SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Pangeran Abdullah bin Faisal al Saud Dipenjara 30 Tahun, Begini Kronologinya

63688c9f0e2cf pangeran abdullah bin faisal al saud memakai toga 1265 711
Pangeran Abdullah bin Faisal al Saud memakai toga. Sumber : AP Photo.

ARAB Saudi kedapatan memenjarakan lagi salah satu pangerannya, Abdullah bin Faisal al Saud, selama 30 tahun setelah menangkapnya saat baru pulang dari Amerika Serikat sekitar 2020 lalu.

Penangkapan Pangeran Abdullah pertama kali diungkap Associated Press (AP) melalui dokumen pengadilan Saudi yang didapat mereka baru-baru ini.

Pengadilan Saudi semula memvonis pangeran 31 tahun itu 20 tahun penjara. Namun, pada Agustus lalu, Saudi menambah vonis hukuman menjadi 30 tahun penjara.

Baca JugaBanjir Besar Rendam 6 Kecamatan 15 Ribu Jiwa Terdampak di Sumatera Utara2 Pesawat Bertabrakan di Peragaan Udara Perang Dunia II di Texas

Semula, pengadilan menjatuhkan hukuman 20 tahun penjara dan 20 tahun larangan perjalanan ke luar negeri. Namun, pada Agustus lalu, pengadilan menambah 10 tahun masa hukuman.

Menurut sumber pejabat Saudi, Pangeran Abdullah ditangkap karena ketahuan mendiskusikan penahanan sepupunya sesama pangeran dengan kerabat melalui telepon saat berada di Negeri Paman Sam.

Baca JugaTerungkap Isi Chat Irjen Teddy Minahasa Soal Kasus Narkoba: Sudah Dihapus Tapi ‘Dikunci’ LindaSidang Pemeriksaan Saksi Kasus Ferdy Sambo di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Tidak Live, Begini Aturannya

Sementara itu, dokumen pengadilan Saudi menuduh Pangeran Abdullah menggunakan aplikasi Signal melalui ponselnya selama di Boston untuk berbicara dengan ibunya dan sejumlah kerabat lain tentang penahanan sepupunya sesama pangeran oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MbS).

Pangeran Abdullah juga dituduh pernah menggunakan telepon umum di Boston untuk berbicara dengan pengacara soal kasus penangkapan sepupunya itu. Ia juga diduga mengirim uang US$9 ribu (RP141 juta) untuk membayar tagihan apartemen sepupunya itu di Paris.

Teman-temannya mengatakan Pangeran Abdullah tiba-tiba diminta pulang ke kampung halaman dengan tiket pesawat yang disediakan pemerintah Saudi. Ia disebut diminta belajar jarak jauh selama pandemi.

Baca JugaYosua Selalu Cerita Ferdy Sambo-Putri Candrawathi Orang Baik, Ayah Brigadir J: Kok Bisa Mati Anak Kami di Tangan PC dan FSJokowi Pastikan Stadion Kanjuruhan Bakal Diruntuhkan

Sejak MbS diangkat menjadi putra mahkota atau pemimpin de facto Saudi pada 2017, banyak pangeran Saudi ditangkap dengan berbagai tuduhan mulai dari korupsi dan beberapa kasus lainnya. Banyak pihak menilai penangkapan ini dilakukan MbS guna membungkam pemberontak dan pengkritik keluarganya yang memegang takhta kerajaan.

Selama lima tahun terakhir, pengawasan, intimidasi, dan pengejaran Saudi terhadap warga Saudi di wilayah AS telah meningkat, ketika kerajaan meningkatkan penindasan di bawah MbS.

Sementara itu, Pangeran Abdullah merupakan seorang mahasiswa pascasarjana di Universitas Northeastern Boston yang telah tinggal di AS untuk beberapa waktu yang lama. Menurut teman-temannya, orang-orang tidak banyak yang mengetahui dia adalah anggota keluarga kerajaan Arab Saudi. Sebab, ia jarang sekali membicarakannya.

Baca JugaFerdy Sambo Marah Besar ke Anak Buahnya Gegara CCTV di Duren TigaBripka RR Cerita Peristiwa yang Terjadi di Rumah Magelang Sebut Kuat Ma’ruf Ungkap Momen Kejar Brigadir J Sambil Bawa Pisau

Pangeran Abdullah juga dianggap selalu fokus pada studi, rencana karir, dan cintanya terhadap sepak bola.

Pangeran Abdullah diketahui berasal dari salah satu cabang keluarga kerajaan Saudi yang menjadi sasaran penahanan rezim MbS. Keluarga Pangeran Abdullah dianggap sebagai kritikus atau saingan MbS sejak ia mengkonsolidasikan kekuasaan di bawah sang ayah, Raja Salman, yang sudah lanjut usia. (*)

Kirim Komentar