SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Pangeran Mohammed Bin Salman Berikan Klarifikasi Soal Penyebar Paham Wahabi, Muhammad bin Abdul Wahhab

MBSs Face Mask in the 41st GCC Summit Goes Viral.. How Much Did It Cost Him Pictures
Mohammed bin Salman bin Abdulaziz

PUTRA Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed Bin Salman (MbS) pernah memberikan klarifikasi mengenai Muhammad bin Abdul Wahhab, sosok penting penyebar paham Wahabi.

Isu wahabisme kembali mencuat setelah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mendesak agar pemerintah melarang penyebaran paham tersebut.

Desakan ini merupakan salah satu poin hasil rekomendasi eksternal dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Lembaga Dakwah PBNU yang digelar di Asrama Haji Jakarta, 25-27 Oktober 2022.

Baca JugaAKBP Ari Cahya Tanya Bharada E di Rumah Ferdy Sambo: Kamu Tembak Yosua?Korban Tragedi Halloween di Itaewon Bertambah Jadi 156 Orang

Aliran wahabisme sempat dicurigai jadi ideologi kelompok teroris ISIS yang pernah mengacaukan Suriah dan Irak. Ada pula pihak yang menuduh ISIS merupakan bagian dari agenda Saudi.

Pangeran MbS kemudian memberikan klarifikasi dalam wawancara dengan media The Atlantic, seperti dikutip dari media pemerintah, Saudi Gazzette.

Baca JugaPolri Terbitkan Surat Telegram Larangan Razia Apotek Terkait Obat Sirup yang Diduga Timbulkan Gangguan Gagal Ginjal AkutKejagung: Susi Pudjiastuti Keluarkan Kuota Garam 1,8 juta ton, Kemenperin Justru Impor Garam 3,7 Juta Ton

Dengan tegas bahwa MbS mengatakan ajaran Wahabisme bukan satu-satunya ideologi dan identitas Saudi selama ini.

“Saya ingin mengatakan bahwa Muhammad bin Abdul Wahhab bukan Nabi, ia juga bukan malaikat. Ia hanya seorang ulama sebagaimana banyak ulama lainnya yang pernah hidup di era awal pendirian Saudi, di antara para pemimpin militer dan politik,” kata Pangeran MbS.

“Persoalannya adalah ketika itu di Semenanjung Arab para murid Abdul Wahhab hanya tahu membaca dan menulis sejarah yang telah ditulis dari perspektif mereka,” tuturnya.

Baca JugaSudah Bukan Anggota Polri, Ferdy Sambo Dikawal Brimob Begitu Ketat hingga Dipayungi di KejagungBuku Hitam Ferdy Sambo, Pengacara: Siap Berikan Informasi Penting

Pangeran MbS kemudian menjelaskan bahwa kitab-kitab tulisan Abdul Wahhab kerap digunakan para ekstremis Islam hanyab demi agenda mereka.

“Tapi saya yakin jika Abdul Wahhab, Bin Baz, dan ulama lainnya masih hidup hingga sekarang, mereka akan jadi barisan pertama yang melawan ide-ide ekstremis dam kelompok teroris itu,” ujar Pangeran MbS.

“Permasalahannya adalah ISIS tidak menerapkan contoh dari kehidupan reigius orang-orang Saudi. Ketika mereka meninggal, mereka mulai memakai kata-kata dan memelintir kata serta sudut pandang para ulama itu,” katanya lagi.

Baca JugaKasus Gangguan Ginjal Akut Misterius, Ada 14 Provinsi 131 Anak di IndonesiaPSI Umumkan Ganjar Pranowo-Yenny Wahid Capres 2024, Capres-Cawapres 2024

Pangeran MbS kemudian mengklaim kehidupan orang-orang Islam Sunni dan Syiah yang saling berdampingan. Ia juga mencontohkan ada pula madrasah-madrasah Syiah selain Sunni di Saudi.

“Hari ini tak boleh ada sau pun pihak yang memaksakan ajaran mereka yang menjadikannya satu-satunya paham di Saudi,” tutur Pangeran MbS.

“Mungkin itu pernah menjadi sejarah kami seperti yang pernah saya katakan tepatnya pada era 1980-an, 1990-an, dan awal 2000-an. Hari ini, kami berada dalam jalur yang benar,” ia menambahkan. (*)

Kirim Komentar