SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Pengamat Nilai Dinamika Relawan Ganjar Pranowo Tercerai -berai, Semakin Tidak Solid

WhatsApp Image 2022 11 07 at 12.33.35
Acara 'Sumpah Relawan Dukung Total Ganjar Pranowo' di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, Jumat (28/10)

PENGAMAT Politik dan Intelijen dari Indonesian Political Watch (IndoPol Watch), Bondhan W, mensinyalir pasca ikrar ‘Sumpah Relawan Dukung Total Ganjar Pranowo’ di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, Jumat (28/10), 85 organ yang tergabung dalam relawan dukung total Ganjar Pranowo tercerai berai.

Atas sinyalemen tercerai berainya relawan Ganjar Pranowo, Bondhan lebih dalam bahwa relawan Ganjar Pranowo pada akhirnya tidak lebih merupakan kalkulasi politik prematur dengan menunjukkan dukungan di awal saat membangun relawan Ganjar Pranowo itu sendiri.

Disebutkan bahwa seorang relawan tidak akan terburu-buru memberikan dukungan karena menghindari mendukung “kuda” yang salah. Pasalnya, political endorsement bermakna kandidat yang didukung – baik dalam hal citra, visi, maupun program.

Baca JugaAksi Tidak Senonoh Pamungkas di Atas Panggung Trending Twitter, Warganet: Jadi IlfeelBongkar Kebaya Merah Ditemukan 92 Video Porno 100 Foto Telanjang, Pesan Konten Syur di Twitter

Seperti yang disebutkan Christian Fong, Neil Malhotra, dan Yotam Margalit dalam artikel Political Legacies: Understanding Their Significance to Contemporary Political Debates, Ganjar Pranowo sebagai politisi memiliki minat yang kuat dalam mengembangkan legacy (warisan) yang positif, luas, dan bertahan lama karena ingatan masyarakat tentang legacy itu memengaruhi perdebatan kebijakan di masa depan.

Bondhan mencontohkan saat Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menegaskan bahwa dirinya mengikuti keputusan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri terkait pemilihan presiden (Pilpres) 2024. Dia juga menegaskan, tak pernah membentuk relawan. Di sisi lain, Ganjar Pranowo melarang adanya pihak yang mengatasnamakan relawan Ganjar justru membentur-benturkan isu dengan pihak lain ataupun partai politik. Bahkan disebutkan juga adanya pihak yang mengatasnamakan relawan Ganjar mencoba membenturkan Presiden Joko Widodo dengan PDI Perjuangan.

Baca JugaIni Isi Surat FIFA ke Presiden JokowiKapolda hingga Kapolres Bertemu Jokowi, Berikut Pernyataan Lengkap Kapolri

Pernyataan Ganjar Pranowo menimbulkan multitafsir di kalangan relawan dan sebagian masyarakat akan melihatnya sebagai sebuah kegagalan pilihan. Mungkin akan banyak yang mengkritik, “Kok begini pilihan relawan?”

Selain itu, fenomena rencana pembentukan Dewan Kopral yang digagas oleh Ketua relawan Ganjar Pranowo Mania Immanuel Ebenezer dapat menjadi pemicu perseteruan di antara para relawan.

“Ini membuktikan tidak adanya koordinasi relawan Ganjar Pranowo secara nasional. Mengingat relawan Ganjar Pranowo, organnya juga ada Jokowi Mania Nusantara (Joman) yang mendukung Ganjar daripada Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Puan Maharani. Bahkan Ketum Joman menyematkan panggilan ‘the next Joko Widodo’ kepada Ganjar karena dinilai cocok untuk meneruskan kepemimpinan pasca-pemerintahan Jokowi,” ungkapnya kepada delik.news, Senin (7/11).

Baca JugaPKB Road to Election, Prabowo-Cak Imin Bertemu di SenayanKonser Group Idola K-Pop NCT 127: 30 Orang Pingsan

Apalagi, fenomena Anies Baswedan yang disambut dengan gegap gempita oleh puluhan ribu pendukungnya merupakan hal yang baru dalam tingkah laku politik massa. Partai politik pengusung tenggelam dalam dominasi relawan. Seluruh lini dan tempat dikuasai oleh relawan daripada partai politik.

“Dinamika internal dan tantangan eksternal yang terjadi harus disikapi dengan baik oleh relawan Ganjar Pranowo. Jika tidak akan  mengganggu soliditas dan efektifitas kerja-kerja politik dalam memenangkan Ganjar Pranowo di Pilpres 2024,” imbuhnya.

