SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Otoritas Palestina Terkejut Tidak Ada Tanggapan Internasional Terhadap Teror dan Pelanggaran Biadab Pemukim Israel

3187766 419351569
Sekelompok pria dan wanita Yahudi mengunjungi Temple Mount, yang dikenal oleh umat Islam sebagai Haram Al-Sharif (Tempat Suci) di kompleks masjid Al-Aqsa di kota tua Yerusalem pada hari Rabu. (AFP)

OTORITAS Palestina (PA) mengatakan keterkejutannya bahwa tidak ada tanggapan internasional terhadap ‘teror dan pelanggaran biadab’ yang dilakukan pemukim Israel terhadap warga Palestina. Mereka menekankan, ini mencerminkan standar ganda.

“Serangan Israel yang terus menerus terhadap warga Palestina juga mencerminkan sikap palsu dari negara-negara yang mengklaim bahwa mereka adalah pembela hak asasi manusia dan mengklaim mendukung solusi dua negara,”kata Kementerian Luar Negeri Palestina dilansir dari Middle East Monitor, Senin (21/11/2022).

Negara-negara yang diam ini dikatakan takut mengkritik negara pendudukan Israel atau menyalahkannya atas agresi pemukim dan rasisme kolonial pemukim Yahudi Israel.

Baca JugaBerikut Poin-poin Kesaksian yang Terungkap Para Saksi di Persidangan Bharada ETangis Ibu Brigadir J Pecah, Rosti Simanjuntak: Saya Secara Manusia Rasanya Hancur Menerima Duka Ini

Pernyataan itu mengutip serangan kekerasan yang dilakukan ekstremis Israel terhadap penduduk asli Palestina di Kota Tua Hebron. Namun lembaga itu menyebut bahwa para pemukim justru dilindungi oleh pasukan pendudukan Israel.

Baru-baru ini, Perhimpunan Tahanan Palestina (PPS) hari ini menyampaikan bahwa Israel telah menahan lebih dari 750 anak-anak Palestina sejak awal tahun ini. Pengumuman ini disampaikannya dalam rangka menandai Hari Anak Sedunia yang jatuh pada Minggu 20 November besok.

Baca JugaJanji Bharada E ke Ortu Brigadir J: Saya akan Berkata Jujur, Bela Abang Saya, Bang Yos untuk Terakhir KalinyaBNPB Catat 3.895 Orang Mengungsi Akibat Gempa Magnitudo 5,6 di Cianjur

Sebanyak 160 anak di bawah usia 18 tahun menjalani hukuman di penjara Israel, termasuk tiga anak perempuan, dua di antaranya berusia 16 tahun dan yang ketiga 17 tahun, dan lima ditahan dalam penahanan administratif tanpa dakwaan atau persidangan dan hanya berdasarkan bukti rahasia.

Sementara itu, sepanjang 2021 lalu, Organisasi Defence for Children International–Palestine (DCIP) mendokumentasikan 78 anak Palestina yang tewas dibunuh pasukan Israel.

Sebanyak 61 anak berasal dari Jalur Gaza, sementara sisanya tinggal di Tepi Barat. Sebanyak enam anak dari 61 anak Palestina yang tewas di Gaza, kehilangan nyawa saat Israel menggempur wilayah tersebut pada Mei 2021. (*)

Kirim Komentar