SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Pengakuan Penyidik Saat Periksa Bharada E Terkait Peristiwa Penembakan Brigadir J

3058060525
Ilustrasi Penembakan Brigadir J oleh Bharada E (Tangkapan Layar Youtube/@Polri TV)

MANTAN Kanit I Satreskrim Polres Jaksel AKP Rifaizal Samual mengaku takut banyak bertanya ke Bharada Richard Eliezer terkait peristiwa penembakan menewaskan Brigadir N Yosua Hutabarat. Dia mengaku tak berani bertanya karena Ferdy Sambo menyatakan ada aib keluarga di balik penembakan Yosua.

Sebagai informasi, Yosua tewas ditembak di rumah dinas Ferdy Sambo, Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan, Jumat (8/7/2022). Sambo saat itu menjabat Kadiv Propam Polri dengan pangkat Irjen.

Kembali ke Samual, dia mengaku sempat menginterogasi Eliezer, yang kala itu masih berstatus saksi. Interogasi dilakukan di Propam Polri pada malam hari usai penembakan Yosua.

Baca JugaIngin Tahu Jumlah Pemain Game di Dunia? 11 Kali 275 Juta Jiwa Warga IndonesiaBNPB Catat 3.895 Orang Mengungsi Akibat Gempa Magnitudo 5,6 di Cianjur

“Jadi memang pada saat itu, Yang Mulia, ada memang beberapa hal yang mengganjal kami sebagai penyidik karena mengetahui hal-hal tersebut dijawab oleh Richard dan Irjen Ferdy Sambo dengan hal yang menurut saya cukup meyakinkan,” kata Samual saat menjadi saksi dalam sidang kasus perusakan CCTV hingga menghambat penyidikan pembunuhan Yosua dengan terdakwa Hendra Kurniawan dan Agus Nurpatria di PN Jaksel, Kamis (3/10/2022) malam.

Dia mengaku diperintah Kapolres Jaksel saat itu untuk menuju Biro Provos Divpropam Polri. Samual mengatakan dirinya bertemu dengan Ferdy Sambo di lokasi tersebut.

Baca JugaMengemuka Nama Prabowo Subianto, Puan Maharani, Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan di Musra Relawan JokowiPihak Provider Ungkap Permintaan Data Panggilan Sejumlah Nomor Ponsel dari Polisi, Ada Milik ART Susi

“Saat itu kami bertemu dengan Irjen Ferdy Sambo kemudian ada pak HK (Hendra Kurniawan) ada Pak Benny Ali, Kompol Chuck, ada beberapa orang lagi,” ujar Samual.

Dia kemudian menginterogasi Bharada Eliezer, yang saat itu masih berstatus saksi. Dia mengaku meminta Eliezer menceritakan peristiwa apa adanya.

“Kemudian saya mengajukan pertanyaan atau interogasi singkat kepada saksi. Di situ saya tanyakan kepada Richard. (Saya bilang) ‘Richard, coba kau ceritakan apa adanya’. (Dijawab) ‘Benar Bang saya yang tembak’. (Saya tanya lagi) ‘Kamu bersumpah?’. (Dijawab Richard Eliezer) ‘Bersumpah Bang ini saksinya’,” ujar Samual.

Baca JugaPutri Candrawathi: Saya Memohon Maaf kepada Para Ajudan Bapak Ferdy SamboAdik Nick Carter Personel Backstreet Boys Ditemukan Tewas di Rumahnya, Penyebab Kematian Aaron Carter Belum Diketahui

Dia mengatakan dirinya akan menuliskan keterangan Eliezer soal peristiwa itu. Samual juga mengaku bertanya apa sebenarnya yang memicu peristiwa yang disebut ‘tembak-menembak’ tersebut.

“Saya tanyakan sebenarnya ada peristiwa apa itu? Tidak mungkin ada tembak-menembak yang kamu sampaikan kalau tidak ada sesuatu,” ujarnya.

Menurutnya, Eliezer saat itu menceritakan secara singkat peristiwa di rumah Sambo di Magelang. Dia kemudian mengatakan Ferdy Sambo meminta agar peristiwa di rumah Magelang yang terjadi terhadap istrinya, Putri Candrawathi, tidak menyebar karena merupakan aib keluarga.

Baca JugaTGIPF: Ada Keengganan dari Dokter-dokter untuk Berikan Keterangan Kematian Korban Tragedi KanjuruhanPenyidik Sempat Ditegur Hakim Saat Persidangan Obstruction of Justice Pembunuhan Brigadir J soal CCTV Duren Tiga: Beli Goreng Pisang Aja Pakai Resi!

“(Eliezer cerita) setelah peristiwa di Magelang, kami mendapatkan penyampaian langsung dari pak FS saat itu bahwa ‘untuk peristiwa di Magelang tidak usah diumbar ke mana-mana karena itu merupakan aib keluarga saya’. Kami menyadari bahwa ketika hal sensitif itu kami tidak bisa, tidak berani banyak bertanya kepada saksi pada saat itu,” ujarnya.

Peristiwa penembakan terhadap Yosua memang sempat disebut sebagai tembak-menembak karena diawali pelecehan terhadap Putri Candrawathi di rumah dinas Sambo. Namun belakangan, peristiwa itu dinyatakan sebagai karangan Sambo belaka untuk menutupi kasus pembunuhan.

Sementara itu, peristiwa di Magelang juga masih belum jelas. Salah satu ART Sambo, Susi, dalam BAP-nya menyebut Yosua mengangkat tubuh Putri. Sementara saat menjadi saksi di persidangan, Susi menyebut Yosua baru akan mengangkat tubuh Putri tapi batal karena dilarang Kuat Ma’ruf. (*)

Kirim Komentar

Ketika Sains Melihat Hantu Kenapa Indonesia Tak Dijadikan Negara Islam Saja? Terungkap Alasan Hepatitis Akut Disebut Misterius