Bondhan menjelaskan bahwa terdapat tiga hal yang dapat dilakukan dalam menyelesaikan permasalahan internal di relawan Ganjar Pranowo. Menurutnya hal pertama yang dilakukan adalah segera memutuskan siapa koordinator di level nasional yang dipilih oleh relawan Ganjar Pranowo. Setidaknya untuk meminimalkan ekses di internal maupun secara eksternal yang dikhawatirkan bisa berujung pada raihan elektoral Ganjar Pranowo nanti.

Baca JugaBuku Hitam Ferdy Sambo, Pengacara: Siap Berikan Informasi PentingTerkuak Inisiatif Kuat Ma’ruf Simpan Pisau Sebelum Brigadir J Ditembak Mati

“Pekerjaan rumah lebih banyak dan paling sulit adalah soal meningkatkan elektabilitasnya,” tegasnya.

Ganjar selalu memiliki elektabilitas tertinggi, disusul oleh Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Deklarasi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) untuk pencapresan Ganjar Pranowo sebagai calon presiden, merugikan relawan Ganjar dan PDI Perjuangan. Partai besutan Megawati Soekarnoputri ini makin sulit memberikan tiket ke Ganjar, dukungan itu tidak punya nilai karena  tak memiliki kursi di parlemen.

“Soal peluang Ganjar pertama tergantung memperoleh tiket atau enggak. Jika hanya dicalonkan PSI tentu tidak bisa karena partai non parlemen,” kata Bondhan.

Baca JugaDetik-detik Pria Humbang Hasundutan Mutilasi hingga Rebus Istrinya Sendiri, Sempat Tabur Garam ke PanciBerikut Ucapan Lengkap Ibu Brigadir J di Hadapan Kuat Ma’ruf dan Ricky Rizal

Apalagi, Bondhan menilai selain pencalonan Ganjar oleh PSI dan hadirnya Wakil Ketua Dewan Pembina PSI, Grace Natalie di acara ‘Sumpah Relawan Dukung Total Ganjar Pranowo’ di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, Jumat (28/10) lalu semakin menjauhkan Ganjar mendapatkan tiket dari PDIP. Sebab diakui dia, saat ini di internal PDIP dukungan ke Puan Maharani sebagai bakal calon presiden (capres) semakin menguat. Namun keputusan pasti siapa yang akan dicapreskan, belum diputuskan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

Bondhan masih meyakini walaupun PDIP bisa mencapreskan kader sendiri, namun PDIP pasti tidak akan mengusung sendiri. Ia yakin PDI Perjuangan masih kemungkinan akan membangun koalisi dengan partai lain.

Kemudian terkait capres lain, Bondhan mengatakan Prabowo memiliki banyak pilihan cawapres. Selain dengan PKB, Prabowo-Cak Imin, Prabowo-Puan juga memiliki peluang bagus, karena memenuhi syarat elektoral.

Baca JugaMoeldoko Sebut Insiden Perempuan Berpistol di Depan Istana Merdeka: Senjata Rakitan, Ada Selongsong, Proyektil Tidak AdaUsai Kasus KDRT Sepi Order, Leslar Entertainment Akhirnya Bubar

Bondhan juga menjelaskan jika relawan Ganjar Pranowo ingin menggapai kesuksesan di Pilpres 2024 maka strategi politiknya harus terintegrasi dan terkoordinasi secara nasional. Maka dari itu, strategi coat-tail effect atau efek ekor jas yang dimiliki Ganjar perlu segera dieksekusi.

Menurutnya hal terakhir yang harus dilakukan relawan Ganjar Pranowo perlu bersikap tegas menertibkan beragam manuver yang terjadi di internal relawan itu sendiri menjelang Pilpres.

“Karena bila muncul standar ganda dalam relawan politik Ganjar, maka dampaknya bisa semakin dalam  baik secara eksternal dan internal,” pungkasnya. (*)

Baca JugaDuduk Perkara Cabut Label ‘Tim Aksi Kasih Gereja Reformed Injili Indonesia’ di Tenda Bantuan CianjurMenlu AS Antony Blinken Minta Semua Pihak Tahan Diri usai Mantan PM Imran Khan Ditembak

 

 

 

 

Kirim Komentar

Ketika Sains Melihat HantuKenapa Indonesia Tak Dijadikan Negara Islam Saja?Terungkap Alasan Hepatitis Akut Disebut Misterius