SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Penyidik Sempat Ditegur Hakim Saat Persidangan Obstruction of Justice Pembunuhan Brigadir J soal CCTV Duren Tiga: Beli Goreng Pisang Aja Pakai Resi!

ipda arsyad daiva
Terdakwa AKP Irfan Widyanto di PN Jakarta Selatan. (Foto. Tribunnews.com)
MANTAN Kasubnit I Unit I Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan, Ipda Arsyad Daiva Gunawan, sempat mendapat teguran dari majelis hakim saat persidangan lanjutan perkara obstruction of justice pembunuhan Brigadir Yosua. Teguran ini lantaran Arsyad selaku penyidik dinilai lalai saat menerima barang bukti.
Arsyad dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan dengan terdakwa Irfan Widyanto di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (10/11). Irfan Widyanto ialah polisi yang mengambil DVR CCTV di sekitar lokasi pembunuhan Yosua secara ilegal
Ipda Arsyad disebut sebagai salah satu penyidik Polres Jaksel yang menerima DVR CCTV dari Chuck Putranto. DVR CCTV tersebut adalah salah satu alat bukti yang diamankan dari Kompleks Duren Tiga, tempat eksekusi Brigadir Yosua.

Baca JugaFerdy Sambo Minta Cek CCTV di Komplek Duren Tiga, Ternyata Tim CCTV KM 50 yang Ditelepon Hendra KurniawanMembaca Arah Politik Pencapresan Partai Amanat Nasional

Namun, merujuk dakwaan, DVR CCTV itu kembali diambil Chuck dari penyidik Polres Jaksel atas perintah Ferdy Sambo. Rekaman CCTV itu selanjutnya dimusnahkan dan dihapus.
Yang membuat majelis hakim seperti dongkol ke Ipda Arsyad adalah karena ia mengaku tak membuatkan berita acara atau tanda terima DVR CCTV itu.

Baca JugaAKBP Doddy Prawiranegara Buka Suara Bantah Keterangan Irjen Teddy MinahasaGanjar Pranowo Temui Jokowi, Apa yang Dibahas?

“Waktu saudara ambil keadaannya gimana, disegel?” tanya hakim.
“Masih dalam terplastik itu Yang Mulia,” kata Arsyad.
“Setelah diterima ya, kemudian dibikin enggak tanda terima barbuk?” tanya hakim lagi.
“Pada saat itu belum Yang Mulia,” kata Arsyad.
“Kemudian, waktu terima barbuk itu diregister enggak? Dinomorin enggak?” kejar hakim lagi.
“Belum, belum kami apa-apakan Yang Mulia, baru kami terima, kami cek masih menyala atau tidak, belum kami buatkan Yang Mulia,” jawab Arsyad.

Baca JugaTim Kuasa Hukum Tersangka Kasus Narkoba Dody Prawiranegara: Permohonan JC Sangat Penting, Teddy Minahasa Masih Berstatus Jenderal AktifHakim Sempat Tegur ART Ferdy Sambo Gegara Susi Sering Jawab Lupa dan Tidak Tahu

Pengakuan Arsyad itu pun membuat hakim heran. Kata hakim, mestinya penerima atau penyitaan, apalagi barang bukti, mestinya dibuatkan berita acaranya. Mestinya diregistrasi.
“Harus ada penyitaan, kalau memang itu anu, harus ada penyitaan, tindakan itu harus dengan berita acara, ya, tindakan administrasi kepolisian itu,” kata hakim.
Hakim pun menganalogikan, belanja saja ada buktinya. Ada resi sebagai tanda terima dan segala macam. Apalagi berupa penyitaan alat bukti.
“Sedangkan beli goreng pisang aja pakai tanda terima, pakai resi. Beli makanannya pake tanda terima pake resi apalagi barang bukti,” kata hakim.
“Saudara beli pakai tanda terima, Saudara belanja ada tanda terima ada resi. Masa barang bukti enggak pake berita acara, main serahkan begitu aja, enggak bener itu. Mestinya harus dilengkapi atau beberapa saat dilengkapi tapi Saudara tidak tahu,” pungkas hakim.

Baca JugaElon Musk Pulihkan Akun Twitternya, Donald Trump: Tidak TertarikChristian Rudolf Tobing Tersenyum Saat Bawa Jasad Ade Yunia Rizabani dalam Troli di Lift Apartemen

Merujuk dakwaan, Sambo dkk membunuh Brigadir Yosua di Duren Tiga pada 8 Juli 2022. Pembunuhan dipicu amarah Sambo yang mendapat laporan Yosua melecehkan Putri.
Tidak hanya membunuh, Sambo juga diduga berupaya menutupinya. Ia diduga memerintahkan anak buahnya mengamankan saksi dan bukti, termasuk CCTV di lokasi kejadian. DVR CCTV di sekitar lokasi kejadian kemudian diamankan secara ilegal.
Dalam dakwaan, DVR itu sempat diserahkan ke penyidik Polres Jaksel. Sambo marah karena penyerahan DVR CCTV itu dan memerintahkan untuk diambil kembali. Isi DVR CCTV itu ternyata mematahkan skenario rekayasa Sambo. (*)

Baca JugaKisah Tragis Keyla Putri Cantika yang Tewas di Tangan Ayah KandungnyaFerdy Sambo Marah Besar ke Anak Buahnya Gegara CCTV di Duren Tiga

Kirim Komentar