SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Pengacara Bripka RR Ungkap Putri Candrawathi Bikin Rekening untuk Para Ajudan Ferdy Sambo

pengacara sebut bripka ricky rizal korban keadaan skenario sambo 50jUbe2G15
Erman Umar, pengacara Bripka Ricky Rizal Wibowo, tersangka pembunuhan Brigadir J memberikan keterangan kepada wartawan di Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (8/9/2022) malam.

PENGACARA Bripka Ricky Rizal (RR), Erman Umar, mengatakan kliennya memiliki rekening yang dibuat khusus untuk transfer uang keperluan rumah tangga Irjen Ferdy Sambo. Rekening itu dibuatkan oleh istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi.

“Kalau masalah rekening saya dengar itu bukan rekening pribadi masing-masing. Itu dalam rangka kedinasan, misalnya untuk si RR itu untuk rumah tangga yang di Magelang itu, kebutuhan rumah tangga di Magelang,” kata Erman di gedung Bareskrim Polri, Selasa (13/9/2022).

Erman menyebutkan ada rekening atas nama Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J). Dia mengatakan rekening atas nama Yosua itu digunakan untuk mengirim uang terkait keperluan rumah Sambo di Jakarta.

Baca JugaLuapan Sungai Ciliwung, 33 RT di Jakarta Terendam BanjirPenjelasan Kedubes Iran Soal Peristiwa Meninggalnya Mahsa Amini, Begini

“Saya nggak tahu (terkait kedinasan atau tidak), yang jelas untuk kepentingan ADC dia, untuk kebutuhan anak di Magelang, untuk kebutuhan rumah tangga. Kalau Yosua untuk kebutuhan rumah tangga yang di Jakarta kali ya, rumah Saguling, rumah Duren Tiga,” katanya.

Erman mengatakan isi rekening tersebut ditransfer oleh Putri. Rekening itu diisi setiap bulan sesuai dengan kebutuhan.

Baca JugaKodir ART Ferdy Sambo Mengaku Bersihkan Bercak Darah Bekas Pembunuhan Brigadir JCelotehan AM Santri Ponpes Modern Darussalam Gontor ke Ibunda: Ingin Perbaiki Sistem Agar Tidak Terjadi Kekerasan

“Yang menggunakan (rekening) Ibu PC, bukan RR. Kan dia menerima nanti kan, pasti ada rekening lain, nanti dikirim sama Bu PC. ‘Nih ada kebutuhan berapa’, kan si anu yang menyampaikan kebutuhan di Magelang bulan ini sekian. Nanti PC yang ngirim,” ujarnya.

“Nggak tahu (berapa nominalnya). Pokoknya awalnya ratusan, Rp 300 (juta),” sambung Erman.

Brigadir Yosua tewas diduga dibunuh di rumah dinas Ferdy Sambo di Kompleks Polri, Duren Tiga, Jakarta Selatan, Jumat (8/7). Ada lima orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka, yakni Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Bharada Eliezer, Bripka Ricky, dan Kuat Ma’ruf.

Baca JugaBjorka Curhat: Pemimpin Teknologi Jangan Seorang Politisi atau TentaraKepolisian Lakukan Olah Tempat Kejadian Perkara, Apa itu Olah TKP?

Saat awal kasus ini mencuat, pengacara keluarga Yosua, Kamaruddin Simanjuntak, sempat meminta PPATK menelusuri rekening ajudan Sambo. Kamaruddin mengatakan ada dugaan banyak aliran uang ke rekening para ajudan Sambo itu.

“Makanya saya bilang, periksa semua rekening ajudan itu, libatkan PPATK, PPATK-lah yang bisa mengungkap itu,” kata Kamaruddin kepada wartawan, Senin (15/8).

Kamaruddin menduga ada banyak aliran dana yang mengalir ke rekening para ajudan. Selain itu, ada disebut ‘rekening gendut’ yang dimiliki orang yang tak mau bicara di kasus ini hingga sekarang.

Baca JugaSidang Perdana Brigjen Hendra Kurniawan, Begini Awal Mula Mantan Karo Paminal Polri Ini Dengar Skenario Ferdy SamboProfesi Ini yang Tidak Wajib Militer Putin, Begini Alasannya

“Ada berapa ember uang di rekening-rekening ajudan itu dan ke mana aliran dan dari mana aliran itu mengalir,” katanya.

“Termasuk rekening yang atas nama orang yang tidak bicara itu,” tambahnya. (*)

Kirim Komentar

Ketika Sains Melihat HantuKenapa Indonesia Tak Dijadikan Negara Islam Saja?Terungkap Alasan Hepatitis Akut Disebut Misterius