sama dipenjara, Latief bertemu dengan Soeharto tepat tanggal 30 September 1965.

Baca JugaBharada E Tiba di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Jalani Sidang Lanjutan Kasus Pembunuhan Berencana Brigadir J, Ada 12 Orang SaksiSafari Politik Puan Maharani ke Airlangga Hartarto dan Prabowo Subianto, Ini Isu yang Akan Dibahas

Malam itu, pukul 23.00 WIB di RSPAD Gatot Subroto, Soeharto menunggu anaknya, Hutomo Mandala Putera atau Tomy Soeharto, yang ketumpahan sup panas dan dirawat di sana.

Latief lalu menemui Soeharto untuk melaporkan bahwa akan ada penculikan para jenderal pada pukul 04.00 WIB, sekitar 5 jam dari waktu ia melapor. Menurut Latief, Soeharto saat itu tidak menanggapi.

Baca JugaKasus Kematian 4 Jenazah 1 Keluarga di Kalideres, Polisi: Buku yang Ditemukan Tidak Ada yang Berkaitan dengan Sekte TertentuTerungkap Siti Elina Todong Paspampres di Depan Istana Merdeka Tanpa Peluru, Ingin Bertemu Jokowi Bilang Dasar Negara Indonesia Salah

Soebandrio menulis, sebenarnya yang akan melapor pada Soeharto saat itu ada tiga orang, yakni Latief, Brigjen Soepardjo, dan Letkol Untung. Sebelum menghadap Soeharto, Latief bertemu dengan Soepardjo dan Untung.

“Soepardjo dan Untung datang ke rumah saya malam itu (30 September 1965) pada pukul 21.00 WIB. Soepardjo sedang ada urusan, sedangkan Untung kurang berani bicara pada Soeharto,” kata Latief seperti dikutip Soebandrio.

“Soepardjo lantas mengatakan pada saya, ‘Sudahlah Tif (Latief), kamu saja yang menghadap. Katakan pada Pak Harto, kami sedang ada urusan,” imbuhnya.

Baca JugaIndonesia Kini Punya UU Perlindungan Data PribadiDaftar Harga BBM Pertamina Berlaku Mulai 1 Oktober

Sebelum peristiwa G30S meletus, Latief dan Soeharto pernah mengadakan pertemuan penting. Latief melapor isu soal Dewan Jenderal yang ternyata sudah diketahui oleh Soeharto.

Pada waktu yang sama, Letkol Untung juga menemui Soeharto soal Dewan Jenderal yang akan melakukan kup. Berbeda dengan Latief, Untung sebagai salah satu komandan Pasukan Kawal Istana Cakra Bhirawa menambahkan, ia memiliki rencana mendahului gerakan Dewan Jenderal dengan menangkap mereka lebih dahulu.

“Apa jawab Soeharto? Bagus kalau kamu punya rencana begitu. Sikat saja, jangan ragu-ragu, kata Soeharto,” tulis Soebandrio merekam cerita yang didapatnya.

Baca JugaCerita Sekuriti Saat AKP Irfan Widyanto Ambil CCTV di Kompleks Polri Duren TigaKedai Es Krim Legendaris, Ragusa Es Italia Berdiri Sejak 1932

Bahkan, menurut catatan Soebandrio, Soeharto menawarkan bantuan pasukan pada Untung yang diterimanya dengan senang hati. Pasukan tersebut benar-benar dikirim beberapa hari sebelum 1 Oktober 1965 yang terdiri dari batalyon pasukan asal Semarang, Surabaya, dan Bandung. Meski pada akhirnya, Soeharto mengelak bahwa pasukan tersebut didatangkan untuk persiapan Hari ABRI 5 Oktober.

Pertemuan kedua yakni, 2 hari sebelum 1 Oktober 1965, Latief menemui Soeharto di kediaman Soeharto di Jalan H. Agus Salim. Ia melaporkan lagi kepada Soeharto bahwa Dewan Jenderal akan melakukan kudeta pada Presiden dan Dewan Jenderal akan diculik oleh pasukan Cakrabirawa.

“Apa reaksi Soeharto? Dia tidak bereaksi. Tapi karena saat itu ada tamu lain di rumah Pak Harto, maka kami beralih pembicaraan ke soal lain, soal rumah,” catat Soebandrio mengutip perkataan Latief. (*)

Kirim Komentar

Ketika Sains Melihat HantuKenapa Indonesia Tak Dijadikan Negara Islam Saja?Terungkap Alasan Hepatitis Akut Disebut Misterius