SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Perhimpunan Pendidikan dan Guru Pertanyakan Pernyataan Nadiem Makarim Soal Keberadaan 400 Tim Bayangan di Kemendikbudristek

Jepretan Layar 2022 09 25 pukul 05.34.14
Tangkapan layar Twitter Imam Shamsi Ali

PERHIMPUNAN Pendidikan dan Guru (P2G) mempertanyakan pernyataan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbidristek) Nadiem Anwar Makarim di forum PBB soal keberadaan 400 orang tim bayangan atau shadow team di Kemendikbudristek.

Kepala Bidang Advokasi P2G, Iman Zanatul Haeri mengatakan, dalam laporan UNESCO mengenai kondisi digitalisasi pendidikan di Indonesia, Kemendikbudristek membentuk satgas khusus untuk membentuk beragam layanan aplikasi seperti merdeka mengajar dan kampus merdeka. P2G menduga satgas tersebut diisi oleh 400 orang yang disebut Nadiem sebagai shadow team. P2G, kata Iman khawatir keberadaan shadow team Nadiem tersebut rentan terjadinya penyalahgunaan.

“Patut diduga, 400 orang shadow team ini adalah satgas tersebut. Berkaca pada kasus Sambo di institusi kepolisian, penggunaan satgas semacam ini sangat rentan penyalahgunaan,” ucap Imam dalam keterangan pers tertulis, Sabtu (24/9/2022).

Baca JugaPM Yair Lapid: Israel Ingin Normalisasi Hubungan Diplomatik dengan IndonesiaRelawan IndonesiAnies Siap Menangkan Anies Baswedan Jadi Presiden

Iman mempertanyakan, skema pengajian 400 orang shadow team Nadiem, apakah menggunakan APBN atau skema lain. Menurutnya, jika Kemendikbudristek menggaji 400 orang tim bayangan ini menggunakan APBN, maka harus disampaikan ke publik dalam rangka asas akuntabilitas dan transparansi sebab menyangkut uang rakyat. Namun, jika tidak menggunakan APBN, maka sumber dana harus disampaikan.

“P2G mendesak BPK merespons ini, harus diperiksa saya rasa dari segi anggarannya,” ucap Iman.

Baca JugaBharada E Bertemu Kuat Ma’ruf-Ricky Rizal, Pihak Eliezer Minta Saksi Hari Ini Berkata JujurBanjir Besar Rendam 6 Kecamatan 15 Ribu Jiwa Terdampak di Sumatera Utara

Dikatakan Iman, 400 orang shadow team merupakan orang-orang kepercayaan Mendikbudristek Nadiem. Tim khusus yang dibentuk oleh Nadiem dalam rangka menyukseskan program-program Kemdikbudristek.

“Namun yang harus diingat, Kemdikbudristek kan juga punya ribuan pegawai atau ASN baik yang struktural maupun fungsional,” ucapnya.

Untuk itu, Iman khawatir keberadaan shadow team Nadiem tersebut mengganggu atau berpotensi menggeser keberadaan ASN Kemdikbudristek yang jelas-jelas tugasnya mengabdi di tempat tersebut. Hal ini mengingat jumlah tim khusus tersebut mencapai 400 orang.

Baca JugaYang Perlu Anda Ketahui Terkait Fakta Tragedi Halloween di Kawasan ItaewonPDI Perjuangan Jatuhkan Sanksi Teguran Lisan, Hasto Kristiyanto: Pak Ganjar Langgar Instruksi

“Kami melihat justru keberadaan mereka akan menggoyahkan birokrasi internal Kemdikbudristek. Sebab jumlahnya tak sedikit 400 orang,” cetus Fauzi Abdillah, Kepala Bidang Diklat dan Peningkatan Kompetensi Guru P2G.

Dikatakan Fauzi, keberadaan tim ini dapat merusak tatanan birokrasi di internal Kemdikbudristek. Akibatnya, kinerja ASN Kemendikbudristek terganggu, bahkan berpotensi mengalami demotivasi kerja.

“Apa boleh buat jika Mas Menteri (Nadiem) lebih yakin dan percaya kepada kinerja shadow team ini ketimbang ASN di internal Kemendikbudristek, meskipun ini preseden tidak baik dalam konteks tata kelola lembaga,” kata Fauzi.

Baca JugaBerikut Ucapan Lengkap Ibu Brigadir J di Hadapan Kuat Ma’ruf dan Ricky RizalAKBP Ari Cahya Tanya Bharada E di Rumah Ferdy Sambo: Kamu Tembak Yosua?

Dikatakan Fauzi, jika alasan menghadirkan 400 orang tim khusus ini membantu dan berkontribusi dalam mengerjakan tugas-tugas pegawai ASN Kemendikbudristek, seharusnya peran mereka cukup melakukan transfer knowledge atau experiences dan transfer teknologi kepada internal pegawai Kemendikbudristek.

“Jangan sampai malah mengambil alih tupoksi pegawai Kemdikbudristek tersebut,” ucapnya.

Feriyansyah, Kepala Bidang Litbang Pendidikan P2G mendorong agar Mendikbudristek Nadiem menyampaikan ke publik nama-nama 400 orang shadow team ini, sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas.

Sebelumnya, Mendikbudristek, Nadiem Makarim mengaku memiliki 400 orang tim bayangan atau shadow team yang posisinya hampir sama dengan direktur jenderal (dirjen) di Kemendikbudristek

Baca JugaIntelijen Rusia Ungkap Risiko Vladimir Putin Jadi Obyek Pembunuhan, Batal Hadir di KTT G20Tinggi Angka Kecelakaan, PT KAI Daop 3 Cirebon Tutup 18 Titik di Perlintasan

Menurut Nadiem, posisi tim bayangan tersebut bukan vendor, namun melekat di Kemendikbudristek. Dengan demikian, mereka turut mendesain produk-produk yang dihasilkan kementerian.

“Right now we have 400 product managers, software engineers, data scientists that have created a shadow organization attached to our Ministery. (Saat ini kami memiliki 400 manajer produk, insinyur perangkat lunak, ilmuwan data yang bekerja sebagai organisasi bayangan yang melekat pada Kementerian kami,” kata Nadiem dikutip dari unggahan video di akun Instagram @nadiemmakarim, Kamis, 23 September 2022.

Pernyataan ini disampaikan Nadiem dalam rangkaian United Nations Transforming Education Summit di Markas Besar PBB.

Baca JugaTim Pengacara Ferdy Sambo-Putri Candrawathi Sampaikan Surat Keberatan ke PN Jaksel, Tuding Brigadir J Punya Kepribadian GandaIni Alasan Hotman Paris Hutapea Bela Irjen Teddy Minahasa dalam Kasus Dugaan Peredaran Narkoba

“Saya berbagi praktik baik transformasi teknologi dalam pendidikan yang sedang berlangsung di Tanah Air,” ucapnya.

Ia menuturkan berkat gotong royong seluruh pihak termasuk dukungan BUMN, ekosistem teknologi yang Kemendikbudristek hadirkan telah melayani lebih dari 362.000 sekolah, 2,3 juta guru, 724.000 mahasiswa, dan lebih dari 2.000 mitra.

“Dengan teknologi yang tepat sasaran melalui terobosan Merdeka Belajar, saya yakin Indonesia dapat menjadi inspirasi dunia dalam upaya pemulihan dan transformasi pendidikan global,” katanya. (*)

Kirim Komentar

Ketika Sains Melihat Hantu Kenapa Indonesia Tak Dijadikan Negara Islam Saja? Terungkap Alasan Hepatitis Akut Disebut Misterius