SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Panglima TNI: 13 Anggota Kostrad Diproses Terkait Kasus Penganiayaan di Salatiga

panglima tni jenderal andika perkasa foto tangkapan layar youtube jenderal tni andika perkasa 1 169
Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa (Foto: Tangkapan layar YouTube Jenderal TNI Andika Perkasa)

PANGLIMA TNI Jenderal Andika Perkasa mengatakan sebanyak 13 anggota Kostrad diproses terkait dengan penganiayaan yang menyebabkan seorang warga meninggal dunia di Salatiga, Jawa Tengah.
Andika menyebut belasan orang itu memenuhi bukti permulaan sebagai pelaku dalam kasus tersebut.

“Proses, ada 13 orang yang memenuhi bukti permulaan sebagai pelaku,” kata Andika di Gedung DPR, Jakarta, Senin (5/9).

Lima warga sebelumnya dianiaya oleh sejumlah anggota TNI Batalyon Infanteri 411 Kostrad, Kota Salatiga, Jawa Tengah, Kamis (1/9) kemarin. Seorang warga dilaporkan tewas dan empat lainnya mengalami luka serius.

Baca JugaPeringati Sumpah Pemuda, Relawan Ganjar Tegaskan Sangat Militan dan Bukan Pendukung Asal-asalanHakim Sempat Tegur ART Ferdy Sambo Gegara Susi Sering Jawab Lupa dan Tidak Tahu

Dari informasi yang dihimpun, peristiwa bermula dari motor yang dikendarai Pratu Roni Waluyo, salah satu anggota Batalyon 411 Kostrad Salatiga tersenggol sebuah mobil pikap di sekitar depan rumah dinas Wali Kota Salatiga.

Akibat senggolan ini istri Pratu Roni yang sedang hamil terjatuh dari motor. Pratu Roni mencoba mengejar mobil yang ditumpangi lima orang itu dan mencoba menghentikannya.

Baca JugaMasalah Berat Perang Rusia-Ukraina Tidak Terpecahkan di KTT G20 BaliPDIP Respons Sindiran Massa Aksi Buruh Soal Puan Maharani Tidak Menangis Saat Harga BBM Naik

Namun, pengemudi mobil dan empat rekannya yang turun justru diduga menganiaya Pratu Roni di Jalan Taman Makam Pahlawan, Blauran, Salatiga.

Kabar penganiayaan Pratu Roni pun tersebar di grup WhatsApp sejumlah anggota TNI di Yon 411 Kostrad Salatiga hingga akhirnya bergerak mencari pengemudi mobil tersebut

Tak berselang lama, mobil pikap diketahui keberadaannya. Pemilik serta empat rekannya yang sempat mengeroyok Pratu Roni langsung dibawa ke Asrama Yon 411 Kostrad Salatiga.

Baca JugaIni Pernyataan Lengkap Effendi Simbolon Minta MaafFoto Mayat Brigadir J Sesaat Setelah Penembakan di Rumah Dinas Irjen Ferdy Sambo

Aksi balasan pengeroyokan terjadi hingga mengakibatkan salah seorang tewas dan empat lainnya mengalami luka dilarikan ke Rumah Sakit Tentara (RST) Salatiga. (*)

Kirim Komentar

Ketika Sains Melihat Hantu Kenapa Indonesia Tak Dijadikan Negara Islam Saja? Terungkap Alasan Hepatitis Akut Disebut Misterius